Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN NARATIVE LITERATURE REVIEW TINGKAT PEREKONOMIAAN KELUARGA TERHADAP PARTISIPASI PRIA DALAM PENGGUNAAN VASEKTOMI DI INDONESIA Aurora Alifa; Dwi Marlen Untary; Anita Citra Yeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7598

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang terus berlangsung di Indonesia menjadi suatu tantangan dalam pengembangan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Program Keluarga Berencana (KB) memiliki peran penting dalam mengatur jumlah kelahiran. Keterlibatan pria dalam penggunaan metode vasektomi, telah terbukti berhasil di banyak negara, namun di Indonesia tetap sangat rendah. Salah satu aspeknya adalah keadaan ekonomi keluarga. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keadaan ekonomi keluarga terhadap keterlibatan pria dalam penggunaan vasektomi di Indonesia. Metode yang diterapkan adalah tinjauan literatur naratif, dengan menganalisis artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Pencarian referensi dilakukan melalui database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “vasektomi”, “KB pria”, “partisipasi pria”, “status ekonomi”, dan “Indonesia”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi memengaruhi keputusan pria dalam memilih untuk menjalani vasektomi. Pria yang memiliki kondisi ekonomi menengah ke atas biasanya lebih menerima cara ini karena mereka memikirkan kesejahteraan keluarga dan pengaturan jumlah anak. Sebaliknya, keterbatasan ekonomi dapat menjadi penghalang disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi, biaya tambahan yang tidak langsung, serta stigma social. Meskipun demikian, dalam beberapa situasi, kondisi ekonomi yang rendah justru mendorong pria untuk memilih vasektomi guna menghindari tekanan finansial akibat bertambahnya anggota keluarga. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keadaan ekonomi keluarga berpengaruh terhadap keterlibatan pria dalam penggunaan vasektomi di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan pendidikan, memperluas akses layanan, serta memperkuat kebijakan yang mendukung partisipasi pria dalam program KB secara adil dan berkesinambungan.
Tinjauan Pustaka Tentang Peran Basis Data Dalam Manajemen Informasi Kesehatan Digital Anita Citra Yeni; M. Syahputra
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3261

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk dalam dunia kesehatan. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah munculnya sistem informasi kesehatan digital yang berfungsi untuk mempermudah proses pengelolaan data dan layanan kesehatan. Dalam sistem ini, basis data menjadi komponen utama yang berperan dalam menyimpan, mengolah, dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat. Penulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk memahami lebih dalam bagaimana peran basis data dalam mendukung manajemen informasi kesehatan digital. Melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur, kajian ini membahas beberapa aspek penting seperti struktur basis data, keamanan data pasien, integrasi antar sistem informasi, serta kemudahan dalam mengakses data oleh pihak-pihak yang berwenang, seperti tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan basis data yang baik dan terstruktur dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pengambilan keputusan klinis, serta mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, sistem yang terintegrasi juga memudahkan koordinasi antar bagian dalam sebuah institusi kesehatan, seperti antara bagian administrasi, laboratorium, dan dokter. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang masih sering ditemui dalam implementasi basis data di sistem kesehatan digital, seperti masalah interoperabilitas antar platform, perlindungan dan privasi data pasien, serta belum adanya standar data yang seragam di setiap fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi pihak pengelola dan pengembang sistem informasi kesehatan untuk memahami dan menerapkan konsep basis data dengan baik agar dapat menciptakan sistem yang andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan pengelolaan basis data yang optimal, sistem informasi kesehatan digital diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di era modern ini.