Rintan Nuzul Ainy
Akuntansi, Universitas Ahmad Dahlan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS ANGGOTA KOPERASI DIFABEL MELALUI PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN DAN DIFERENSIASI PRODUK Rusdianto Rusdianto; Rintan Nuzul Ainy; Bagus Gumelar; Tedy Setiadi; Sudarmini Sudarmini; Lutfir Rahman Sihono; Alfian Lingga Bagaskara; Rista Ayu Suryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39457

Abstract

Abstrak: Anggota Koperasi Pemasaran Bangun Akses Kemandirian Difabel menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan usaha dan pengembangan diferensiasi produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Koperasi Pemasaran Bangun Akses Kemandirian Difabel melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana dan diferensiasi produk dengan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, diskusi, praktik sederhana, serta evaluasi pascakegiatan menggunakan kuesioner self-evaluation 10 pertanyaan terkait pemahaman dan persepsi manfaat kegiatan dengan penilaian skala likert 5 poin. Kegiatan diikuti oleh 60 anggota koperasi dan dilaksanakan di salah satu rumah anggota koperasi daerah Ngaglik, Sleman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, tercermin dari 93,8% peserta yang memahami pencatatan keuangan usaha, 93,4% yang menilai pelatihan bermanfaat, dan 90,6% yang menyatakan kesiapan melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya target pasar dan keunikan produk sebagai bagian dari penguatan daya saing usaha. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan soft skills dan hard skills awal peserta dalam pengelolaan usaha, serta mendukung pengembangan koperasi yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.Abstract: Members of the Bangun Akses Kemandirian Difabel Marketing Cooperative face challenges in business financial record-keeping and product differentiation. This community service activity aims to enhance the capacity of members of the Bangun Akses Kemandirian Difabel Marketing Cooperative through training in simple financial record-keeping and product differentiation using a participatory approach. Implementation methods include training, discussions, simple practical exercises, and post-activity evaluation using a 10-question self-evaluation questionnaire regarding understanding and perception of the activity’s benefits, assessed on a 5-point Likert scale. The activity was attended by 60 cooperative members and was held at the home of one of the cooperative members in the Ngaglik area, Sleman. The results of the activity showed an increase in participants’ understanding, reflected in 93.8% of participants who understood business financial record-keeping, 93.4% who rated the training as beneficial, and 90.6% who stated their readiness to perform financial record-keeping on a regular basis. Participants also demonstrated a good understanding of the importance of target markets and product uniqueness as part of strengthening business competitiveness. This activity contributed to strengthening participants’ foundational soft and hard skills in business management, as well as supporting the development of a more independent, inclusive, and sustainable cooperative.
AKUNTANSI BERBASIS EXCEL DAN PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM Pretty Bestari; Rintan Nuzul Ainy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29082

Abstract

Abstrak: UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun banyak yang menghadapi tantangan dalam penyusunan laporan keuangan dan penerapan pemasaran digital. Tujuan dari dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tentang sistem informasi akuntansi berbasis Excel dan pemasaran digital, untuk meningkatkan daya saing UMKM Roti Mahkota yang ada di Rejowinangun Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pelatihan dan pendampingan dengan tiga tahap yaitu pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan satu orang yaitu manajer Roti Mahkota yang dipercaya menjadi wakil pemilik Roti Mahkota. Sistem evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara memberikan kuesioner yang berisi pertanyaan terkait keuangan dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan sebesar 90% pada kemampuan penyusunan laporan keuangan berbasis Excel dan pemasaran digital. Pendekatan ini efektif dalam meningkatan daya saing UMKM Roti Mahkota, memungkinkan mereka uintuk mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan keberlanjutan usaha. Program ini diharapkan dapat membantu pengembangan kapasitas UMKM untuk bersaing di era digital.Abstract: MSMEs play an important role in Indonesia's economy; however, many face challenges in financial reporting and digital marketing implementation. This community service activity aims to enhance skills in Excel-based accounting information systems and digital marketing to improve the competitiveness of Roti Mahkota, an MSME located in Rejowinangun, Yogyakarta. The method used in this activity consists of training and mentoring, carried out in three stages: pre-activity, activity implementation, and activity evaluation. This initiative involves one participant, the manager of Roti Mahkota, who serves as the representative of the business owner. The evaluation process is conducted through questionnaires containing questions related to finance and marketing.The results show a 90% improvement in Excel-based financial reporting skills and digital marketing implementation. This approach has proven effective in enhancing the competitiveness of Roti Mahkota, enabling them to reach a broader market and improve business sustainability. This program is expected to contribute to the capacity development of MSMEs to compete in the digital era.