Aleksius Arwandi Jeramat
Program Studi Peternakan, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN KETERAMPILAN SISWA SMK PETERNAKAN, KABUPATEN MANGGARAI DALAM PENYUSUNAN PAKAN TERNAK MELALUI METODE PEARSON SQUARE Roselin Gultom; Hendrikus Demon Tukan; Maria Tarsisia Luju; Maria Aprilia Ade Karlina; Aleksius Arwandi Jeramat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33481

Abstract

Abstrak: Pelatihan formulasi pakan berbasis metode Pearson Square dilakukan untuk meningkatkan kapasitas siswa SMK Peternakan Manggarai dalam menyusun ransum seimbang menggunakan bahan pakan lokal. Masalah yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman nutrisi ternak dan rendahnya keterampilan praktis formulasi pakan. Kegiatan melibatkan 40 siswa dengan metode demonstratif-partisipatif, mencakup teori, diskusi, latihan, proyek ransum, dan evaluasi pre-test serta post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dari 43,3% menjadi 90%, dengan kemampuan kreatif dalam memanfaatkan bahan lokal seperti jagung, dedak, dan tepung ikan. Pelatihan ini efektif mendukung penguatan keterampilan praktis siswa serta optimalisasi sumber daya pakan lokal, sehingga berkontribusi pada ketahanan pakan dan peningkatan kapasitas calon praktisi peternakan.Abstract: A Pearson Square-based feed formulation training was conducted to enhance the capacity of vocational high school students in Manggarai to prepare balanced rations using local feed resources. The main challenges included a limited understanding of animal nutrition and low practical feed formulation skills. The program involved 40 students using a demonstrative-participatory method, including theory, discussion, exercises, project-based ration preparation, and pre- and post-test evaluation. Results showed an improvement in student knowledge and skills from 43.3% to 90%, with creative utilization of local ingredients such as corn, rice bran, and fish meal. This training effectively strengthened practical skills and optimized local feed resources, contributing to feed security and the capacity development of future livestock practitioners.
EDUKASI GIZI ANAK MELALUI PENGENALAN MANFAAT SUSU DI KAPELA STASI WATU ALO: UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN GIZI SEJAK DINI Aleksius Arwandi Jeramat; Nautus Stivano Dalle; Wigbertus Gaut Utama; Roslin Gultom; Hilarius Yosef Sikone; Elisabeth Yulia Nugraha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35707

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak usia 4-12 tahun sebanyak 45 orang mengenai pentingnya konsumsi susu bagi pertumbuhan dan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kapela Stasi Watu Alo dengan mengusung tema “Kenali Kebaikan Susu: Gizi Terpenuhi Prestasi Tercapai.” Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu survei dan persiapan, pelaksanaan kegiatan edukatif, serta evaluasi hasil kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan edukasi interaktif yang mencakup pemberian materi, permainan edukatif, kegiatan minum susu bersama, serta pengisian pre-test dan post-test sederhana untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak-anak secara signifikan; sekitar 90% peserta mampu menjawab benar pertanyaan post-test terkait manfaat susu setelah kegiatan berlangsung. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif selama kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan literasi gizi anak, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas keagamaan dalam mendukung penyebaran informasi gizi yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model kegiatan pengabdian yang dapat dikembangkan di wilayah lain untuk menanamkan kebiasaan minum susu sejak dini.Abstract: This community service activity aimed to increase the knowledge and awareness of children aged 4-12 years about the importance of milk consumption for growth and health. The activity was carried out at Kapela Stasi Watu Alo under the theme “Knowing the Goodness of Milk: Nutrition Fulfilled, Achievement Achieved.” The implementation consisted of three main stages: location survey and preparation, educational activities, and evaluation. The educational stage included interactive learning through presentations, educational games, a milk-drinking session, and simple pre- and post-tests to measure the participants’ improvement in understanding. The results showed a significant increase in children’s knowledge, with about 90% of participants correctly answering post-test questions about the benefits of milk. Children were highly enthusiastic and actively involved throughout the activity. These findings indicate that interactive educational methods are effective in improving nutrition literacy among children, particularly in rural areas. The program also highlights the effectiveness of faith-based community approaches in disseminating nutrition information more broadly and sustainably. Therefore, this activity can serve as a model for future community engagement programs aimed at fostering healthy milk-drinking habits from an early age.
OPTIMALISASI KESEJAHTERAAN TERNAK BABI DALAM PENERAPAN PRAKTIK YANG BERKELANJUTAN Elisabeth Yulia Nugraha; Hendrikus Demon Tukan; Aleksius Arwandi Jeramat; Nautus Stivano Dalle; Hilarius Yosef Sikone; Gaudensius Oktofibryanto Padua; Silvester Luki Jamba; Marianus Supardi Jehatu; Claudius Lippershey Bright Caling
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23175

Abstract

Abstrak: Peternak babi di Kecamatan Reok menghadapi tantangan besar dalam praktik beternak mereka, termasuk kesejahteraan hewan, penyakit, dan dampak lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan menjaga lingkungan melalui praktik beternak babi yang berkelanjutan melalui peningkatan kemampuan hardskill dan softskill para peternak. Dengan memberikan pelatihan, penyuluhan, pendampingan, dan menerapkan praktik berkelanjutan, diharapkan masyarakat Reok dapat meningkatkan efisiensi beternak, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan pendapatan. Kolaborasi antara enam orang dosen, tiga orang mahasiswa, Kepala Camat Reok, dan empat puluh lima orang peternak babi yang berada di Kecamatan Reok bertujuan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan kesejahteraan ekonomi yang lebih baik di Reok. Sistem evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk menilai efektivitas kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan pemahaman peternak tentang praktik berkelanjutan meningkat dari 47% menjadi 80%. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan di Kecamatan Reok. Abstract: Pig farmers in the Reok District face significant challenges in their farming practices, including animal welfare, diseases, and environmental impacts. This community service aims to improve the welfare of farmers and preserve the environment through sustainable pig farming practices by enhancing both the hard and soft skills of the farmers. By providing training, education, mentoring, and implementing sustainable practices, it is hoped that the Reok community can increase farming efficiency, reduce environmental impact, and enhance income. Collaboration between six lecturers, three students, the Head of the Reok District, and forty-five pig farmers in the Reok District aims to create a sustainable environment and better economic well-being in Reok. The evaluation system employs pretest and posttest methods to assess the effectiveness of the community service. The evaluation results indicate a significant improvement, with pig farmers' understanding of sustainable practices increasing from 47% to 80%. Thus, this community service is expected to make a significant contribution to the welfare and environmental sustainability in the Reok District.