Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penyebab Kurangnya Minat Belajar pada Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 25 Dompu Lita Sasmita; Fifi Fitriana Sari; Mahdin Mahdin; Hidayat Hidayat; Angga Putra
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5201

Abstract

Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini Adalah kurangnya minat belajar siswa terhadap mata Pelajaran IPS. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ditingkat sekolah dasar biasanya diperhadapkan dengan tantangan rendahnya keterlibatan siswa yang diakibatkan dari pola pikir bahwa materi yang padat dan bersifat hafalan sehingga membuat siswa merasa sangat bosan dan tidak minat untuk mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat belajar pada siswa kelas VI pada mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendekatan deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui Teknik observasi langsung di kelas, wawancara mendalam dengan 1 orang guru mata Pelajaran IPS dan 5 orang siswa kelas VI sebagai informan utama, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kurangnya minat belajar IPS terbagi menjadi dua faktor. Pertama faktor internal, meliputi stigma negatif siswa terhadap pembelajaran IPS, rendahnya konsentrasi belajar dan kurangnya motivasi belajar dari dalam diri siswa. Kedua, faktor eksternal yaitu berasal dari cara guru yang masih menggunakan metode konvensional, pengaruh lingkungan sebaya dan kurangnya media visual dan digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran interaktif berbasis media visual atau digital dalam meningkatkan minat belajar IPS siswa sekolah dasar.
Integrasi Program SAMADATA dan SEHATI dalam Pembelajaran Matematika untuk Membentuk Karakter Sopan Santun, Religius, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SDIT Sahabat Al-Qur'an Dompu Fifi Fitriana Sari; Lita Sasmita
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5228

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Program SAMADATA dan SEHATI dalam pembelajaran matematika untuk membentuk karakter sopan santun, religius, dan kemampuan pemecahan masalah siswa di SDIT Sahabat Al-Qur'an Dompu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Program SAMADATA dan SEHATI dalam pembelajaran matematika mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung penguatan karakter sekaligus peningkatan kemampuan berpikir matematis. Program SAMADATA membiasakan siswa berkomunikasi secara santun, menghargai pendapat teman, dan bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Program SEHATI menanamkan nilai religius melalui pembiasaan berdoa, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketekunan selama proses pembelajaran. Integrasi kedua program tersebut mendorong siswa lebih percaya diri dalam berdiskusi, sistematis dalam menyelesaikan soal, serta mampu menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah secara lebih efektif. Keberhasilan implementasi program didukung oleh keteladanan guru, budaya sekolah, dan keterlibatan orang tua. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai religius dalam pembelajaran matematika dapat menjadi model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar.