Supratman Zakir
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Reputasi sebagai Aset Spiritual dan Sosial: Urgensi Branding Lembaga Pendidikan Islam dalam Menjawab Tuntutan Zaman Ameliana Nurahmi; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.73

Abstract

Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi telah menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan paradigma baru dalam pengelolaan citra dan reputasi. Reputasi tidak hanya menjadi simbol pengakuan sosial, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual yang melekat pada lembaga tersebut. Perubahan sosial, budaya, dan teknologi di era modern menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi secara strategis agar tetap relevan dan kompetitif. Salah satu strategi penting yang perlu dikembangkan adalah branding lembaga pendidikan Islam. Branding bukan hanya sekadar upaya memperkuat citra institusi di mata publik, tetapi juga menjadi sarana untuk menegaskan identitas, nilai-nilai spiritual, dan keunggulan khas lembaga pendidikan Islam di tengah arus globalisasi dan sekularisasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya reputasi sebagai aset spiritual dan sosial serta urgensi branding bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika modernitas. Melalui Metode perpustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan Analisis deskriptif dengan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa reputasi lembaga pendidikan Islam harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, amanah, dan kebermanfaatan sosial. Branding yang kuat dan autentik menjadi media untuk memperkuat kepercayaan publik, memperluas jaringan sosial, serta menjaga eksistensi lembaga dalam kompetisi global. Dengan demikian, branding bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi merupakan representasi nilai spiritual dan sosial yang menjadi identitas khas lembaga pendidikan Islam
Analisis Kecerdasan Buatan Sebagai Alat Diagnostik Academic Self Concept (ASC) Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Orizza Sativa Azahra; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat diagnostik dalam mengidentifikasi tingkat Academic Self Concept (ASC) siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Konsep diri akademik merupakan salah satu faktor psikologis yang berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Dengan kemajuan teknologi AI, kini dimungkinkan untuk melakukan diagnosis psikopedagogis berbasis data yang lebih akurat, adaptif, dan real-time. Artikel ini membahas konsep ASC, penerapan AI dalam pendidikan, serta potensi integrasinya dalam pembelajaran PAI sebagai sarana peningkatan kualitas pembelajaran berbasis karakter dan spiritualitas. Dalam konteks pembelajaran PAI, pemanfaatan AI dapat membantu guru dalam memahami kondisi emosional, motivasi, serta persepsi diri siswa terhadap kemampuan akademiknya. Melalui analisis data perilaku belajar, seperti interaksi dalam platform digital, waktu pengerjaan tugas, dan respons siswa terhadap materi, AI mampu memberikan gambaran mendalam mengenai tingkat kepercayaan diri akademik siswa. Hasil diagnosis ini dapat digunakan untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan spiritual serta intelektual masing-masing individu. Selain itu, penerapan AI dalam PAI juga dapat memperkuat pendekatan humanistik dan religius dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang terus berkembang. Dengan demikian, kolaborasi antara teknologi modern dan nilai-nilai Islam diharapkan mampu mewujudkan pembelajaran yang holistik, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan karakter Islami.
Branding Pendidikan Islam di Era Digital: Analisis Konseptual melalui Studi Pustaka Yulia Rahmi; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.75

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam strategi branding lembaga pendidikan Islam guna memperkuat identitas dan daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep branding pendidikan Islam pada era digital melalui studi pustaka yang mengkaji literatur terkait teori branding, pemanfaatan media digital, faktor-faktor yang memengaruhi branding lembaga pendidikan Islam, serta tantangan yang dihadapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas branding dalam konteks pendidikan Islam tidak hanya bergantung pada promosi konvensional, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, kompetensi tenaga pendidik dan manajemen profesional, lingkungan pembelajaran yang kondusif, inovasi kurikulum, serta program unggulan. Media sosial dan platform digital berperan sebagai alat strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, meningkatkan kepercayaan, dan memperluas jangkauan branding. Namun, keterbatasan sumber daya manusia yang menguasai pemasaran digital serta resistensi terhadap perubahan merupakan tantangan utama yang perlu diatasi. Penelitian ini menyajikan kerangka konseptual sebagai landasan pengembangan strategi branding yang adaptif dan berkelanjutan bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika era digital.
Dampak AI Pada Pembelajaran Di Era Digital Muh Fauzi; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.79

Abstract

Salah satu kemajuan penting di bidang pendidikan yang dibawa oleh pertumbuhan teknologi digital adalah kecerdasan buatan (AI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki keuntungan dan kerugian pengaruh kecerdasan buatan terhadap pendidikan di era digital. Pendekatannya adalah tinjauan pustaka yang meneliti berbagai publikasi ilmiah mengenai penggunaan AI dalam pendidikan. Menurut temuan penelitian, kecerdasan buatan (AI) secara signifikan meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui otomatisasi penilaian, asisten virtual, sistem adaptif, dan analisis data pembelajaran. Akses pendidikan yang meningkat, pembelajaran yang dipersonalisasi, efisiensi guru, dan peningkatan literasi digital adalah beberapa manfaatnya. Namun, ada juga sejumlah kesulitan, termasuk ketergantungan pada teknologi, keamanan data dan masalah etika, kesenjangan digital, serta kemungkinan perubahan peran guru. Oleh karena itu, diperlukan teknik manajemen yang tepat, yang mencakup peningkatan kompetensi digital, pembuatan pedoman etika untuk AI, dan memperkuat pentingnya humanisasi dalam pendidikan. Singkatnya, kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi untuk merevolusi pendidikan, tetapi penggunaannya harus bijaksana agar tetap selaras dengan tujuan pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Strategi Branding Reputasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Analisis Kepustakaan Terhadap Peran Media Sosial dalam Membangun Citra Lembaga Keagamaan Yan Fahmi Zuher; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.83

Abstract

Artikel ini mengkaji strategi branding reputasi pendidikan agama Islam di era digital melalui analisis kepustakaan yang fokus pada peran media sosial dalam membangun citra lembaga keagamaan. dengan menggunakan pendekatan analisis kepustakaan, penelitian ini meninjau berbagai sumber akademik, jurnal, dan laporan terkait branding digital, media sosial, dan pendidikan Islam. hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial berperan krusial dalam membentuk citra lembaga melalui konten autentik, interaksi dengan audiens, dan kampanye digital yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam. Tantangan seperti misinformasi dan regulasi digital juga dibahas, dengan rekomendasi strategi seperti penggunaan influencer keagamaan dan analitik data untuk memperkuat reputasi. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman praktis bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan era digital.
PAI Berbasis Nilai: Membangun Branding Reputasi Lembaga Pendidikan yang Autentik dan Berkelanjutan Denny Rusman; Supratman Zakir
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 3 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i3.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai dalam membangun branding reputasi lembaga pendidikan yang autentik dan berkelanjutan. Latar belakang penelitian berangkat dari semakin meningkatnya kebutuhan lembaga pendidikan untuk menghadirkan identitas yang kuat, kredibel, dan relevan dengan perkembangan zaman, terutama di era kompetisi pendidikan yang menuntut integritas serta nilai moral sebagai pembeda utama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami penerapan nilai-nilai keislaman dalam praktik kelembagaan dan persepsi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti amanah, keteladanan, dan tanggung jawab menjadi faktor dominan yang membentuk reputasi lembaga, bahkan lebih kuat daripada strategi branding konvensional. PAI berbasis nilai terbukti mampu memperkuat identitas lembaga sekaligus menciptakan kepercayaan berkelanjutan dari masyarakat.