Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMISASI ENERGI TERBARUKAN PADA MICRO GRID DI PULAU RAKIT INDRAMAYU MENGGUNAKAN HOMER Imani, Rizaldi Lukman; Siswanto, Agus; Suprijadi, Sugeng
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.654 KB)

Abstract

Supplay energi listrik antar pulau belum tentu mampu dan stabil dari waktu ke waktu. Penggunaan energi rata-rata 4,80 kWh/m2/hari energi surya dan energi angin 3-6 m/detik. Potensi Energi diwilayah Indonesia dinilai mampu untuk memasok energi listrik pada pulau terluar.Pulau Rakit merupakan pulau yang terdapat di utara Cirebon Jawa –Barat. Metode Penelitian dimulai dengan studi literatur, pengumpulan data beban, data potensi energi, simulasi dan analisis konfigurasi. Data beban penggunaan 11.25 kWh/d (residential). Sumber daya rata – rata energi surya 5.13 kWh/m2/day dan Energi Angin 3,88 kWh m2/d. Sehingga dapat dikembangkan beberapa model konfigurasi pembangkit hibrid pada pulau ini. Untuk mengetahui konfigurasi yang baik, maka digunakan software HOMER sehingga didapat hasil Generator sebagai pembangkit utama dan Sel Surya serta turbin angin merupakan cadangan untuk menimilasir kerja generator diesel. Dengan total NPC (Net Present Cost) $31,145 cukup untuk penyediaan energi pada pulau tersebut.
Pelatihan Kepemanduan Dalam Pengembangan Water Sport Tourism Susur Sungai Wetan Lepen-Estuari Ungapan Berbasis Pendidikan Konservasi Purnawan Dwikora Negara; Tri Wardhani; Iwan Nugroho; Zahir Rusyad; Lukman Hakim
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v6i1.4329

Abstract

ABSTRAKSport tourism adalah perpaduan antara aktivitas olahraga dengan daya tarik wisata. Wilayah Malang Raya sangat dimungkinkan dilangsungkan sport tourism terutama yang berbasis alam laut (marine). Kabupaten Malang adalah salah satu wilayah yang memiliki 100 pantai dengan garis pantai sepanjang 102,62 km. Salah satu kawasan perairan pantai yang menarik untuk lokasi water sport tourism adalah Pantai Ungapan yang berada di area kawasan Desa Gajah Rejo dan Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Terkait kawasan estuari ini, di Desa Sidodadi yang satu ecoregion dengan kawasan itu terdapat Yayasan Pendidikan dan Sosial Tegalsari Sejahtera Gedangan, yang bergerak di bidang pemberdayakan ekonomi masyarakat lokal dengan memanfaatkan aliran sungai untuk wisata dengan melakukan konservasi estuari. Sudah tiga tahun ini merintis ekowisata susur Sungai Bajul Mati. Dari 5 guide susur sungai yang dimiliki oleh yayasan ini, baru satu orang saja yang termasuk guide handal. Handal dalam penguasaan medan susur sungai, penguasaan identifikasi jenis mangrove, dan kemampuan berkomunikasi dengan pengunjung. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini  dalam upaya mendukung dan mengembangkan water sport tourism susur sungai yang telah dirintis oleh Yayasan Tegalsari adalah dengan melakukan pelatihan kepemanduan. Sasaran pelatihan adalah karang taruna dan warga lokal Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pelatihan dilaksanakan di Pendopo Yayasan Tegalsari Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pada Hari Minggu tanggal 11 Desember 2022. Sebelum pelatihan peserta diberikan pertanyaan sebagai pre test dan setelah pelatihan diberikan pertanyaan yang sama sebagai post test. Pengetahuan peserta sebelum pelatihan mengenai pertanyaan pertama yaitu potensi wisata di dusun/desanya adalah sebesar 100%. Pengetahuan peserta terkait pengetahuan ekowisata dan pramuwisata sebelum pelatihan pada pertanyaan kedua sampai ketujuh berkisar 10-48%, setelah pelatihan pengetahuan peserta meningkat menjadi 100%. ABSTRACTSport tourism is a combination of sports activities with tourist attractions. It is very possible for the Malang Raya area to carry out sport tourism, especially those based on marine nature. Malang Regency is one of the areas that has 100 beaches with a coastline of 102.62 km. One of the interesting coastal areas for water sports tourism is Ungapan Beach which is located in the area of Gajah Rejo and Sidodadi Villages, Gedangan District, Malang Regency. Regarding this estuary area, in Sidodadi Village, which is in the same ecoregion as the area, there is the Tegalsari Sejahtera Gedangan Education and Social Foundation, which is engaged in empowering the local community's economy by utilizing the river flow for tourism by conserving the estuary. It has been three years since he has pioneered ecotourism along the Bajul Mati River. Of the 5 river guides owned by this foundation, only one is a reliable guide. Reliable in mastering riverside terrain, mastering mangrove species identification, and the ability to communicate with visitors. Activities carried out in community service in an effort to support and develop water sport tourism along the river which has been initiated by the Tegalsari Foundation are by conducting guiding training. The training targets were youth organizations and local residents of Umbulrejo Area, Sidodadi Village, Gedangan District, Malang Regency. The training was held at the Tegalsari Foundation Hall in Umbulrejo Area, Sidodadi Village, Gedangan District, Malang Regency on Sunday, December 11 2022. Before the training participants were given questions as a pre test and after the training were given the same questions as a post test. The knowledge of the participants before the training regarding the first question is that the tourism potential in the area/village is 100%. Participants' knowledge related to ecotourism and tour guide knowledge before training on the second to seventh questions ranged from 10-48%, after the training the participants' knowledge increased to 100%.
MENJAMIN KEADILAN PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT (SUATU TINJAUAN YURIDIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KELAS RAWAT INAP STANDAR DI RSUD AERAMO) Chatrina H Panie; Lukman Hakim; Setyo Sugiharto
JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia) Vol 7, No 01 (2026): Jurnal Penelitian Hukum Indonesia (JPeHI)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jpehi.v7i01.900

Abstract

ABSTRAKSistem kelas rawat inap (kelas 1-3) di rumah sakit mitra BPJS menimbulkan ketidakadilan, karena kelas 3 selalu over kapasitas dengan fasilitas minim, serta menimbulkan stigma dan potensi diskriminasi sosial bagi peserta JKN. Kebijakan KRIS melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 yang mengatur 12 kriteria teknis, pencapaian secara nasional masih rendah, yaitu 54,1% rumah sakit hingga Juni 2025, menunjukkan adanya tantangan serius dalam implementasi kebijakan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif, menggunakan metode kualitatif deduktif melalui pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan kasus. Data diperoleh dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, serta bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KRIS telah dibangun dalam kerangka hukum yang hierarkis dan progresif, sesuai asas lex superior, lex specilais dan lex posterior, yang menjamin kepastian hukum dan prinsip keadilan. Namun terdapat ambiguitas antara kewajiban mutlak pemenuhan 12 kriteria KRIS dan kewajiban transisi bertahap, yang berpotensi melemahkan kepastian hak peserta JKN. Implementasi di RSUD Aeramo menunjukkan kepatuhan parsial (sebagian) terhadap 12 kriteria. Selain itu kondisi over kapasitas kelas 3 dan defisit anggaran investasi. Dari perspektif keadilan KRIS merepresentasikan sintesis tiga paradigma klasik, Rawls (equal leberty dan difference principle), Radbruch (keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum), serta Aristoteles (keadilan distributif dan korektif. Di RSUD Aeramo, prinsip keadilan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi karena masih dominannya ketimpangan dana keterbatasan fasilitas. Oleh karena itu diperlukan rekonsiliasi norma melalui Peraturan Menteri Kesehatan khusus KRIS, penguatan sanksi serta dukungan anggaran khusus rumah sakit daerah agar prinsip keadilan distributif dan non-diskriminatif dalam sistem jamiman kesehatan nasional dapat diwujudkan secara nyata.Kata kunci: KRIS, keadilan kesehatan RSUD Aeramo, Rawls, Radbruch, Aristoteles