Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of E-Samsat Delivery Services in Improving Public Services at Bappenda NTB Alinda Dewi Trisnawati; Masri Yanti Sahputri; Ainur Fadilah; Esa Dwi Andika; Lisa Andriani; Zakiyah Hasanah; Cahyadi Kurniawan
Civic Governance and Public Administration Vol. 1 No. 1 (2025): CGPA (June)
Publisher : CV. Abhinaya Indo Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64021/cgpa.1.1.25-39.2025

Abstract

This research was conducted at the office of the NTB Provincial Regional Revenue Management Agency, with the aim of finding out how the samsat delivery application service is in improving public services and the factors that hinder tax payment services using the samsat delivery application for the community. This type of research is qualitative descriptive, the selection of informants for this research is carried out by purposive sampling technique with 3 employees of Bappend NTB as key informants, and making the community as the main informant or users of the samsat delivery application as many as 3 people. The data sources in this study use primary and secondary data, for the data collection methods used, namely observation, documentation, and interviews. The data analysis used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions and validating data in this study using tringulation of sources and methods. The results of this study show that of the six indicators of good public services based on law number 25 of 2009, namely public interest, professionalism, openness, participation, punctuality, and speed (ease and affordability), in the samsat delivery application. There are only 2 indicators that are not yet effective, namely the indicators of openness and participation. So it can be concluded that the analysis of the samsat delivery application service in reminding public services at Bappend NTB has been said to be effective. Although there are still obstacles in services such as a lack of human resources, applications that are not optimal, and a lack of socialization in the community.
Peran Dinas Koprasi Dan Umkm Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Meningkatkan Partisipasi Anggota Pada Rapat Tahunan Koprasi Masri Yanti Sahputri; Husrina Huwaida; Wahyu Saputri; Rahmad Hidayat
ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : CV. Ro Bema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/aremben.v2i2.81

Abstract

Dalam rangka meningkatkan partisipasi anggota dalam rapat umum tahunan koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat), Dinas Koperasi dan UMKM menghadapi berbagai tantangan yang harus diatasi. Kurangnya kesadaran dan pemahaman Masalah: Anggota koperasi mungkin tidak memahami pentingnya rapat umum tahunan atau mungkin tidak menyadari manfaatnya yang tidak mereka sadari, dengan adanya Solusi: Kementerian Koperasi dan UMKM dapat melakukan kampanye penyadaran mengenai peran dan manfaat rapat umum tahunan bagi anggota dan koperasi secara keseluruhan. Pelatihan dan penjangkauan rutin juga dapat membantu meningkatkan pemahaman. Kegiatan Ini bertujuan untuk mengetahui peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam meningkatkan keanggotaan Rapat Umum Tahunan Koperasi.Partisipasi mitra dalam pertemuan majelis umum sangat penting untuk memastikan bahwa koperasi akuntabel, transparan dan mampu mengambil keputusan yang baik. Dengan menggunakan studi kasus dan metode kualitatif, pengabdian ini melakukan wawancara mendalam terhadap pimpinan koperasi, anggota koperasi, dan perwakilan koperasi serta dinas usaha kecil dan menengah Nusa Tenggara Barat. Observasi dan analisis dokumen adalah metode lain yang digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan menunjukkan bahwa NTB terlibat dalam meningkatkan partisipasi anggota melalui berbagai program dan kegiatan, seperti meningkatkan kesadaran akan pentingnya RAT, memberikan pelatihan pengelolaan koperasi, dan memberikan dukungan kepada anggota aktif. Namun pengabdian ini juga mengungkap banyak hambatan yang dihadapi, antara lain keterbatasan sumber daya, kurangnya informasi anggota, dan kendala struktural. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan strategi komunikasi, meningkatkan kerjasama antar departemen dan koperasi, dan meningkatkan teknologi informasi untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada anggota.