Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN STEAM MELALUI PERAKITAN ROBOT LINE FOLLOWER DI SMPN 3 NATAR Nia Saputri Utami; Suratun Nafisah; Afit Miranto; Khansa Salsabila Suhaimi; Nova Anika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.36136

Abstract

Perkembangan teknologi robotika dari waktu ke waktu sangat mengagumkan. Produk teknologi robotika tersedia semakin banyak dan bervariasi mulai dari robot yang paling sederhana sampai dengan yang paling canggih sehingga robot dapat sesuai untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Melihat dari besarnya dampak teknologi robotika di masa mendatang, maka sangat diperlukan pengenalan teknologi ini kepada para siswa sekolah agar dapat menjadi inventor di bidang teknologi robotika agar Indonesia mampu menghasilkan teknologi yang bersaing dengan negara-negara maju. Pengenalan teknologi robot di sekolah dapat dilakukan dengan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang menggabungkan lima bidang ilmu yaitu sains, teknologi, teknik, seni dan matematika. Metode ini dapat mendorong siswa untuk lebih berperan aktif, berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam menyelesaikan suatu permasalahan. SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) 3 Natar belum memiliki materi pelajaran atau media pembelajaran ataupun ekstrakurikuler yang terkait dengan bidang ilmu robotika. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan insan akademis yang terkait dengan bidang teknologi robotika tersebut. Oleh karena itu, melalui kegiatan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) ini, diharapakan dapat memberikan wawasan dan pemahaman mengenai teknologi robotika khususnya robot line follower yang dapat dijadikan sebagai permainan menarik selama proses pembelajaran. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pemahaman para siswa mengenai robot line follower meningkat setelah melewati proses pembelajaran berbasis metode STEAM. Para siswa ikut aktif berpartisipasi baik dalam bentuk diskusi maupun saat praktik langsung. Kegiatan pembelajaran yang dikemas menarik dengan memasukkan unsur permainan membuat para siswa antusias, beresemangat, dan senang mengikuti kegiatan.
Kalibrasi Sensor Tegangan Berbasis Least Square Untuk Meteran Energi Rumah Tangga Khansa Salsabila Suhaimi; Ali Muhtar; Yusuf Kurniawan; Dean Corio; Nia Saputri Utami
Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan Vol. 13 No. 2 (2025): TELEKONTRAN vol 13 no 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/telekontran.v13i2.17889

Abstract

Upaya efisiensi energi dapat diwujudkan melalui penerapan smart energy meter pada rumah tangga yang akurat dan terkalibrasi. Salah satu tantangannya ada pada keterbatasan akurasi sensor tegangan, salah satunya ZMPT101B yang banyak digunakan namun belum banyak dikaji secara khusus dalam literatur ilmiah. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi kalibrasi sensor tegangan ZMPT101B dengan pendekatan matematis yang sistematis dan evaluasi komprehensif menggunakan data rentang penuh 5–250 V. Tujuannya adalah meningkatkan akurasi pengukuran tegangan listrik, khususnya untuk aplikasi meteran energi rumah tangga. Sensor ZMPT101B dihubungkan dengan mikrokontroler Arduino Uno, dikalibrasi, dan diuji pada rentang tegangan 5–250 V dengan interval 5 V. Proses kalibrasi dilakukan dengan dua model matematis dari metode least-square, yaitu regresi linear dan regresi polinomial orde dua. Hasil metrik evaluasi menunjukkan bahwa model regresi linear dan model regresi polinomial mampu menurunkan deviasi pengukuran hingga 2 V (RMSE) dengan kesalahan relatif 2% (MAPE). Temuan tersebut menyoroti potensi metode kalibrasi sistematis untuk mendukung keandalan meteran energi pintar berbasis IoT berbiaya rendah, sehingga mendukung efisiensi energi rumah tangga di era digital
Analisis Respon Transient Pada Self Balancing Mobile Robot Berbasis Kendali PID-Kompensator Nia Saputri Utami; Khansa Salsabila Suhaimi
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v7i1.25734

Abstract

Abstrak Self Balancing Mobile Robot (SBMR) merupakan sistem dinamis yang bersifat tidak stabil sehingga membutuhkan sistem kendali yang dapat menghasilkan respon sistem cepat dan stabil untuk mempertahankan posisi keseimbangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa pengendali Proportional Integral Derivative (PID) dan mengevaluasi pengaruh penambahan kompensator terhadap karakteristik respon transien dan respon steady state SBMR. Model matematis sistem direpresentasikan dalam bentuk fungsi alih dan disimulasikan dengan konfigurasi pengendali PID serta kombinasi PID+lead, PID+lag, serta PID+lead-lag. Parameter respon transien yang dianalisis meliputi rise time, settling time, peak time, maximum overshoot, serta galat keadaan tunak. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengendali PID menghasilkan respon sistem yang stabil dengan parameter respon transien rise time sebesar 0,01250 detik, settling time 0,21327 detik, peak time 0,03914 detik, dan maximum overshoot sebesar 27,466%. Setelah ditambahkan kompensator lead, performa respon transien mengalami peningkatan dengan rise time menjadi lebih cepat di 0,00502 detik, settling time yang menurun di 0,15520 detik, peak time di 0,0632 detik, dan maximum overshoot yang juga berkurang signifikan hingga menjadi 9,598%. Selain itu, baik pengendali PID maupun PID+lead menghasilakn galat kesalahan tunak sebesar 3,3%. Kombinasi PID dengan kompensator yang lain yaitu PID+lag dan PID+lead lag menghasilkan respon sistem yang berosilasi dengan amplitudo besar sehingga sistem yang semula sudah stabil dengan pengendali PID saja, menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, dari ketiga kombinasi yang telah dicoba, pada SMBR ini lebih cocok menggunakan kombinasi PID dan kompensator lead karena efektif dalam meningkatkan kecepatan respon transien dan manjaga kestabilan SBMR. Kata kunci — kompensator lead, kompensator lag, kompensator lead-lag, PID, respon transien, sistem kendali. Abstract A Self balancing mobile robot (SBMR) is an unstable dynamic system that requires a good control strategy to achieve a stable and fast response system while maintaining its equilibrium position. This paper demonstrates modelling dan controlling SBMR using Proportional Integral Derivative (PID) and Compensators, with an analysis of its transient and steady state response. The mathematical model of system is represented in a transfer function and then simulated using a PID controller and three configurations of PID+lead compensator, PID+lag compensator, and PID+lead-lag compensator. It would analyze transient response characteristic such as rise time, settling time, peak time, and maximum overshoot. It is also analyzing steady state error from steady state response. The simulation results show that PID controller yields a stable system response with a rise time of 0,01250 second, settling time of 0,21327 second, peak time of 0,03914 second, and maximum overshoot 27,466%. The addition of a lead compensator improves the transient response performance by reducing the rise time to 0,00502 second, settling time to 0,15520 second. Meanwhile the peak time slower to 0,0632 second and maximum overshoot is significantly reduced to 9,598%. Furthermore, both the basic PID dan PID+lead yields a stable system with 3,3% steady state error. In contrast, PID+lag and PID+lead-lag reslut in highly oscillatory responses with a large amplitude, causing the system, which is initially stable under PID basic controller, to become unstable. Therefore, among the three compensator, the PID+lead is the most suitable for the SBMR in this study, as it effectively improves the transient response faster while maintaining system stability. Keywords — controll system, lead compensator, lag compensator, lead-lag compensator, PID, transient response.