Hadi Latif
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP KAIZEN DALAM MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Hadi Latif; Zulfani Sesmiarni
Irfani (e-Journal) Vol. 20 No. 2 (2024): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v20i2.5857

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan Islam menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mendukung upaya ini adalah konsep Kaizen, sebuah filosofi manajemen yang menekankan perbaikan berkelanjutan melalui langkah-langkah kecil namun konsisten. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan Kaizen dalam manajemen mutu pendidikan Islam dengan metode studi pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Kaizen, seperti Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan 5S, selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti ihsan (melakukan yang terbaik), istiqamah (konsistensi), syura (musyawarah), dan islah (perbaikan). Implementasi Kaizen dalam pendidikan Islam mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi tenaga pendidik, pengelolaan institusi yang efisien, serta penciptaan budaya mutu berkelanjutan. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, penerapan Kaizen dapat dioptimalkan melalui edukasi, pendekatan bertahap, dukungan pemimpin, dan kolaborasi. Dengan penerapan yang tepat, Kaizen mampu meningkatkan mutu pendidikan Islam secara komprehensif, menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual dan moral Islam.
PEMIKIRAN OTORITAS MAX WEBER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI SEKOLAH: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN TARBIYAH ISLAMIYAH GOBAH V SURAU Hadi Latif; Silfia Hanani
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v4i2.1393

Abstract

This study aims to examine the implications of the application of Max Weber's authority thinking in the decision-making process at Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Gobah V Surau. This research uses a qualitative approach with a case study method to explore the application of Max Weber's authority thinking in decision making at the Tarbiyah Islamiyah Gobah V Surau Islamic Boarding School. The main focus of this research is to understand how Weber's three types of authority, namely traditional, charismatic, and rational-legal authority, play a role in the decision-making process involving pesantren leaders, teachers, and santri. The results of this study indicate that the application of Weberian authority in Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Gobah V Surau shows that the combination of traditional, charismatic, and rational-legal authority creates a strong and adaptive educational environment. Traditional authority safeguards spiritual and moral values, while the charismatic authority of leaders such as kyai builds loyalty among santri. On the other hand, the application of rational-legal authority increases efficiency and transparency in education management. Although there are challenges in maintaining traditional values in the midst of modernization, the combination of these three forms of authority provides a solid foundation for pesantren to adapt to the times, without losing its distinctive identity and character. Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Gobah V Surau has the potential to become a relevant and responsive educational institution, while being faithful to its existing cultural and spiritual heritage