Gevan Naufal Wala
Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Regulatory Colonialism in Global Sports Competitions: Legal Implications for Athletes from Developing Countries Gevan Naufal Wala
Siber International Journal of Sport Education Vol. 2 No. 1 (2024): (SIJSE) Siber International Journal of Sport Education (July - September 2024)
Publisher : Siber Nusantara Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the phenomenon of regulatory colonialism in global sports governance and its legal implications for athletes from developing countries. Through socio-legal analysis and a postcolonial theoretical framework, this study investigates the historical formation of international sports organizations, the Eurocentric values embedded in competition standards, and the structural inequalities perpetuated through current regulatory systems. The research reveals significant disparities in qualification policies, anti-doping regulations, infrastructure requirements, and athlete transfer rules that disadvantage developing nations. Furthermore, athletes from these countries face substantial procedural and financial barriers to accessing justice in international sports disputes. This study identifies concrete manifestations of regulatory colonialism in contemporary sports, including inequitable resource distribution, exploitative commercial arrangements, and inadequate representation in decision-making processes. The research concludes by proposing legal reforms centered on equitable representation, resource redistribution, cultural diversity recognition, and strengthened justice access mechanisms to decolonize global sports governance and advance structural equality.
Pengembangan Kompetensi Multidisiplin Dalam Industri Penerbangan: Analisis Yuridis Terhadap Peluang Kewirausahaan Berkelanjutan Lazarev Viktor Antonovich; Gevan Naufal Wala
Jurnal Kewirausahaan dan Multi Talenta Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Kewirausahan dan Multi Talenta (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkmt.v3i2.365

Abstract

Industri penerbangan telah mengalami perubahan signifikan dengan meningkatnya tuntutan regulasi, kemajuan teknologi, dan persyaratan keberlanjutan. Penelitian ini menganalisis aspek yuridis yang mempengaruhi pengembangan kompetensi multidisiplin dalam industri penerbangan Indonesia dan mengidentifikasi peluang kewirausahaan berkelanjutan. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, studi ini memeriksa regulasi penerbangan, standar kompetensi, dan kerangka pengembangan bisnis. Temuan mengungkapkan kesenjangan regulasi dalam mendukung kompetensi multidisiplin dan mengidentifikasi peluang kewirausahaan dalam pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, layanan pelatihan, teknologi pemeliharaan, dan program sertifikasi. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif antara regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan industri sangat penting untuk mengembangkan kerangka kompetensi komprehensif yang selaras dengan standar internasional sambil mendukung kewirausahaan berkelanjutan di sektor penerbangan Indonesia.
Regulasi dan Inovasi: Peran Kerangka Hukum dalam Mendorong Kewirausahaan di Sektor Penerbangan Indonesia Gevan Naufal Wala; Lazarev Viktor Antonovich
Jurnal Kewirausahaan dan Multi Talenta Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Kewirausahan dan Multi Talenta (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkmt.v3i2.366

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara kerangka hukum dan aktivitas kewirausahaan dalam sektor penerbangan Indonesia. Dalam konteks perkembangan industri penerbangan yang pesat, regulasi memainkan peran penting untuk menyeimbangkan keselamatan dengan inovasi. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dan komparasi dengan model regulasi internasional, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kerangka hukum penerbangan Indonesia cenderung berorientasi pada aspek keselamatan dengan kurangnya fleksibilitas bagi inovasi. Hasil utama menunjukkan bahwa model regulatory sandbox, pendekatan berbasis risiko, dan kolaborasi antara regulator dengan pelaku industri dapat mendorong ekosistem kewirausahaan tanpa mengorbankan keselamatan penerbangan. Implikasi penelitian menekankan perlunya reformasi regulasi yang lebih adaptif untuk mendukung inovasi berkelanjutan di sektor penerbangan.
Analisis Kerangka Hukum Terkini dalam Mendukung Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan: Studi Regulasi dan Implikasinya terhadap Pengembangan Multi Talenta di Indonesia Gevan Naufal Wala; Anindya Nikeisha Wala
Jurnal Kewirausahaan dan Multi Talenta Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Kewirausahan dan Multi Talenta (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkmt.v3i2.376

Abstract

Penelitian ini menganalisis kerangka hukum terkini yang mendukung ekosistem kewirausahaan berkelanjutan di Indonesia, dengan fokus khusus pada implikasi pengembangan multi talenta. Menggunakan pendekatan campuran yuridis-normatif dan empiris, penelitian ini mengkaji regulasi utama termasuk UU Cipta Kerja, UU UMKM, dan kebijakan ekonomi digital. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan regulasi yang signifikan dalam memfasilitasi pengembangan multi talenta, terutama dalam perlindungan kekayaan intelektual, akses pembiayaan alternatif, dan mekanisme kolaborasi lintas sektor. Studi ini mengidentifikasi bahwa meskipun reformasi regulasi terkini telah meningkatkan iklim usaha, tantangan implementasi masih berlanjut, terutama dalam harmonisasi regulasi antar sektor. Perbandingan internasional dengan negara-negara ASEAN dan ekosistem startup global memberikan wawasan berharga untuk mengembangkan kerangka regulasi yang adaptif. Penelitian ini mengusulkan model kerangka hukum ideal yang mengintegrasikan pendekatan regulatory sandbox, mekanisme kolaborasi multi-pemangku kepentingan, dan insentif terarah untuk pengembangan kewirausahaan berkelanjutan di Indonesia.
Pengaruh Media Sosial dan Lingkungan terhadap Berperilaku Remaja (Study Literature Review) Raihan Saputra; Gevan Naufal Wala; Adi Muliawan
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 1 No. 4 (2023): (JGSP) Jurnal Greenation Sosial dan Politik (November 2023 - Januari 2024)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v1i4.156

Abstract

Menganalisis bagaimana media sosial dan lingkungan sosial mempengaruhi perilaku remaja adalah tujuan dari penelitian ini. Media sosial adalah platform interaktif yang mempengaruhi perilaku remaja melalui pengaruh sosial teman sebaya, interaksi online, dan ketersediaan informasi. Ciri-ciri prososial seperti empati dan kolaborasi dapat diperkuat dengan paparan materi yang baik, namun perilaku menyimpang dan kecemasan sosial dapat dipicu oleh konten buruk seperti cyberbullying dan standar kecantikan yang tidak dapat dicapai. Norma dan nilai yang membentuk perilaku remaja juga banyak dibentuk oleh lingkungan sosial, termasuk keluarga, teman sekelas, dan sekolah. Meskipun konflik keluarga atau lingkungan teman yang tidak menyenangkan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku negatif, keluarga yang bahagia dan pola asuh yang efektif akan mendorong perkembangan moral yang baik. Tergantung pada kualitas pengaruh yang diterima, penelitian menunjukkan bahwa gabungan dampak media sosial dan lingkungan sosial dapat memperbaiki atau memperburuk perilaku remaja. Untuk mendorong pengembangan perilaku remaja yang sehat, penelitian ini menyarankan pemantauan dan pengajaran penggunaan media sosial, serta memperkuat nilai-nilai dan standar tradisional di rumah dan di sekolah.
Pengaruh Social Support dan Self-Esteem Terhadap Optimisme Mahasiswa Akhir Raihan Saputra; M. Ridho Mahaputra; Gevan Naufal Wala
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Agustus - Oktober 2024)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v2i3.201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan harga diri terhadap optimisme mahasiswa tingkat akhir dengan menggunakan metode studi pustaka. Penelitian ini mengkaji berbagai penelitian terdahulu yang membahas tentang hubungan antara dukungan sosial, harga diri, dan optimisme dalam konteks mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang meliputi dukungan emosional, dukungan informasional, dan dukungan apresiatif memiliki peran penting dalam meningkatkan optimisme mahasiswa. Dukungan emosional dari keluarga, teman, dan lingkungan akademis dapat memberikan rasa nyaman dan aman secara psikologis, sehingga mahasiswa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan. Dukungan informasional seperti bimbingan akademis dan nasihat karier membantu mahasiswa merancang masa depan mereka dengan lebih terarah, sedangkan dukungan apresiatif berupa pengakuan dan penghargaan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi mahasiswa. Selain itu, harga diri juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap optimisme mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa dengan harga diri yang tinggi, yang meliputi rasa percaya diri, penerimaan diri, dan kepercayaan diri, cenderung memiliki harapan yang positif terhadap masa depan, lebih tangguh menghadapi rintangan, dan lebih percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri. Kepercayaan diri membantu mahasiswa untuk lebih optimis dalam mengambil keputusan, penerimaan diri memungkinkan mereka untuk tetap termotivasi meskipun mengalami kegagalan, dan kepercayaan diri meningkatkan ketahanan mereka dalam mencapai tujuan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial dan harga diri berperan penting dalam meningkatkan optimisme mahasiswa tingkat akhir.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan Pelanggan terhadap Loyalitas Konsumen dalam Industri Jasa (Study Literature Review) Raihan Saputra; Gevan Naufal Wala
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Mei - Juli 2024)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v2i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan kepercayaan pelanggan terhadap loyalitas konsumen pada industri jasa dengan menggunakan metode studi pustaka. Kualitas layanan terdiri dari lima dimensi utama: keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik, yang berkontribusi dalam membangun kepuasan pelanggan dan meningkatkan keterikatan mereka terhadap layanan. Di sisi lain, kepercayaan pelanggan dipengaruhi oleh kredibilitas, integritas, keamanan, keyakinan terhadap layanan, dan komitmen perusahaan, yang merupakan fondasi untuk membangun hubungan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan kepercayaan pelanggan memiliki dampak yang signifikan terhadap loyalitas konsumen, yang meliputi loyalitas kognitif, afektif, konatif, dan perilaku. Selain itu, faktor-faktor lain seperti kepuasan pelanggan, citra merek, harga, dan program loyalitas juga berperan penting dalam mempertahankan pelanggan. Dengan meningkatkan kualitas layanan dan membangun kepercayaan, perusahaan dapat menciptakan pengalaman positif yang mendorong loyalitas pelanggan jangka panjang.
Pengembangan Modul Pembelajaran Hukum Bisnis Fashion untuk Meningkatkan Kesiapan Berwirausaha Siswa SMK Jurusan Tata Busana Gevan Naufal Wala; Anindya Nikeisha Wala
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v3i2.361

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah minimnya pemahaman siswa SMK Tata Busana tentang aspek hukum bisnis fashion yang berpengaruh terhadap rendahnya kesiapan berwirausaha. Penelitian bertujuan mengembangkan modul pembelajaran hukum bisnis fashion sebagai solusi untuk meningkatkan kesiapan berwirausaha siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK jurusan Tata Busana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran hukum bisnis fashion yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan validasi ahli materi, media, dan bahasa dengan kategori "sangat layak". Implementasi modul terbukti efektif meningkatkan kesiapan berwirausaha siswa, dibuktikan dengan peningkatan signifikan nilai pretest ke posttest. Penelitian menyimpulkan bahwa modul pembelajaran hukum bisnis fashion dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat aspek legalitas dalam pembelajaran kewirausahaan di SMK Tata Busana.
Implementasi Pendidikan Hak Kekayaan Intelektual untuk Perlindungan Karya Desain Busana pada Siswa SMK Jurusan Tata Busana Anindya Nikeisha Wala; Gevan Naufal Wala
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v3i2.362

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kesadaran dan pemahaman tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada karya desain busana di kalangan siswa SMK jurusan Tata Busana yang merupakan calon desainer masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan HKI dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai perlindungan karya desain busana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XII SMK Negeri 3 Jakarta jurusan Tata Busana. Data dikumpulkan melalui pretest-posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi karya desain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman HKI siswa yang dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 64,5 (pretest) menjadi 87,3 (posttest). Implementasi pendidikan HKI juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran siswa untuk melindungi karya desainnya melalui pendaftaran HKI, yang ditunjukkan dengan 78% siswa mampu menyiapkan dokumen pendaftaran desain industri. Kesimpulannya, pendidikan HKI efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMK Tata Busana dalam melindungi karya desain busana, yang berdampak positif pada kreativitas dan originalitas karya desain yang dihasilkan.
Analisis Kebutuhan Literasi Hukum dalam Kurikulum SMK Jurusan Tata Busana: Studi Kasus Perlindungan Desain dan Hak Cipta Gevan Naufal Wala; Anindya Nikeisha Wala
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v3i2.375

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebutuhan literasi hukum dalam kurikulum SMK jurusan Tata Busana, dengan fokus pada perlindungan desain dan hak cipta. Terdapat kesenjangan antara pendidikan fashion saat ini dengan kebutuhan industri terkait pengetahuan hukum. Menggunakan pendekatan metode campuran, data dikumpulkan dari siswa dan guru SMK Tata Busana, praktisi industri fashion, dan pakar hukum kekayaan intelektual. Temuan menunjukkan kekurangan signifikan dalam kurikulum yang ada terkait konsep kekayaan intelektual, dengan para pemangku kepentingan industri menekankan kebutuhan penting akan pengetahuan hukum untuk melindungi desain dan mencegah plagiarisme. Studi ini mengidentifikasi konten perlindungan desain esensial, pengetahuan hak cipta, dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk pendaftaran kekayaan intelektual. Rekomendasi mencakup integrasi modul literasi hukum ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, pengembangan pelatihan khusus, dan pembentukan kemitraan industri-pendidikan untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi siswa desain fashion. Temuan ini memiliki implikasi bagi kebijakan pengembangan kurikulum kejuruan dalam mempersiapkan lulusan menghadapi industri fashion yang semakin kompetitif.