Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketidakadilan Gender dalam Cerpen Inem Karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian Feminisme Eksistensialisme Simone de Beauvoir Riska Moriska; Nadira Azzahra; Nafisa Aulia Putri Pakpahan; Berlian Serevina Harianja; Jail Keni Aguselin Sembiring; Sri Lestari Putri Mulyani Harahap
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan sebagai the Other serta menganalisis bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh Inem dalam cerpen Inem karya Pramoedya Ananta Toer berdasarkan perspektif feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian berupa cerpen Inem dan kutipan-kutipan yang merepresentasikan ketidakadilan gender dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Inem direpresentasikan sebagai the Other, yaitu perempuan yang tidak memiliki kebebasan memilih jalan hidupnya karena terkungkung dalam struktur sosial patriarkal. Bentuk ketidakadilan gender yang dialami meliputi stereotipe gender, subordinasi, marginalisasi, beban kerja ganda, dan kekerasan berbasis gender. Berbagai ketidakadilan tersebut menempatkan Inem dalam kondisi immanensi yang membatasi kebebasannya sebagai individu dan menghalangi pencapaiannya terhadap transendensi sebagai subjek otonom. Kesimpulannya, cerpen Inem merefleksikan bagaimana budaya patriarki mengonstruksi perempuan sebagai pihak yang tersubordinasi serta kehilangan otonomi atas kehidupan dan tubuhnya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami ketidakadilan gender dalam karya sastra Indonesia melalui lensa feminisme eksistensialisme.
Analisis Penggunaan Bentuk Baku dan Nonbaku pada Judul Berita Daring detik.com Riska Moriska; Nadira Azzahra; Nafisa Aulia Pakpahan; Jufrikhan Manca Nurrin; Jonnes Naibaho
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/fdw38988

Abstract

Penggunaan bahasa dalam media daring memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Salah satu unsur yang berpengaruh terhadap daya tarik berita adalah judul berita, yang sering memadukan penggunaan bahasa baku dan bahasa nonbaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk bahasa baku dan bahasa nonbaku pada judul berita daring Detik.com serta mengidentifikasi kecenderungan pemanfaatannya dalam praktik jurnalistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa 20 judul berita dari Detik.com yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan simak-catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk bahasa baku dan nonbaku berdasarkan KBBI dan EYD Edisi V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa baku lebih dominan digunakan dalam judul berita. Namun, ditemukan pula bentuk bahasa nonbaku yang berupa singkatan, bahasa percakapan, dan istilah asing, seperti lalin, bareng, bikin, owner, dan masterclass. Penggunaan bentuk bahasa nonbaku tersebut berfungsi sebagai strategi jurnalistik untuk menciptakan judul yang lebih ringkas, komunikatif, dan menarik perhatian pembaca. Dengan demikian, judul berita daring Detik.com menunjukkan keseimbangan antara fungsi informatif bahasa baku dan fungsi persuasif bahasa nonbaku.