Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH E-COMMERCE, MEDIA SOSIAL, DAN GAYA HIDUP TERHADAP PEMBELIAN FASHION MUSLIM OLEH GENERASI Z DI PEKANBARU Yusnidar Yusnidar; Muhammad Adrian Agusta; Achmad Tavip Junaedi
Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 13 No 3 (2025): Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/procuratio.v13i3.4963

Abstract

This study aims to analyze the influence of E-Commerce, social media, and lifestyle on Muslim fashion purchasing decisions by Generation Z in Pekanbaru City. Generation Z is an age group that is highly exposed to digital technology and tends to have a consumptive lifestyle, especially in terms of fashion that is in accordance with religious identity and current trends. This study uses a quantitative approach with a survey method of 100 Gen Z respondents who actively use e-commerce and social media platforms. Data analysis was carried out using multiple linear regression and moderation analysis to see the role of consumptive lifestyle in strengthening the relationship between social media and purchasing decisions. The results of the study indicate that E-Commerce and social media have a significant influence on Muslim fashion purchasing decisions. In addition, consumptive lifestyle has been shown to strengthen the influence of social media on impulsive buying behavior. These findings indicate the importance of an integrated digital marketing strategy and an in-depth understanding of Gen Z characteristics in developing the Muslim fashion industry in Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Commerce, media sosial, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian fashion muslim oleh Generasi Z di Kota Pekanbaru. Generasi Z merupakan kelompok usia yang sangat terpapar teknologi digital dan cenderung memiliki gaya hidup konsumtif, terutama dalam hal fashion yang sesuai dengan identitas religius dan tren masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden Gen Z yang aktif menggunakan platform e-commerce dan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan analisis moderasi untuk melihat peran gaya hidup konsumtif dalam memperkuat hubungan antara media sosial dan keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Commerce dan media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian fashion muslim. Selain itu, gaya hidup konsumtif terbukti memperkuat pengaruh media sosial terhadap perilaku pembelian impulsif. Temuan ini mengindikasikan pentingnya strategi pemasaran digital yang terintegrasi serta pemahaman mendalam terhadap karakteristik Gen Z dalam mengembangkan industri fashion muslim di Pekanbaru.
Integrasi Augmented Reality Berbasis Budaya Lokal dalam Pemasaran UMKM untuk Keunggulan Kompetitif Annisa Mardatillah; Sri Yuliani; Lilis Marina Angraini; Yusnidar Yusnidar
SYNERGY: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/synergy.v6i1.89

Abstract

In order to better understand how culture-based augmented reality (AR) helps MSMEs in the creative sector boost their competitive edge, this study looks into the topic. Prior research has mostly focused on augmented reality (AR) as a promotional or technological tool, but little focus has been placed on how AR might be used to strategically activate local cultural values. This study uses a qualitative methodology to fill this gap by applying NVivo-assisted thematic analysis to the analysis of observational and in-depth interview data. According to the results, culture-based augmented reality serves as a fundamental strategic tool that combines digital marketing strategy, user experience, product differentiation, and cultural authenticity. By converting cultural histories, symbols, and identities into immersive digital interactions, augmented reality (AR) improves experience value and increases emotional customer engagement and perceived product value. The findings also show that by enhancing exposure, interaction, and shareability, AR-based cultural content promotes the spread of innovation via social media. Furthermore, it becomes clear that dynamic capacities and technology literacy are essential enabling aspects for MSMEs to use AR sustainably. This study theoretically expands on the Resource-Based View by showing how immersive digital technology might transform local culture into a unique and valuable resource. From a practical standpoint, the results indicate that incorporating AR with cultural values can help MSME competitiveness in the digital economy. It is recommended that future studies employ mixed-methods or quantitative methodologies to validate the suggested conceptual model in larger cultural contexts
DAYA SAING UMKM MELALUI KEMASAN BERKELANJUTAN: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI TERENGGANU, MALAYSIA Annisa Mardatillah; Evi Zubaidah; Normala Binti Riza; Yusnidar Yusnidar; Annisa Rahma Yuli
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43764

Abstract

Kemasan produk berperan penting memberikan daya tarik untuk meningkatkan minat konsumen serta daya saing produk di pasar. Namun, masih terdapat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menggunakan kemasan berbahan plastik konvensional yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha UMKM Batik Lambo Sari di Terengganu, Malaysia, untuk dapat memanfaatkan sustainable packaging berbahan ramah lingkungan. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan, kelompok mitra diperkenalkan dengan konsep kemasan berkelanjutan, seperti penggunaan bahan daur ulang ramah lingkungan berbasis sumber daya terbarukan. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman peserta semakin meningkat terhadap kemasan berkelanjutan dan peserta mulai mampu memahami mendesain kemasan yang ramah lingkungan dengan tetap mengkedepankan aspek fungsional dan estetika. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk mendorong adopsi kemasan berkelanjutan secara lebih luas. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait industri, inovasi, dan infrastruktur, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.