Wigbertus Gaut Utama
Program Studi Peternakan, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG DESAIN DAN MANAJEMEN KANDANG YANG BAIK SERTA RAMAH LINGKUNGAN Hilarius Yosef Sikone; Wigbertus Gaut Utama; Puspita Chaya Ahmadi; Nautus Stivano Dalle; Maria Apriliana Ade Karlina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29885

Abstract

Abstrak: Ternak babi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu aspek penting ketika memelihara ternak babi adalah kandang. Kandang harus didesain/dirancang agar tak menimbulkan polusi/ pencemaran lingkungan. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/pemahaman dan ketrampilan masyarakat di desa Golowua tentang desain dan manajemen kandang yang baik dan ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024, di desa Golowua, yang diikuti oleh 25 orang anggota masyarakat peternak babi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode penyuluhan, dan demonstrasi cara sanitasi kandang serta pembuatan pupuk bokashi yang ramah lingkungan. Kegiatan awal berupa pre-test kemudian dilakukan penyuluhan, dilanjutkan dengan demonstrasi cara sanitasi kandang dan proses pengolahan limbah berupa pembuatan pupuk bokashi. Kegiatan PkM di desa Golowua berhasil dilaksanakan dengan baik dan ditutup oleh kegiatan evaluasi hasil berupa post-test yang menghasilkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang desain dan manajemen kandang yang baik dan ramah lingkungan rata-rata sebesar 56,5% sekaligus meningkatkan keterampilan dalam pembuatan bokashi.Abstract: Pig farming has become an inseparable part of people's lives in East Nusa Tenggara (NTT). One of the important aspects when raising pigs is the barn. The cage must be designed/designed so as not to cause environmental pollution/pollution. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to increase the knowledge/understanding and skills of the community in Golowua village about good and environmentally friendly cage design and management. This activity was held in December 2024, in Golowua village, Langke Rembong district, Manggarai regency, which was attended by 25 members of the pig farming community. The methods used in the implementation of this activity are counseling methods, and demonstrations of how to sanitize cages and make environmentally friendly bokashi fertilizer. The initial activity was in the form of a pre-test and then counseling was carried out, followed by a demonstration of how to sanitize cages and the waste treatment process in the form of making bokashi fertilizer. The PkM activity in Golowua village was successfully carried out and closed by an evaluation of the results in the form of a post-test which resulted in an increase in community knowledge about good and environmentally friendly cage design and management by an average of 56.5% while improving skills in making bokashi.
EDUKASI GIZI ANAK MELALUI PENGENALAN MANFAAT SUSU DI KAPELA STASI WATU ALO: UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN GIZI SEJAK DINI Aleksius Arwandi Jeramat; Nautus Stivano Dalle; Wigbertus Gaut Utama; Roslin Gultom; Hilarius Yosef Sikone; Elisabeth Yulia Nugraha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35707

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak usia 4-12 tahun sebanyak 45 orang mengenai pentingnya konsumsi susu bagi pertumbuhan dan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kapela Stasi Watu Alo dengan mengusung tema “Kenali Kebaikan Susu: Gizi Terpenuhi Prestasi Tercapai.” Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu survei dan persiapan, pelaksanaan kegiatan edukatif, serta evaluasi hasil kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan edukasi interaktif yang mencakup pemberian materi, permainan edukatif, kegiatan minum susu bersama, serta pengisian pre-test dan post-test sederhana untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak-anak secara signifikan; sekitar 90% peserta mampu menjawab benar pertanyaan post-test terkait manfaat susu setelah kegiatan berlangsung. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif selama kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan literasi gizi anak, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas keagamaan dalam mendukung penyebaran informasi gizi yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model kegiatan pengabdian yang dapat dikembangkan di wilayah lain untuk menanamkan kebiasaan minum susu sejak dini.Abstract: This community service activity aimed to increase the knowledge and awareness of children aged 4-12 years about the importance of milk consumption for growth and health. The activity was carried out at Kapela Stasi Watu Alo under the theme “Knowing the Goodness of Milk: Nutrition Fulfilled, Achievement Achieved.” The implementation consisted of three main stages: location survey and preparation, educational activities, and evaluation. The educational stage included interactive learning through presentations, educational games, a milk-drinking session, and simple pre- and post-tests to measure the participants’ improvement in understanding. The results showed a significant increase in children’s knowledge, with about 90% of participants correctly answering post-test questions about the benefits of milk. Children were highly enthusiastic and actively involved throughout the activity. These findings indicate that interactive educational methods are effective in improving nutrition literacy among children, particularly in rural areas. The program also highlights the effectiveness of faith-based community approaches in disseminating nutrition information more broadly and sustainably. Therefore, this activity can serve as a model for future community engagement programs aimed at fostering healthy milk-drinking habits from an early age.