Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Representasi Tanggung Jawab Generasi Sandwich dalam Film “Home Sweet Loan” Karya Sabrina Rochelle Kalangie 2024 Tara Herianti; Titin Setiawati; Andys Tiara
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 9 No 3 (2025): JULI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v9i3.4216

Abstract

Research critically investigates how the responsibilities of the sandwich generation are represented in the film Home Sweet Loan (2024), by Sabrina Rochelle Kalangie. The sandwich generation refers to individuals burdened with caring for aging parents while also supporting children or siblings. This research applies a qualitative approach using content analysis, grounded in McQuail’s media content theory and the concept of responsibility by Burhanudin and the Ministry of Education and Culture. The analysis of ten key scenes reveals that the character Kaluna embodies layered responsibilities financial, domestic, emotional, and relational. The film not only reflects the realities of the sandwich generation in urban Indonesian society but also critiques unequal familial expectations. Thus, Home Sweet Loan functions as a medium of representation and social critique, addressing the structural pressures faced by today’s younger generation.
Budaya Komunikasi Komunitas Ondel-ondel KOODJA Jakarta Barat Dalam Mempertahankan Ikonsinitas Ondel-ondel Bintang Nur Graha; Said Romadlan; Andys Tiara
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.45238

Abstract

Ondel-ondel merupakan Ikonsinitas budaya betawi yang mengalami pergeseran fungsi dari suatu aset budaya menjadi aset ekonomi diakibatkan adanya fenomena pengamen Ondel-ondel jalanan yang memengaruhi citra kesenian budaya betawi. Penelitian ini menganalisis bagaimana komunitas Ondel-ondel KOODJA Jakarta Barat mempertahankan Ikonsinitas Ondel-ondel sebagai warisan budaya betawi melalui pola komunikasi yang digunakan dalam interaksi internal dan eksternal. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi serta memahami pola komunikasi yang berkembang dalam komunitas KOODJA, baik dalam hubungan antar anggota maupun dalam menyampaikan nilai-nilai Ondel-ondel kepada masyarakat luas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis domain untuk mengidentifikasi pola komunikasi komunitas KOODJA. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunitas KOODJA menerapkan pola komunikasi linier didalam internal dan bersifat informal, yang menyesuaikan dengan kapasitas anggota komunitas. Dalam konteks eksternal, komunitas KOODJA menerapkan pola komunikasi partisipatif dan kolaboratif dalam upaya melibatkan masyarakat serta memperluas jangkauan pelestarian Ondel-ondel. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pola komunikasi yang diterapkan komunitas KOODJA menjadi bagian dari budaya komunikasi dalam mempertahankan Ikonsinitas Ondel-ondel sebagai bagian dari warisan budaya betawi.
Efektivitas Mendengarkan Lagu Bernadya “Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan” Terhadap Katarsis Emosional Followers Instagram @Bersenadya Fazri Hendrawan; Mustiawan Mustiawan; Andys Tiara
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2145-2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara Efektivitas Mendengarkan Lagu Bernadya “Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan” (variabel X) dengan Katarsis Emosional (variabel Y) pada remaja pengikut akun Instagram @bersenadya. Fenomena remaja yang menggunakan musik sebagai sarana pelepasan emosi menunjukkan bahwa musik berfungsi sebagai media pengelolaan stres dan ekspresi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, korelasi, serta regresi sederhana melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara efektivitas mendengarkan lagu dan katarsis emosional. Mayoritas responden merupakan remaja perempuan yang merasakan pelepasan emosi melalui unsur lirik reflektif dan melodi lembut pada lagu tersebut. Lirik yang menyiratkan penerimaan dan semangat hidup membantu pendengar memperoleh ketenangan psikologis. Penelitian ini mendukung teori Uses and Gratification bahwa individu secara aktif menggunakan musik untuk memenuhi kebutuhan emosional. Kelemahan penelitian ini adalah cakupan terbatas pada satu lagu dan satu komunitas, serta belum menggali pengalaman subjektif pendengar. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode campuran dan melibatkan beragam genre musik.
IDENTITAS DIRI REMAJA AKHIR PENGGUNAAN KNALPOT BRONG PADA KOMUNITAS ASDI HOME GARAGE Syah Daviq Alfarizi; Andys Tiara; Mustiawan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 20 No. 01 (2026): Volume 20 No 01 Januari-Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v20i01.8735

Abstract

Late adolescence is an important stage in the development of self-identity, as individuals begin to understand themselves through various experiences and social interactions. One of the social environments that contributes to this process is the automotive community, including communities of loud exhaust (knalpot brong) users. This study aims to examine the process of self-identity formation among late adolescents who use loud exhaust systems in the Asdi Home Garage (AHG) community. The study employed a qualitative approach using a case study method. Three informants were selected through purposive sampling, consisting of active AHG members aged 20–24 years who use loud exhaust systems. Data were collected through in-depth interviews, observation, and a literature review, and were analyzed using the Miles and Huberman data analysis model. The findings indicate that the participants' self-identity was formed through the processes of social categorization, social identification, and social comparison. Loud exhaust systems and other community attributes were interpreted as symbols that strengthened members' sense of belonging, solidarity, and social identity. This study offers a different perspective by examining loud exhaust use not merely as an issue of legal violation or noise pollution, but also as an important element in the process of self-identity formation within an automotive community.