Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Media Virtual Reality Berbantuan Google Cardboard Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Assa’adah Bungah Gresik Tahun Ajaran 2019/2020 Fina Nabilah Layalia; Abdul Rosyid; Ahmad Jami'ul Amil
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i2.4519

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam menuangkan ide menjadi sebuah karya tulis puisi serta kurangnya pemanfaatan media dalam pembelajaran. Rumusan masalah pada penelitian ini yakni bagaimanakah pengaruh media virtual reality berbantuan google cardboard terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas X SMA Assa’adah Bungah Gresik tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan perencanaan penelitian Quasi Eksperimental Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Assa’adah Bungah Gresik tahun ajaran 2019/2020, dengan sampel sebanyak 2 kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data tes keterampilan menulis puisi menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (uji signifikansi). Hasil penelitian (1) Kemampuan menulis puisi kelas eksperimen saat pelaksanaan posttest lebih baik dari pada pelaksanaan pretest. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media virtual reality berbantuan google cardboard terhadap kemampuan menulis puisi siswa. (3) Respons siswa terhadap media virtual reality berbantuan google cardboard sangat positif dengan memperoleh rata-rata 92,89%. (4) Keterlaksanaan pembelajaran dengan media virtual reality berbantuan google cardboard memperoleh persentase 93% dengan kategori “sangat baik”.Kata kunci : google cardboard, keterampilan menulis puisi, media virtual reality.
Penyusunan Program Pembelajaran Individu Pada Pembelajaran Bahasa Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Keleyan Bangkalan Madura Mixghan Norman Antono; Abdul Rosyid
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2021): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v8i1.4863

Abstract

Abstrak. Program pembelajaran individu merupakan bentuk upaya untuk memberikan pembelajaran yang maksimal bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dalam bidang Bahasa, program pembalajaran ini dapat memfasilitasi ABK dalam proses pembelajaran Bahasa sesuai dengan usia pemerolehannya. Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada penyusunan program pembelajaran Bahasa yang didesain dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dengan beberapa tahapan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapang. Hasil penelitian ini menunjukan dengan disusunnya program pembelajaran individu pada pembelajaran Bahasa menjadikan pembelajaran keterampilan berbahasa tidak tumpang tindih karena menyajikan program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik ABKKata kunci: Pembelajaran Individu, Inklusi, Bahasa
Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Indegenous Culture bagi Peserta Didik ABK di Sekolah Non-Inklusi di Madura Mixghan Norman Antono; Abdul Rosyid
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2022): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v9i2.7962

Abstract

Abstrak. Keterampilan berbahasa merupakan keterampilan dasar hidup yang harus dikuasai oleh seluruh manusia tanpa terkecuali. Keterampilan ini meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Secara eksplisit keterampilan ini telah diajarkan kepada manusia di fase awal kehidupannya baik secara formal maupun nonformal. Bagi manusia yang dilahirkan normal transformasi pengetahuan keterampilan ini dimungkinkan berjalan tanpa hambatan, tetapi akan sedikit berbeda jika transformasi ini ditujukan untuk manusia yang dilahirkan dengan spektrum kebutuhan khusus tertentu yang secara bersamaan mereka ditempatkan pada sebuah keadaan yang “normal”. Mereka akan sedikit lebih sulit menerima bentuk pengetahuan baru yang dibutuhkan ketika melaksanakan pembelajaran keterampilan berbahasa ini. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang dengan pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis Indegeneous Culture atau budaya asli untuk memudahkan mereka mengenali konsep-konsep pengetahuan yang diajarkan melalui peningkatan keterampilan berbahasa. Hasilnya, setelah menggunakan media interaktif ini didapati bahwa adanya peningkatan motivasi belajar bagi peserta didik ABK untuk mengembangkn potensinya diantara peserta didik “normal” lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang mengutamakan deskripsi dari setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Penelitian diawali dengan menganalisis karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus dan mengimplemnetasikan media pembelajaran interaktif yang menunjukan fakta naiknya atensi peserta didik berkebutuhan khusus terhadap pembelajaran Bahasa IndonesiaKata Kunci: Pendidikan inklusi, Anak berkebutuhan khusus, indigenous culture, media pembelajaran.
Implementation of Differentiated Instruction for BIPA Students in Learning the Indonesian Language Heny Subandiyah; Fahri Fahri; Fithriyah Inda Nur Abida; Nadia Cao Jia; Abdul Rosyid; Etik Minarti
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 7 No 1 (2026): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v7i1.1580

Abstract

Purpose of the Study: This study explores the implementation of differentiated instruction in teaching Bahasa Indonesia to foreign speakers, focusing on how adaptive teaching strategies address linguistic and cultural barriers while enhancing learners' communicative competence. Differentiated instruction allows educators to modify content, processes, and assessments based on students’ varying proficiency levels, learning preferences, and cultural contexts creating an inclusive and engaging language-learning environment. Methodology: A qualitative case study approach was employed to provide an in-depth understanding of instructional practices. The participants were 20 foreign students (8 males and 12 females) from diverse countries enrolled in a Bahasa Indonesia course at the State University of Surabaya. Data were gathered through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis. Thematic analysis was applied to identify patterns in instructional adaptation, learner engagement, and classroom implementation challenges. Main Findings: The results demonstrated that differentiated instruction significantly improved students’ language acquisition, participation, and motivation. Learners benefited from varied learning activities, technology-enhanced tools, and flexible assessment approaches that accommodated different linguistic abilities and cultural backgrounds. Nevertheless, the study identified challenges in lesson preparation time and teachers’ capacity to maintain instructional consistency. Novelty/Originality of this Study: This research offers one of the first comprehensive examinations of differentiated instruction in the context of Bahasa Indonesia as a foreign language. It offers a culturally responsive pedagogical model that bridges linguistic diversity with inclusive education principles, providing theoretical and practical guidance for educators seeking to enhance equitable, learner-centered language teaching practices in multicultural classrooms.