Riza Kurnia
Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan E Book untuk Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran di Kelas Digital MAN 3 Palembang: Perspektif Guru dan Siswa Riza Kurnia; Muhammad Win Afgani; Afriantoni Afriantoni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan e-book dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas digital MAN 3 Palembang berdasarkan perspektif guru dan siswa. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-book memberikan kemudahan akses terhadap materi pembelajaran, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta mendukung metode pembelajaran yang lebih variatif dan inovatif dari pihak guru. Para siswa merasa lebih termotivasi, mandiri, dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Sementara itu, guru merasakan adanya peningkatan efektivitas dalam penyampaian materi dan pengelolaan kelas. Kesimpulannya, e-book berperan signifikan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif di lingkungan kelas digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan berkelanjutan terhadap fasilitas digital serta peningkatan kompetensi guru dan siswa dalam penggunaan teknologi pendidikan.
Penerapan Kurikulum Cinta Sebagai Strategi Membangun Empati Peserta Didik Di Era Digital Riza Kurnia; Miftahul Abidin; Lini Suryani; Leny Marlina; Febriyanti Febriyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4488

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan kurikulum cinta sebagai strategi membangun empati peserta didik di era digital. Era digitalisasi yang ditandai dengan penetrasi masif teknologi informasi telah menciptakan paradoks di mana keterhubungan virtual yang intens justru mengikis kemampuan empati dan kepekaan sosial generasi muda. Fenomena ini menuntut dunia pendidikan untuk merumuskan pendekatan inovatif yang mampu memelihara nilai-nilai kemanusiaan di tengah arus transformasi digital. Kurikulum cinta menawarkan paradigma pendidikan transformatif yang mengintegrasikan nilai kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang empatik dan berperikemanusiaan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka sebagai strategi pengumpulan dan analisis data. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah meliputi jurnal penelitian, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang dipublikasikan tahun 2020 hingga 2025. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis basis data elektronik menggunakan kata kunci spesifik. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan identifikasi tema, kategorisasi konsep, interpretasi makna, dan sintesis temuan dari berbagai sumber. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum cinta memiliki landasan filosofis kuat berlandaskan konsep rahmatan lil alamin dan dibangun atas empat pilar fundamental yaitu cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan tanah air. Implementasi dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan nilai, integrasi dalam pembelajaran, dan pengalaman praktis. Efektivitas kurikulum cinta terbukti menghasilkan peningkatan empati sosial, sikap inklusif, dan perilaku kooperatif peserta didik. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum cinta merupakan strategi transformatif yang efektif dalam membangun empati peserta didik di era digital, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan terkait kesenjangan pemahaman pendidik, keterbatasan sumber daya, dan minimnya sistem evaluasi karakter yang komprehensif. Diperlukan penguatan kapasitas guru, penyediaan modul aplikatif, dan dukungan kebijakan sistematis untuk memaksimalkan efektivitas kurikulum cinta.
Peran Kepemimpinan dalam Mewujudkan Good Governance Pendidikan Islam Riza Kurnia; Saidina Saidina; Kasinyo Harto; Tutut Handayani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4507

Abstract

Background: The dynamics of Islamic educational institution management in the contemporary era face complex challenges that demand leadership transformation based on accountable and transparent governance. Empirical phenomena indicate that management crises in Islamic educational institutions often stem from weak good governance practices, reflected in minimal accountability, transparency, and stakeholder participation in strategic decision-making. This situation is exacerbated by resistance to change, limited human resource competencies, and technological infrastructure gaps that hinder educational effectiveness. Purpose: This study aims to analyze the concept of leadership in Islamic education perspectives and its relevance to good governance principles, describe the implementation of good governance in contemporary Islamic educational institutions, identify leadership roles in realizing good governance, and analyze challenges faced by Islamic educational leaders in implementing good governance principles. Method: This research employs a qualitative method with a library research approach, utilizing systematic content analysis of primary sources including national and international reputable journal articles published between 2020-2025, and secondary sources comprising textbooks, research reports, and policy documents related to Islamic educational leadership and good governance. Results and Discussion: The findings confirm that Islamic leadership foundations based on amanah, al-'adalah, syura, and uswah hasanah principles demonstrate significant alignment with modern good governance principles encompassing transparency, accountability, participation, and responsiveness. Leadership functions as a transformative change agent in operationalizing good governance through strategic planning mechanisms, organizing, motivation, and systematic supervision. However, implementation faces internal challenges including limited HR competencies, organizational culture resistance, and stakeholder conflicts, as well as external challenges involving regulatory changes, funding limitations, and high societal expectations. Conclusion and Recommendation: The spiritual-transformational leadership model proves to be an effective contextual approach in integrating moral-spiritual dimensions with managerial aspects to create sustainable and responsive governance. It is recommended that Islamic educational leaders develop managerial and technological competencies through continuous training programs, prioritize transparent management information systems, build organizational culture supporting good governance values, and develop funding diversification strategies to enhance institutional competitiveness.