Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menganalisis Perbandingan Sistem Pendidikan Sekolah Menengah Atas di Indonesia dan Malaysia Sela Juliyanti; LR Retno Susanti; Erna Retna Safitri; Fakhili Gulo
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol. 8 No. 1 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i1.14580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sistem pendidikan sekolah menengah atas di indonesia dan malaysia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang menggunakan metode library research yang memanfaatkan bahan pustaka sebagai sumber informasi dan data yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Telah didapat hasil Di Indonesia, pendidikan menengah atas berlangsung selama tiga tahun dengan pemilihan jurusan pada kelas 11, sementara di Malaysia berlangsung dua tahun dengan pilihan jalur pada tingkatan 4. Kurikulum Merdeka di Indonesia menekankan kreativitas dan pembelajaran mandiri, sedangkan KSSM di Malaysia fokus pada keterampilan berpikir kritis dan nilai-nilai spiritual. Penilaian di Indonesia menggunakan AKM dan penilaian berbasis sekolah, sedangkan Malaysia mengandalkan SPM dan PBS. Dalam metode pembelajaran, Indonesia mulai mengadopsi PBL dan PjBL, sedangkan Malaysia telah menerapkan pembelajaran abad ke-21. Teknologi pendidikan di kedua negara semakin berkembang, dengan Indonesia menggunakan platform seperti Google Classroom, dan Malaysia memanfaatkan Frog VLE. Penelitian ini memberikan wawasan untuk pengembangan sistem pendidikan di kedua negara Kata Kunci: Sistem Pendidikan, Indonesia, Malaysia
Bridging the Digital Divide in Elementary Science Education: A Needs Analysis for Developmentally Appropriate E-Learning Media Sela Juliyanti; Sardianto Markos Siahaan; Makmum Raharjo
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2885

Abstract

The integration of technology-enhanced learning in elementary education remains challenging due to limited developmentally appropriate digital media. This study examines stakeholder needs for GlideApps-based e-learning development in elementary IPAS education, specifically for the five senses topic. A convergent parallel mixed-methods design was employed, collecting data from 608 fifth-grade students and 32 teachers across 18 elementary schools in Jejawi District through validated questionnaires utilizing five-point Likert scales. Data were analyzed using descriptive percentages and thematic analysis across six dimensions: pedagogical, technical, cognitive, aesthetic, sociocultural, and evaluative. All stakeholder groups demonstrated high needs (79-91%), with evaluation aspects achieving the highest priority (91.10%), followed by cognitive support (87.20%) and aesthetic design (86.60%). Students exhibited holistic need patterns with minimal variance across dimensions (2.4 percentage points), while teachers prioritized cognitive aspects (85.38%). Sociocultural integration, though still needed (79.30%), ranked relatively lower across all groups.  Findings reveal that elementary learners approach technology-mediated learning more holistically than older students, requiring balanced attention to evaluation systems, multimedia content, visual appeal, technical accessibility, pedagogical alignment, and cultural relevance. The study provides a replicable framework for needs analysis in elementary educational technology contexts and offers evidence-based priorities for developing interactive digital learning media that authentically serve elementary students' developmental characteristics while supporting Indonesian science education goals.