Pertambahan jumlah penduduk yang terus berlangsung di Indonesia menjadi suatu tantangan dalam pengembangan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Program Keluarga Berencana (KB) memiliki peran penting dalam mengatur jumlah kelahiran. Keterlibatan pria dalam penggunaan metode vasektomi, telah terbukti berhasil di banyak negara, namun di Indonesia tetap sangat rendah. Salah satu aspeknya adalah keadaan ekonomi keluarga. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keadaan ekonomi keluarga terhadap keterlibatan pria dalam penggunaan vasektomi di Indonesia. Metode yang diterapkan adalah tinjauan literatur naratif, dengan menganalisis artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Pencarian referensi dilakukan melalui database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “vasektomi”, “KB pria”, “partisipasi pria”, “status ekonomi”, dan “Indonesia”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi memengaruhi keputusan pria dalam memilih untuk menjalani vasektomi. Pria yang memiliki kondisi ekonomi menengah ke atas biasanya lebih menerima cara ini karena mereka memikirkan kesejahteraan keluarga dan pengaturan jumlah anak. Sebaliknya, keterbatasan ekonomi dapat menjadi penghalang disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi, biaya tambahan yang tidak langsung, serta stigma social. Meskipun demikian, dalam beberapa situasi, kondisi ekonomi yang rendah justru mendorong pria untuk memilih vasektomi guna menghindari tekanan finansial akibat bertambahnya anggota keluarga. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keadaan ekonomi keluarga berpengaruh terhadap keterlibatan pria dalam penggunaan vasektomi di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan pendidikan, memperluas akses layanan, serta memperkuat kebijakan yang mendukung partisipasi pria dalam program KB secara adil dan berkesinambungan.
Copyrights © 2026