Seven Marganda Bako
Universitas Musamus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Properti dan Konstruksi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Hermanto Tinambunan; Seven Marganda Bako; Prima Lestari Situmorang; Adela Anita; Intan Farida Khasanah
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ntnj7988

Abstract

Sektor properti dan konstruksi memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui pembangunan infrastruktur dan ekspansi investasi. Kinerja keuangan perusahaan yang beroperasi di sektor ini oleh karena itu merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan mereka dalam mempertahankan profitabilitas dan keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap profitabilitas perusahaan sektor properti dan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2017–2019. Kinerja keuangan diukur menggunakan tiga rasio keuangan, yaitu Current Ratio (CR), Total Asset Turnover (TATO), dan Debt to Equity Ratio (DER), sedangkan profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di IDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return on Assets, yang menunjukkan bahwa kondisi likuiditas tidak secara langsung menentukan profitabilitas pada sektor properti dan konstruksi. Sebaliknya, Total Asset Turnover memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, yang menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan aset memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Sementara itu, Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, yang menunjukkan bahwa tingkat leverage yang lebih tinggi dapat menurunkan laba perusahaan akibat meningkatnya kewajiban keuangan. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa Current Ratio, Total Asset Turnover, dan Debt to Equity Ratio secara bersama-sama mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan aset yang efektif dan struktur modal yang optimal dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan di sektor properti dan konstruksi.
ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR (KURS) DOLLAR AS (USD), INFLASI, TINGKAT SUKU BUNGA SBI DAN INDEKS DOW JONES TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA Seven Marganda Bako; Abdullah Abdullah
ECONOMIST: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/economist.v1i4.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Nilai Tukar (Kurs) Dollar AS (USD), Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, dan Indeks Dow Jones Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari data harian dan bulanan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi berganda. Dari hasil uji hipotesis secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa Nilai Tukar (Kurs), Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, dan indeks Dow Jones secara simultan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2013. Berdasarkan hasil uji hipotesi secara parsial (uji t), Nilai Tukar (Kurs) dan Tingkat Suku Bunga SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan indeks Dow Jones berpengaruh positif dan signifikan terhadap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia selam periode 2010-2013. Nilai R2 dalam model analisis regresi berganda adalah 90.1%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Nilai Tukar (Kurs), Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, dan indeks Dow Jones mampu menjelaskan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2013 sebesar 90.1% dan sisanya 9.9% dijelaskan oleh factor lain diluar variabel penelitian.