Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Aplikasi Telegram terhadap Pemahaman Materi PPKn dalam Pembelajaran Online pada Siswa Sekolah Menengah Atas Ismi Adnin; Sapriya; Rahmat; Kurnisar; Abhi Rachma Ramadhan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi Telegram terhadap tingkat pemahaman materi PPKn selama pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (pre-experimental design) dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian melibatkan seluruh siswa kelas XI di UPT SMA Negeri 1 Ogan Ilir, dengan sampel penelitian yaitu 34 siswa dari kelas XI MIPA 1, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang diterapkan meliputi dokumentasi, angket/kuesioner, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Telegram berpengaruh terhadap pemahaman materi PPKn selama pembelajaran daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan aplikasi Telegram terhadap pemahaman materi PPKn sebesar 37,7%, sebagaimana dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan rumus koefisien determinasi menggunakan perangkat SPSS versi 26 yang dianalisis melalui adjusted R square.
Pengaruh Signifikan Penggunaan Gimkit dalam Membangun Self-Awareness Peserta Didik Muhammad Al-Ghazali; Rahmat; Dede Iswandi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan penggunaan media pembelajaran berbasis game, khususnya Gimkit, dalam membangun kesadaran diri (self-awareness) peserta didik. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest, melibatkan dua kelas di SMA Labschool UPI, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan Gimkit dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen tes dan angket, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik seperti paired sample t-test dan analisis gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Gimkit secara signifikan meningkatkan self-awareness peserta didik, dengan rata-rata gain sebesar 65,4993 pada kelas eksperimen dibandingkan 37,1318 pada kelas kontrol. Selain itu, 88,8% responden memberikan tanggapan positif terhadap kemudahan akses, fitur interaktif, dan umpan balik dari Gimkit. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Gimkit efektif sebagai media inovatif untuk mengembangkan aspek sosial-emosional peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Protection or Silencing? Student Participation in Protest and The Future of Civil Society Mohamad Rian Ari Sandi; Rahmat; Syaifullah
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 15 No. 01 (2026): EDUEKSOS: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tqvmdd69

Abstract

The wave of demonstrations involving massive student participation has raised a fundamental dilemma between child protection and the participation right. This research analyzes the paradox of government policies that disguise the prohibition on student demonstrations under the guise of child protection, despite the UN Convention on the Rights of the Child (1989) recognizing both protection and participation rights as equally binding obligations of the state. This research looks at what the government's doing and how it affects students. It uses information from documents, laws, and science journals. The research found three things. First, the government is being too harsh. It does not understand what students need. It thinks that keeping students quiet is the same as keeping them safe. Second, look at what happened in Soweto in 1976 and with the Fridays for Future movement; we can see that student movements can bring about changes. The Soweto movement helped end the treatment of students during apartheid, and Fridays for Future changed the way people think about climate change. These movements are similar to student movements in Indonesia. They are facing resistance from institutions, but they are working together and making a difference. Third, the government's harsh policies are not stopping student movements. Instead, these policies might be hurting the country's ability to pass on values to the next generation. If the government does not start letting students participate and learn about being citizens in a safe way, it could hurt the country's ability to have a strong civil society.