Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBIBITAN BAWANG PUTIH MENGGUNAKAN MEDIA AIR UNTUK HIDROPONIK Fitri Yulianti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2022.v6i1.5528

Abstract

Upaya dalam memenuhi kebutuhan bibit bawang putih yang dapat digunakan untuk hidroponik dapat dilakukan dengan pembibitan bawang putih menggunakan media air. Metode ini sangat praktis sehingga mudah dilakukan, hemat biaya, dapat dilakukan di lahan sempit terutama untuk pertanian perkotaan, tidak kotor, serta dapat memanfaatkan botol plastik bekas hasil limbah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interval waktu pergantian media air pada pembibitan bawang putih. Umbi bawang putih yang digunakan adalah lumbu putih. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Perlakuan yang diberikan yaitu interval waktu pergantian media air (3 hari dan 6 hari). Kelompok ulangan yaitu lokasi penelitian (Desa Arahan Kidul, Desa Kalapagunung dan Desa Kepongpongan di Jawa Barat). Data dianalisis menggunakan uji t pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interval pergantian media air tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan untuk waktu berkecambah, persentase berkecambah, tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, warna daun, warna akar dan kesehatan bibit pada pembibitan bawang putih. Perlakuan interval pergantian air selama 6 hari sekali lebih baik dilakukan dibandingkan dengan interval pergantian air selama 3 hari sekali karena tidak mempengaruhi penurunan pertumbuhan bibit bawang putih dan penggunaan air menjadi lebih efisien.
Pertumbuhan Caisim (Brassica juncea (L.) Czern.) pada Beberapa Konsentrasi Larutan Hidroponik Sistem NFT Adinda Nurul Huda Manurung; Fitri Yulianti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pertanian Presisi Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chinese mustard is one of the most important vegetables of the Brassica (Brassicaceae) genus with high consumption in the world. Mustards content of selected compounds, calcium, magnesium, potassium, sodium, vitamin C, carotene, and lutein. Mustard is one of the plants that can be cultivated on hydroponics. The NFT system is a type of hydroponic system that placing the plant on an oblique irrigation channel. The important thing in hydroponic fertilization was to ensure the concentration of nutrient solution that suits the plant and its life cycle. The purpose of this research was to determine the best consentration for the growth Chinese mustard on in NFT system. This research was conducted at F6 Campus Gunadarma University located at Depok (±115 m above sea level) from March to April 2017. The treatment was arranged in Completely Randomized Design with five replications. The treatment was concentration of hydroponic solution i.e. 1050 ppm, 1200 ppm and 1400 ppm. Treatment of  difference of nutrient solution concentration had no significant effect on plant height, number of leaf, root length, number of root and fresh harvest weight. The best concentration of nutrient solution in this study was 1050 ppm nutrition solution. The concentration of 1050 ppm is a better treatment than the 1200 ppm and 1400 ppm nutrient treatment because it is more efficient in the use of Vegemix A Hydrofarm and Vegemix B Hydrofarm solution.
Pengaruh Pertumbuhan Pakcoy (Brassica chinensis L.) terhadap Perlakuan Konsentrasi Larutan Hidroponik Sistem NFT Fitri Yulianti; Adinda Nurul Huda Manurung
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pertanian Presisi Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydroponic is one of the future agricultural systems because it can becultivated in various places, whether in village, city, on open land or onapartment. NFT (Nutrient Film Technique) is a model of hydroponic cultivation by placing plant roots in a shallow water layer. Pak choi attracted by many people because pak choi rich in vitamin A, E, and K were beneficial for health. The purpose of this research was to know the effect of the growth of pak choi on the treatment of hydroponic nutrition solution concentration in NFT system. This research was conducted at F6 Campus Gunadarma University located at Depok from March to April 2017. The experiment design was arranged in Completely Randomized Design with one factor, that is the concentration of hydroponic solution (1050 ppm, 1200 ppm and 1400 ppm) with 5 replications. The Results were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with 5% significant level. If it is significantly different, then further test was done by DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). The results of this research indicated that the treatment of nutrient solution concentration did not affect the growth of pak choi such as plant height, number of leaves, root number, root length, weight per plant, crown weight per plant, root weight per plant, leaf surface area, leaf color and root color. The best treatment is 1050 ppm because with low concentrations of nutrient solution produced the same pak choi growth with other treatments
PERLAKUAN PERENDAMAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) PADA PERKECAMBAHAN BENIH BAYAM UNTUK BIBIT HIDROPONIK Ibrahim Abdullah Mukayis; Fitri Yulianti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2022.v6i1.5956

Abstract

Kebutuhan bayam untuk konsumsi setiap harinya cukup tinggi. Namun, kegiatan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian yang terus terjadi mengakibatkan ketersediaan bayam menjadi berkurang. Hidroponik menjadi salah satu cara meningkatkan pertumbuhan dan produksi bayam karena dapat dilakukan di lahan yang sempit. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah mikroorganisme hayati yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perendaman benih bayam dengan PGPR terhadap perkecambahan yang akan digunakan untuk bibit hidroponik. Penelitian ini dilakukan pada 16 Agustus - 20 September 2021 di PT. Kebun Sayuran Pagi yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu waktu perendaman benih bayam dengan PGPR (tanpa perendaman, 5 menit, 15 menit, 25 menit). Pengamatan yang dilakukan yaitu waktu berkecambah, daya berkecambah, persentase kecambah normal, persentase kecambah abnormal, tinggi bibit, jumlah daun, warna daun, serangan hama dan penyakit serta waktu pindah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih bayam dengan PGPR menghasilkan daya berkecambah yang lebih tinggi daripada kontrol. Sedangkan waktu berkecambah, tinggi bibit, jumlah daun, warna daun, dan waktu pindah tanam tanaman tidak memberikan hasil yang lebih baik daripada kontrol. Perendaman benih bayam dengan PGPR meningkatkan daya tahan bibit terhadap serangan penyakit.
EFEKTIVITAS BEBERAPA METODE EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BENIH DUA VARIETAS TOMAT DETERMINATE (Solanum lycopersicum Mill.) Ady Daryanto; Fitri Yulianti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2019.v3i1.1971

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum Mill.) memiliki lendir  di dalam daging buah yang dapat menghambat proses perkecambahan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik ekstraksi yang tepat untuk menghasilkan benih tomat dengan mutu yang berkualitas. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Green House F6 Kampus Universitas Gunadarma-Depok pada Oktober 2018 - Januari 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor yang pertama adalah dua jenis varietas tomat (Tymoti dan Tantyna) dan faktor yang kedua adalah empat jenis metode ekstraksi benih (perendaman  kapur tohor (CaO) 10 g l-1  dan  tohor 15 g l-1 selama 20 menit serta fermentasi selama 12 jam dan 24 jam). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam atau uji F pada taraf nyata 5%. Bila terdapat pengaruh yang nyata terhadap perlakuaan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ/Tukey) pada taraf nyata 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa karakteristik ukuran buah dan dimensi tomat varietas Tymoti dan Tantyna berbeda secara nyata. Faktor tunggal jenis varietas menyebabkan perbedaan dalam ukuran bobot 100 butir benih tomat, persentase kecepatan tumbuh benih, dan persentase indeks vigor benih. Sedangkan faktor tunggal metode ekstraksi tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap mutu fisiologis benih dari dua varietas tomat sayur tipe determinate yang diujikan.
INDUKSI TUNAS UBI JALAR KUNING AKSESI ARNET SECARA IN VITRO DENGAN PEMBERIAN BAP Sulikah Sulikah; Fitri Yulianti; Tubagus Kiki Kawakibi Azmi
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 2 (2022): December 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i2.6814

Abstract

Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) sangat potensial dikembangan di Indonesia, karena memiliki keragaman plasma nutfah yang sangat tinggi. Namun, produksi ubi jalar semakin menurun dari tahun ke tahun dan diikuti penurunan luasan lahan produksi ubi jalar akibat cekaman biotik dan abiotik. Hal tersebut mengakibatkan hilangnya sumber genetik suatu spesies ubi jalar di lapangan. Tindakan pelestarian plasma nutfah penting dilakukan melalui konservasi tanaman secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh BAP (Benzyl Amino Purin) untuk induksi tunas ubi jalar kuning aksesi Arnet secara in vitro sebagai salah satu tahap konservasi plasma nutfah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lanjut Agroteknologi Kampus F7 Universitas Gunadarma pada bulan Februari-Juli 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor perlakuan BAP yaitu 0 ppm, 0,5 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm, dan 2,5 ppm. Variabel yang diamati adalah persentase eksplan terkontaminasi, persentase eksplan browning, persentase eksplan steril, waktu kemunculan tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan tinggi tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tunas, jumlah daun, dan waktu muncul tunas namun tidak berbeda nyata pada pertumbuhan jumlah akar. Perlakuan BAP 2 ppm menghasilkan pengaruh terbaik untuk induksi tunas ubi jalar kuning aksesi Arnet secara in vitro.
Dry Heat Treatment and Galangal Rhizome Extract on Soybean Seeds Infected with Xanthomonas axonopodis: Dry Heat Treatment and Galangal Rhizome Extract on Soybean Seeds Infected with Xanthomonas axonopodis Fauziyah, Qonitah; Risnawati, Risnawati; Yulianti, Fitri; Ramdan, Evan Purnama
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 20 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.20.1.15-23

Abstract

Kedelai (Glycine max) adalah salah satu sumber protein nabati yang kebutuhannya terus meningkat. Salah satu kendala utama pada budi daya kedelai ialah penyakit tular benih membisul oleh bakteri Xanthomonas axonopodis pv. glycine. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perlakuan panas kering dan ekstrak rimpang lengkuas terhadap penekanan populasi X. axonopodis pv. glycine dan vigor benih kedelai yang terinfeksi bakteri. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap. Percobaan pertama ialah perlakuan panas kering pada suhu 45 ℃ dengan waktu pemanasan 6, 12, dan 24 jam, serta kontrol tanpa pemanasan. Percobaan kedua ialah perendaman biji selama satu jam di dalam ekstrak rimpang lengkuas dengan konsentrasi 25%, 20%, dan 15%, serta kontrol (air). Peubah yang diamati ialah jumlah populasi bakteri, daya kecambah, vigor, dan viabilitas benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas dan ekstrak rimpang lengkuas berpengaruh nyata terhadap penurunan populasi X. axonopodis terbawa benih kedelai. Perlakuan benih kedelai dengan panas kering selama 24 jam menyebabkan benih bebas dari X. axonopodis, tetapi perkecambahan dan vigor benih mengalami penurunan. Sementara perlakuan benih dengan ekstrak rimpang lengkuas 25% menyebabkan populasi X. axonopodis menurun hingga 7.0 × 102 cfu mL-1, dengan tidak memengaruhi vigor dan viabilitas kedelai. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perlakuan panas kering memiliki potensi lebih baik dibandingkan dengan ekstrak rimpang lengkuas dalam mengeleminasi X. axonopodis dalam benih kedelai. Namun, karena perlakuan panas memiliki dampak negatif terhadap perkecambahan benih maka perlu dicari suhu dan waktu pemanasan yang optimal untuk menekan populasi X. axonopodis tanpa mengurangi viabilitas benih.
Respon Pertumbuhan Beberapa Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Terhadap Perbedaan Konsentrasi Nutrisi Dengan Penyinaran Grow Light Pada Sistem Aeroponik Vertikultur Ginting, Gifta Nova; Fitri Yulianti; Ady Daryanto
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2234

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada dengan sistem aeroponik otomatis dengan pemberian beberapa konsentrasi nutrisi. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Smartfarming milik UG Technopark, Kabupaten Cianjur pada bulan Mei sampai Juli 2023. Objek yang diteliti yaitu tentang respon pertumbuhan beberapa varietas tanaman dan pemberian konsentrasi nutrisi yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested). Faktor pertama yaitu perbedaan konsentrasi nutrirsi 1000 ppm dan 1500 ppm. Faktor kedua yaitu varietas tanaman selada yang terdiri dari 3 varietas yaitu Romaine, Arista, dan Grandrapids. Hasil dari penelitian ini yaitu perbedaan konsentrasi nutrisi berpengaruh nyata pada parameter bobot basah total tanaman dengan konsentrasi 1000 ppm. Perbedaan varietas salada berpengaruh nyata pada parameter warna daun, bobot basah akar, dan bobot basah total tanaman
Produksi Biomassa Stevia (Stevia rebaudiana B.) pada Perbedaan Umur Panen dan Tinggi Pangkas Aditya, Alvinsyach; Miska, Moh Ega Elman; Yulianti, Fitri; Lestari, Shyntiya Ayu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v17i1.31085

Abstract

Tanaman stevia (Stevia rebaudiana B.) merupakan tanaman obat yang memiliki daun manis dan dapat digunakan sebagai pemanis alami. Stevia dapat menjadi alternatif pengganti gula tebu yang memiliki manfaat sebagai obat diabetes, hipertensi dan obesitas. Stevia telah banyak dibudidayakan dan digunakan di banyak negara seperti Malaysia, Korea, China dan Singapura. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Juli 2024 di perkebunan Gunadarma University Technopark (UG-TechnoPark). Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor (3 × 3) yaitu faktor I (umur panen) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 80 HSS (R1), 100 HSS (R2), dan 120 HSS (R3). Faktor II (tinggi pemangkasan) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 5 cm (P1), 10 cm (P2), 15 cm (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen dan tinggi pemangkasan stevia tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dengan parameter luas daun. Umur panen berpengaruh nyata terhadap hasil biomassa dengan parameter bobot tajuk, panjang tajuk, bobot basah daun, dan bobot kering daun yang menunjukkan bahwa semakin panjang (120 HSS) stevia dipanen terlebih dahulu maka hasil biomassa yang dihasilkan semakin banyak. Tinggi pemangkasan berpengaruh nyata terhadap persentase tanaman yang hidup setelah panen dan jumlah daun yang tertinggal, hal ini menunjukkan bahwa pemanenan stevia memerlukan ketinggian minimal 15 cm dari permukaan tanah.
RESPON BEBERAPA VARIETAS BATANG ATAS DAN WARNA SUNGKUP PADA SAMBUNG PUCUK TANAMAN JERUK Khansa Sulthanah Rumi; Fitri Yulianti; Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal; Paranita Asnur
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v8i1.7724

Abstract

Citrus plants are a horticultural that is in great demand in various countries and has potential in the future, but still experiences problems in seedling propagation. Efforts to overcome this problem are grafting propagation. This study aims to determine the response of grafting results to the treatment of differences in scion varieties and cover colors and to determine the best grafting results between treatment combinations. The study was conducted in April-May 2022 in the Agrotechnology open land, Campus F7 Gunadarma University. The study was conducted with a randomized complete group design (rcbd) (4x4) with 3 replications. The first factor is the difference in scion varieties (nipis, limo, pamelo, and sunkist), the second factor is the cover color (red, yellow, blue and transparent). The results showed that the success of grafting based on the highest scion variety was obtained in the limo and pamelo varieties of oranges, while for cover colors it was obtained in transparent and yellow colors, the treatment of scion varieties had a significant effect on the variables of scion height, scion diameter, number of shoots and number of leaves. Meanwhile, the color treatment of the cover had a significant effect on the variables of plant height and upper stem height.