Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

BEBAN TORSI YANG DIPENGARUHI OLEH SIDE FORCE PADA PEMBORAN SUMUR BERARAH TIPE J DAN TIPE S DI SUMUR SH-02 LAPANGAN RM-PL Iin Darmiyati; Septianus Hendra; Abdi Suprayitno; Rohima Sera Afifah; Risel Labinna
Jurnal Genta Mulia Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa beban torsi dilakukan untuk meminimalisir terjadinya permasalahan-permasalahan seperti penelitian ini yang akan melakukan analisa perbandingan beban torsi dan pengaruh side force pada pemboran sumur berarah tipe J dan tipe S. Adapun hasil dari analisa, didapatkan bahwa beban torsi akan mengalami percepatan kenaikan yang signifikan pada interval kick off point dan drop off point yang mana pada bagian ini tepat merupakan busur kelengkungan dan beban torsi akan cenderung bernilai stabil yang mana hal ini terjadi pada bagian tangent section yang bukan merupakan busur kelengkungan. Dari hasil simulasi software didapati nilai beban torsi pada sumur berarah tipe J sebesar 22.62 kft.lbf dan untuk sumur berarah tipe S sebesar 31.74 kft.lbf. side force akan tinggi disebabkan karena adanya busur kelengkungan dengan nilai dogleg Severity (DLS) yang cenderung tinggi hal ini disebabkan karena keadaan formasi, jenis BHA, mata bor, dan drilling parameter. Kemudia side force yang terlihat konstan karena nilai dogleg severity (DLS) dipertahankan namun terlihat zig- zag karena adanya efek tortuosity.
ANALISIS PERBANDINGAN KEEKONOMIAN MIGAS BERDASARKAN PSC COST RECOVERY DAN GROSS SPLIT PADA LAPANGAN “AD-29” Iin Darmiyati; M. Ammar Daffa; Deny Fatryanto Edyzoh; Sulardi; Engeline Marlin; Rohima sera Afifah; Ipan Sampe
Jurnal Genta Mulia Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skema kontrak bagi hasil merupakan metode pengujian dan evaluasi kelayakan rencana pengembangan di industri migas. Dalam sistem ini, pemerintah memiliki kepemilikan penuh atas sumber daya migas dan hak penuh kepada perusahaan minyak yang mengontraknya. Penulis melakukan perhitungan PSC dua skema yaitu PSC Cost Recovery dan Gross Split. Penelitian ini melakukan perhitungan dengan indikator ekonomi yaitu mengunakan beberapa metoda- metoda seperti NPV (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), POT (Pay Out Time). Hasil yang di dapat dari kalkulasi keekonomian adalah NPV PCS Cost Recovery generasi ke-3 diperoleh NPV sebesar 286.555 MMUSD, BCR sebesar 523,05%, IRR sebesar 124% dan POT sebesar 2.245 tahun. Hasil perhitungan dengan Gross Split diperoleh NPV 127.049 MMUSD, BCR sebesar 231,90%, IRR sebesar 80%, dan POT sebesar 1 tahun. Hasil indikator keekonomian PSC Cost Recovery generasi ke-3 menunjukkan hasil yang lebih menguntungkan dibandingkan Gross Split. Rekomendasi penelitianmenunjukkan PSC Cost Recovery lebih baik di terapkan pada lapangan “AD-29”.
ANALISA PERFORMA SUMUR INJEKSI “S-107” PADA KEGIATAN WATERFLOODING DI LAPANGAN X MENGGUNAKAN METODE HALL PLOT Iin Darmiyati; Chatarina Silambi; Deny Fatryanto Edyzoh; Engiline Marlin; R. Bambang Wicaksono; Ain Sahara
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waterflooding merupakan metode penting untuk meningkatkan recovery dari reservoir minyak. Menginjeksikan air melalui sumur injeksi ke dalam reservoir diharapkan akan mendorong minyak yang ada di reservoir dapat bergerak menuju sumur produksi. Namun, dalam pengaplikasian waterflooding tidak mudah, dapat di jumpai permasalahan berupa formation damage. Untuk menganalisa formation damage dapat menggunakan metode Hall Plot. Metode Hall Plot adalah kurva yang di plot berdasarkan cumumative pressure terhadap cumulative volume injection. Pada penelitian ini, analisa performa sumur injeksi S-107 dilakukan dengan metode Hall Plot. Hasil dari kurva Hall Plot digunakan sebagai acuan untuk mengindikasikan kondisi aktual pada sumur. Analisa lebih lanjut kemudian dilakukan terhadap nilai skin dan injectivity index untuk mengetahui seberapa besar efek skin pada formasi. Dilakukan perhitungan nilai skin dan injectivity index pada lapisan C dan D dikarenakan pada kedua lapisan tersebut mempunyai aliran yang kecil. Analisa kualitas air injeksi juga dilakukan untuk mengetahui kualitas air injeksi sebagai salah satu indikasi penyebab terbentuknya plugging atau scale. Kenaikan slope yaitu bulan Februari 2020 dan bulan Agustus 2022 hal ini mengindikasikan terjadinya kerusakan formasi. Hasil perhitungan skin pada lapisan C dan D pada tahun kenaikan slope diperoleh nilai skin positif yang menandakan pada kedua lapisan tersebut terjadi kerusakan formasi, nilai skin paling tinggi terjadi pada bulan Agustus 2022. injectivity index yang diperoleh pada lapisan C dan D yaitu 0,04 b/d/psi dan 0,07 b/d/psi yang menandakan injectivity index pada lapisan C dan D dalam keadaan tidak baik. Berdasarkan analisa kualitas air injeksi terhadap air yang diinjeksikan pada sumur S-107, parameter-parameter yang dianalisa yaitu oil contant, turbidity, relative plugging index dan total solven solid solid menunjukkan nilai diatas standar kualitas air injeksi sehingga diindikasi air akan cenderung membentuk plugging.
PENANGGULANGAN KEPASIRAN DENGAN GRAVEL PACK BERDASARKAN SIEVE ANALYSIS DI SUMUR A-140, LAPANGAN X Iin Darmiyati; Deny Fatryanto Edyzoh; M. Nur Mukmin; R. Bambang Wicaksono; Engeline Marlin
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi simulasi reservoir minyak menggunakan model Black Oil dengan bantuan metode numerik Finite Difference Method (FDM). Model ini menggambarkan kondisi reservoir secara dua dimensi dengan grid Cartesian berukuran 20x20x10, serta menerapkan kondisi batas no-flow, yang artinya tidak ada aliran fluida ke luar dari batas model. Dengan skenario ini, simulasi berfokus sepenuhnya pada dinamika fluida di dalam area reservoir. Tujuh sumur ditempatkan di dalam model, terdiri dari kombinasi sumur produksi dan sumur injeksi. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana fluida yaitu minyak, air, dan gas yang bergerak di dalam reservoir, serta bagaimana sumur-sumur tersebut saling memengaruhi satu sama lain. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tekanan dalam reservoir berubah mengikuti mekanisme produksi yang digunakan, seperti solution gas drive dan injeksi air. Sementara itu, perubahan saturasi fluida menunjukkan pola interaksi antara sumur-sumur tersebut, yang menggambarkan pergerakan front injeksi dan penyebaran fluida dalam pori-pori batuan. Melalui simulasi ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana reservoir merespons proses produksi, baik dari sisi distribusi tekanan maupun pergerakan fluida. Selain itu, performa masing-masing sumur juga dapat dianalisis berdasarkan efisiensi produksi dan pengaruhnya terhadap kondisi reservoir secara keseluruhan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan penting yang dapat digunakan untuk mengelola reservoir secara lebih efektif, misalnya dalam perencanaan penempatan sumur baru, pengaturan laju injeksi, atau bahkan sebagai dasar strategi peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery). Dengan pendekatan ini, diharapkan produksi minyak bisa dilakukan dengan lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.
ANALISIS SIMULASI RESERVOIR UNTUK OPTIMASI PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL DINAMIS Iin Darmiyati; Firdaus; Selvia Sarungu’; Fatma; Dharma Arung Laby
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur “CACI-10” adalah sumur minyak yang menggunakan sistem Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL) yang baru diakses. Sumur ini mulai beroperasi pada tahun 2020 dan pertama kali berproduksi pada kedalaman 1.500 kaki dengan produksi terakhir sebesar 19 barel per hari pada 2 Januari 2022. Sumur ini memiliki nilai In-situ Original Oil in Place (IOIP) sebesar 800 ribu barel dan recovery factor sebesar 40%. Dengan adanya kompresor baru yang memiliki tekanan lebih tinggi (1000 psi), terdapat peluang untuk memperdalam titik injeksi outlet PCTGL guna meningkatkan produksi. Pemasangan ulang PCTGL diusulkan untuk memperdalam titik injeksi tersebut. Penelitian ini menggunakan simulator perangkat lunak komersial untuk menganalisis desain PCTGL pada sumur “CACI-10”. Dengan menggunakan analisis nodal yang menggabungkan kurva Inflow Performance Relationship (IPR) dua fasa dengan metode Vogel dan kurva Vertical Lift Performance (VLP), didapatkan hasil bahwa dengan injeksi gas sebesar 0.9 juta standar kaki kubik per hari, sumur ini dapat menghasilkan 109.9 barel minyak per hari. Simulasi lebih lanjut menunjukkan potensi untuk memperdalam titik injeksi PCTGL hingga kedalaman 3.000 kaki, dengan injeksi gas sebesar 1.3 juta standar kaki kubik per hari dan hasil minyak yang sama. Simulasi yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak komersial mengintegrasikan analisis nodal yang menggabungkan kurva Inflow Performance Relationship (IPR) dua fasa dengan metode Vogel dan kurva Vertical Lift Performance (VLP). Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan injeksi gas sebesar 0.9 juta standar kaki kubik per hari, produksi minyak dapat meningkat menjadi 109.9 barel per hari. Selain itu, penelitian ini juga menemukan potensi untuk memperdalam titik injeksi PCTGL hingga kedalaman 3.000 kaki, yang dapat mempertahankan tingkat produksi yang sama dengan injeksi gas sebesar 1.3 juta standar kaki kubik per hari. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai optimasi sistem gas lift pada sumur minyak untuk meningkatkan produksi secara signifikan.