Christofer Satria
Universitas Bumigora, Mataram, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Multi-Algorithm Approach to Enhancing Social Assistance Efficiency Through Accurate Poverty Classification Christofer Satria; Peter Wijaya Sugijanto; Anthony Anggrawan; I Nyoman Yoga Sumadewa; Aprilia Dwi Dayani; Rini Anggriani
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v24i1.4275

Abstract

The determination of poverty status in Lombok Utara district depends on criteria such as income, access to health and education services, and housing conditions. These factors are crucial for assessing the level of community welfare and guiding the allocation of social assistance by the district government. The purpose of this study is to address the gap by utilizing advanced data mining techniques to improve the accuracy of poverty status classification in North Lombok, thereby informing more effective social assistance policies. The method used in this research is the Random Forest (RF), K-Nearest Neighbor (KNN) and Naïve Bayes with split data 80% data training and 20% data testing. The finding indicated that the machine learning model the RF algorithm, which achieved an accuracy rate of 82.56%, proved to play an important role in this process by effectively distinguishing between different categories of poverty based on these criteria. In comparison, the KNN algorithm achieved an accuracy of 70.94% and the Naïve Bayes model achieved an accuracy of 53.47%. It means that the machine learning model using the RF algorithm has more accurate accuracy than the KNN and Naïve Bayes algorithm in predicting or recommending Recipients of Social Assistance from the District Government. The implication is that RF machine learning can help the role of social service officers in predicting the economic status of the community. The high accuracy of the RF algorithm enhances its role in informing targeted policy decisions and optimizing the effectiveness of social assistance programs. Nonetheless, continuous improvement is essential to refine the model's predictive capabilities and ensure the accuracy and reliability of poverty assessments. These continuous improvements are essential to effectively alleviate poverty and break the cycle of socio-economic disparities in the region.
Pembuatan Animasi Game Budaya Sasak Sebagai Media Pembelajaran Muatan Lokal Anthony Anggrawan; Hasbullah Hasbullah; I Gde Ary Putra Waisnawa; Christofer Satria
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v7i2.5302

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, media game banyak dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, termasuk dalam pembelajaran muatan lokal di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang game digital platform bertema eksplorasi budaya Sasak sebagai media pembelajaran muatan lokal bagi peserta didik sekolah dasar. Game ini dikembangkan untuk memfasilitasi pemahaman budaya lokal secara interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Design Thinking, yang mencakup tahapan perumusan ide cerita, penyusunan skenario, pembuatan storyboard, pemodelan dan animasi 3D dengan perangkat lunak 3ds Max, serta pengeditan video dan sound rendering melalui Wondershare Filmora. Hasil penelitian ini adalah seluruh fitur game berfungsi optimal berdasarkan uji coba black box kepada 30 responden, di mana 86,7% menyatakan antarmuka mudah digunakan dan 83,3% menunjukkan peningkatan ketertarikan terhadap budaya Sasak. Kesimpulan penelitian ini adalah media game edukasi berbasis digital berpotensi besar sebagai sarana pembelajaran muatan lokal yang menarik, interaktif, dan efektif dalam memperkenalkan budaya daerah kepada siswa sekolah dasar.     
Menggugah Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sikur dalam Menciptakan Identitas Brand Produk Makanan yang Ikonik Hasbullah Hasbullah; Anthony Anggrawan; Christofer Satria; I Nyoman Yoga Sumadewa; Elyakim Nova Supriyedi Patty; Ni Gusti Ayu Dasriani
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v7i1.6259

Abstract

Persaingan industri makanan yang semakin kompetitif menuntut pelaku usaha, termasuk lulusan SMK, tidak hanya memiliki keahlian dalam mengolah rasa, tetapi juga dalam membangun identitas visual yang kuat. Faktanya, banyak produk makanan hasil praktik siswa SMK kelas XII yang memiliki kualitas rasa tinggi namun belum didukung oleh branding dan desain kemasan yang mampu menarik minat pasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggugah kreativitas siswa SMK dalam menciptakan identitas brand produk makanan yang ikonik dan kompetitif melalui pendampingan intensif. Program ini dilaksanakan menggunakan metode workshop interaktif dan pendampingan praktis. Tahapan kegiatan meliputi: 1) Pemberian materi tentang fundamental branding dan psikologi warna; 2) Praktik desain kemasan menggunakan aplikasi digital sederhana; dan 3) Evaluasi hasil karya melalui sesi presentasi produk. Peserta kegiatan adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Sikur Lombok Timur yang sedang mempersiapkan tugas akhir atau proyek kewirausahaan. Melalui pendampingan ini, siswa berhasil menciptakan prototipe desain kemasan yang lebih modern, dan memenuhi standar pelabelan produk makanan. Kreativitas siswa terlihat pada kemampuan dalam memadukan kearifan lokal produk dengan estetika visual kekinian yang disukai generasi Z. Kesimpulan kegiatan ini berhasil memberikan bekal keterampilan praktis bagi siswa SMK untuk menjadi wirausahawan muda yang siap bersaing di pasar digital melalui kekuatan visual produk yang ikonik.