Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pendidikan Berkeadilan Gender terhadap Pemahaman Peserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Nagita Histimuna Aisyah; Iqbal Ahsanul Aula; Nazih Sadatul Kahfi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran diferensiasi dan pendidikan yang berkeadilan gender terhadap pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis uji independent sample t-test. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kedungwuni tahun ajaran 2023/2024, dengan pengambilan sampel sebanyak dua kelas menggunakan teknik cluster random sampling, yang melibatkan 54 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran diferensiasi dan pendidikan berkeadilan gender memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dengan hasil analisis menunjukkan pengaruh sebesar 41,2%.
Utilization of Social Media to Find Arabic Learning Resources A Use and Gratifications Theory Analysis on Students of MAN 1 Yogyakarta Atik Syakiroh; Iqbal Ahsanul Aula
Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature Vol. 9 No. 02 (2025): Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/al-uslub.v9i02.205

Abstract

This research aims to determine how MAN 1 Yogyakarta students use social media to search for Arabic language learning resources and how the Use and Gratifications theory which states that media cannot influence the content someone chooses, including as supporting media for learning, can explain students' behavior in using it. social media for learning Arabic can explain students' behavior in using social media to learn Arabic. This research also aims to find out how MAN 1 Yogyakarta students benefit from using social media to find Arabic language learning resources. This research uses a qualitative-descriptive method to understand other people's understanding of a phenomenon. Data collection in this research was by questionnaire and then the data was analyzed thematically. The results of this research found several ways for students to obtain and use learning information on social media. Students are influenced by the teacher to follow content related to learning Arabic, then the algorithm on social media used by students directs students to related content according to students' interest in content in the form of images or videos, students carry out their own searches, especially on social media Instagram and YouTube. The use and gratification theory can explain students' behavior in using social media as a medium to search for Arabic language learning resources, students have full control over the choice of social media used to search for learning resources, so that social media can be used as a learning medium to help students in independent learning .
Analysis of humanistic-based Islamic education curriculum in addressing moral degradation Muhammad Yoggi Aqsal Darmawan; Iqbal Ahsanul Aula
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.83443

Abstract

The humanistic curriculum provides a solution to educate students to find their identity. In a humanistic curriculum, students are taught to express their human potential as free individuals. However, the freedom granted to students in undergoing the academic process can become a problem if students lack the desire or ability to understand their potential, leading to a loss of direction in their learning process, which can eventually result in moral degradation. This study aims to analyze the development of a humanistic-based Islamic Education curriculum in dealing with the degradation of moral values that occurs in middle-class students. The method used is qualitative with in-depth interviews and reinforced with an in-depth literature study approach, involving analysis of books, journals, and government policy documents. The results of the study indicate that the humanistic curriculum results in a lack of teacher authority in providing firm direction against violations of norms, which has the potential to cause moral degradation of students. Therefore, a policy update is needed that integrates the balance between teachers and students. This study recommends a review of the policy to be more in line with national education goals and practical needs in the field.   Abstrak Kurikulum humanistik memberikan solusi untuk mendidik siswa menemukan jati dirinya. Pada kurikulum humanistik, siswa diajarkan untuk mengekspresikan potensi sifat kemanusiaannya sebagai individu yang bebas. Namun, kebebasan yang diberikan kepada siswa dalam menjalani proses akademis dapat menjadi masalah jika siswa tidak memiliki keinginan atau kemampuan untuk memahami potensi diri mereka, sehingga mereka mungkin kehilangan arah dalam proses belajar yang akan menggiring pada degradasi moral. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan kurikulum PAI berbasis humanistik dalam menghadapi degradasi nilai moral yang terjadi pada siswa kelas menengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam dan diperkuat dengan pendekatan studi literatur yang mendalam, melibatkan analisis dari buku, jurnal, dan dokumen kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum humanistik menimbulkan kurangnya otoritas guru dalam memberikan arahan tegas terhadap pelanggaran norma, yang berpotensi terjadinya degradasi moral siswa. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan yang mengintegrasikan keseimbangan antara guru dan siswa. Penelitian ini merekomendasikan peninjauan kembali kebijakan agar lebih sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan praktis di lapangan. Kata Kunci: degradasi moral; pendidikan agama Islam; kebijakan pendidikan Islam