Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Legalitas Akad Pengelolaan Uang Saku Santri Melalui Wali Asuh: Studi Kasus Asrama MI At-Tariq Pondok Pesantren An-Nur Yogyakarta 'Athi Ni Zulfa; Oman Fathurohman SW; Fatihah Al-Ummah; Salsabila Wafiq Nur Azizah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i1.29886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas akad pengelolaan uang saku santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) melalui wali asuh di Asrama MI At-Tariq Pondok Pesantren AnNur Yogyakarta, ditinjau dari perspektif Fikih Muamalah. Sistem pengelolaan ini diterapkan karena santri MI berstatus mumayyiz (belum cakap hukum sempurna), sehingga membutuhkan perwakilan untuk mengelola harta dan mencegah kerugian atau pemborosan, sekaligus sebagai sarana pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan riset lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam rantai akad (orang tua, wali asuh, santri, dan pengelola kantin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ini adalah akad campuran yang sah, didominasi oleh akad wakalah (perwakilan) dan didukung oleh unsur akad wadi’ah (titipan). Orang tua adalah muwakkil, dan wali asuh adalah wakil yang terikat prinsip amanah dan akuntabilitas. Legalitas praktik ini dikuatkan dengan adanya taukil al-wakil (pendelegasian kuasa wali asuh ke kantin) yang dibenarkan berdasarkan izin implisit orang tua dan indikasi kebiasan (‘urf) sesuai kaidah al-’adah muhakkamah. Kebijakan reward dan punishment yang diterapkan asrama juga dianggap sah sebagai metode tarbiyah (pembinaan). Kesimpulannya, pengelolaan uang saku santri ini secara substansi telah selaras dengan ketentuan syariah.Kata Kunci: Wakalah, Wadi’ah, Taukil al-Wakil, Mumayyiz, Pondok Pesantren
PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP KARAKTERISTIK APOTEKER MUSLIM RIZKY GUSTINANDA; Oman Fathurohman SW
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.3172

Abstract

Farmasi Islam merupakan bidang studi yang meneliti penerapan nilai-nilai Islam dalam praktik farmasi, mengaitkan ilmu kefarmasian dengan aspek-aspek vital seperti kesehatan, hidup-mati, dan bukti akan kebesaran Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Islam terhadap ilmu kefarmasian dan karakteristik apoteker muslim. Metode penelitian ini menggunakan studi literature menggunakan data skunder pada berdasarkan kata kunci yang sesuai. Hubungan erat antara Islam dan ilmu kefarmasian mencerminkan tujuan bersama dalam menciptakan kemaslahatan dan menghindari kemudaratan. Islam memberi perhatian khusus pada pengembangan ilmu kefarmasian dalam berbagai aspeknya, didukung oleh kontribusi ilmuwan Muslim terkenal dalam berbagai cabang ilmu kedokteran. Integrasi antara Islam dan ilmu kefarmasian memperkaya pemahaman tentang kesehatan dan pengobatan serta mengajarkan nilai-nilai tinggi dalam praktik farmasi. Apoteker Muslim harus memadukan pengetahuan medis dengan prinsip-prinsip moral dan etika Islam untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien, mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan mereka.
Penerapan Nilai Islam Dalam Pelayanan Swamedikasi untuk Menjamin Kepuasan Pasien Muhammad Nuh; Oman Fathurohman SW
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1830

Abstract

Penerapan etika islam dalam praktik kefarmasian menjadi landasan penting dalam pelayanan swamedikasi, terutama dalam aspek kehalalan obat, etika pelayanan, dan pengambilan keputusan berbasis syariah untuk menjamin kepuasan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker untuk menjamin kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah literatur relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi: “Islamic values in self-medication services”, “Halal pharmaceuticals”, “Pharmacy ethics in Islam”, dan “Islamic perspective on self-medication”. Dari enam artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kepuasan, kualitas layanan, dan loyalitas pasien, khususnya pasien Muslim. Konsep ini melibatkan integrasi etika Islam, farmasi halal, dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik kefarmasian. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi oleh apoteker memiliki signifikansi yang tinggi dalam menjamin kepuasan pasien. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam penerapannya sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan, serta kolaborasi lintas profesi untuk mendukung implementasi nilai-nilai Islam dalam pelayanan swamedikasi secara optimal.