Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Air Management in Chemistry Laboratories to Prevent Sick Building Syndrome (SBS): A Mixed-Method Approach Abdurrasyid; Helmi Geisfarad; Rian Adi Pamungkas; Aprilita Rina Yanti; Duan Elnastio; Diman Wahyudin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10799

Abstract

Chemistry laboratories are inherently high-risk environments where poor Indoor Environmental Quality (IEQ) can contribute to Sick Building Syndrome (SBS)—a condition marked by symptoms such as headaches, respiratory irritation, and reduced concentration, which negatively affect user productivity and well-being. Ensuring optimal air circulation is critical to maintaining thermal comfort, air quality, and compliance with occupational health and safety standards. This study adopts a mixed-method approach using a sequential exploratory design to investigate user comfort perceptions in chemistry laboratories. Data were collected through surveys of 50 respondents from five educational institutions to capture the Voice of Customer (VoC) regarding environmental comfort. Qualitative findings were enriched through benchmarking and further analyzed using the House of Quality (HoQ) method to identify air circulation deficiencies and prioritize improvements. The analysis revealed that educational laboratories underperform in temperature control, humidity regulation, and air freshness when compared to industrial and training laboratories. Key factors affecting comfort include air circulation pathways (score = 42) and air regulation mechanisms (score = 36), followed by circulation points (score = 21) and air conditioning systems (score = 11). The proposed solution involves integrating cassette-type air conditioners with a Louver Fresh Air (LFA) system to enhance thermal stability and ensure fresh air exchange. These improvements are vital for preventing SBS, enhancing user well-being, and supporting effective laboratory-based learning.
PENGARUH ETIKA DIGITAL PENYEBARAN CUPLIKAN FILM ILEGAL DIMEDIA SOSIAL & DAMPAK TERHADAP INDUSTRI PERFILMAN Febriyanto, Rizki; Geisfarad, Helmi
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 23, No 1 (2026): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v23i1.2020

Abstract

Era digital telah mengubah media sosial menjadi platform utama penyebaran informasi, namun juga menimbulkan masalah serius: penyebaran cuplikan film ilegal. Fenomena ini tidak hanya melanggar etika digital dan hak cipta, tetapi juga merugikan industri perfilman secara signifikan, dengan kerugian pendapatan yang diperkirakan mencapai 19-20%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisi factor-faktor yang menyebabkan maraknya penyebaran cuplikan film illegal, membangun kesadaran masyarakat tentang etika digital terkait hak cipta, mengeksplorasi dampak jangka Panjang dari penyebaran cuplikan film illegal terhadap industri perfilman, mengidentifikasi Langkah-langkah yang dapat diambil oleh industry perfilman untuk meningkatkan kesadaran etika digital. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme dan metode kuantitatif deskriptif. Populasi Penelitian ini mahasiswa mahasiswi  dari tiga universitas yaitu Universitas Bhayangkara, Universitas Pancasila, dan Universitas Yarsi yang aktif menggunakan media sosisal. Dengan sampel 100 responden dengan kriteria mahasiswa-mahasiswi dari 3 universitas diatas dan menggunakan aplikasi youtube, tiktok, telegram,  dan Instagram. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa etika digital memiliki peran krusial dalam menekan penyebaran konten ilegal, namun masih belum cukup efektif untuk sepenuhnya mencegahnya. Penyebaran cuplikan film ilegal di media sosial terbukti memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap pendapatan dan keberlanjutan industri perfilman. Temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kesadaran akan etika digital dan penegakan hukum yang lebih kuat untuk melindungi kekayaan intelektual.Kata Kunci: Etika Digital; Cuplikan Film Ilegal; Industri Perfilman
Pengaruh Terpaan Konten dan Kualitas Pesan Kampanye #BertetanggaBaik di Akun Instagram @tokokopituku terhadap Brand Image Toko Kopi Tuku Dhea Ayu Clarissa; Helmi Geisfarad
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram kini banyak dimanfaatkan oleh berbagai brand sebagai saluran komunikasi yang efektif untuk membangun relasi dengan audiens sekaligus membentuk brand image, termasuk pada persaingan industri kopi lokal yang semakin mengandalkan strategi digital. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh terpaan konten dan kualitas pesan kampanye #BertetanggaBaik pada akun Instagram @tokokopituku terhadap brand image Toko Kopi Tuku. Penelitian ini dirancang sebagai survei eksplanatoris berbasis kuantitatif untuk menilai hubungan pengaruh antara variabel-variabel yang diteliti. Sampel penelitian berjumlah 100 pengikut @tokokopituku yang dipilih secara purposive dengan kriteria sebagai pengguna aktif Instagram dan pernah terpapar kampanye tersebut. Proses pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring, kemudian hasilnya diolah melalui analisis deskriptif serta regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk melihat pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan. Temuan penelitian menunjukkan terpaan konten dan kualitas pesan berkontribusi secara positif dan signifikan dalam membentuk brand image, baik ketika diuji masing-masing maupun secara bersama-sama. Model penelitian menjelaskan 56,0% variasi brand image, sedangkan sebesar 44,0% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel yang dianalisis dalam penelitian ini.
Implementasi Kode Etik Jurnalistik pada Program Berita Xpose Uncensored Trans 7 Kasus Pesantren Lirboyo Nadia Putri; Abdul Malik Siregar; Muh. Ruslan Ramli; Helmi Geisfarad
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13688

Abstract

Media massa mempunyai posisi strategis dalam kehidupan sosial karena menjalankan fungsi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Di antara berbagai platform media, televisi tetap memiliki pengaruh kuat melalui kombinasi suara, gambar bergerak, teks, musik, dan teknik penyuntingan yang mampu membentuk pengalaman pemirsa secara serentak. Penelitian ini mengkaji implementasi Kode Etik Jurnalistik dan peran gatekeeper dalam program Xpose Uncensored Trans 7 pada pemberitaan Pesantren Lirboyo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap tayangan, wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan yang mewakili pengelola program, organisasi kemasyarakatan, Pesantren Lirboyo, Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia, dan penonton, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan belum sepenuhnya memenuhi Kode Etik Jurnalistik. Kelemahan ditemukan pada akurasi faktual dan kontekstual, verifikasi, keberimbangan dan prinsip cover both sides, kesesuaian narasi dengan visual, sensitivitas terhadap isu keagamaan dan budaya pesantren, serta tanggung jawab preventif media. Proses gatekeeping juga belum efektif pada tahap pengumpulan informasi, pemilihan sumber, editing, quality control, dan penentuan sudut pandang. Penggunaan materi viral dan materi dari pihak eksternal meningkatkan risiko redaksional ketika tidak disertai verifikasi yang memadai. Penelitian menyimpulkan bahwa kepatuhan etik harus melekat pada setiap keputusan redaksional dan tidak berhenti pada tindakan korektif setelah kontroversi terjadi.
Strategi Personal Branding Farida Zulfa di TikTok dalam Membangun Citra Positif sebagai Pengusaha Lokal Muhammad Qodri; Helmi Geisfarad; Ayu Larasati; Euis Nurul Bahriyah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.583

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis strategi personal branding Farida Zulfa sebagai pengusaha lokal di TikTok, memahami respons informan pendukung terhadap strategi tersebut, serta menjelaskan kontribusinya dalam membentuk citra positif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dianalisis melalui delapan hukum personal branding dari Montoya dan Vandehey, yaitu specialization, leadership, personality, distinctiveness, visibility, unity, persistence, dan goodwill. Informan terdiri atas satu informan utama dan dua informan pendukung yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui in-depth interview, observasi nonpartisipan terhadap sepuluh video TikTok, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña; keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan Farida Zulfa membangun personal branding melalui identitas yang autentik, transparan, dan konsisten sebagai pengusaha lokal. Strategi tersebut mendapat respons positif karena meningkatkan kredibilitas, kepercayaan, dan kedekatan dengan audiens, serta berkontribusi membentuk citra positif Farida Zulfa sebagai pengusaha lokal yang profesional, inspiratif, dan terpercaya, sekaligus memperkuat reputasi dan hubungan jangka panjang dengan audiens. Temuan bersifat kontekstual dan terbatas pada informan, video, serta dokumentasi yang digunakan. ABSTRACT This study analyzes Farida Zulfa's personal branding strategy as a local entrepreneur on TikTok, examines supporting informants' responses to the strategy, and explains its contribution to building a positive image. A qualitative case study approach was used, analyzed through the eight laws of personal branding proposed by Montoya and Vandehey, covering specialization, leadership, personality, distinctiveness, visibility, unity, persistence, and goodwill. Participants consisted of one key informant and two supporting informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interview, non-participant observation of ten TikTok videos, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, with trustworthiness ensured through source and technique triangulation. Findings show that Farida Zulfa builds her personal branding through an authentic, transparent, and consistent identity as a local entrepreneur. The strategy received a positive response because it strengthened her credibility, trustworthiness, and closeness to the audience, and contributed to shaping her positive image as a professional, inspiring, and trustworthy entrepreneur while reinforcing her reputation and long-term relationship with the audience. The findings are contextual and limited to the informants, videos, and documentation used in this study.