Moh Farozin
Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WORKSHOP BIMBINGAN KLASIKAL PADA GURU BIMBINGAN DAN KOSELING KABUPATEN KARANGANYAR Mualwi Widiatmoko; Moh Farozin; Fathur Rahman; Ulvina Rachmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27688

Abstract

Abstrak: Program pengabdian ini didasari oleh miminmya pemahaman dan kemampuan para guru bimbingan dan konseling terhadap metode dan teknik dalam layanan bimbingan klasikal yang saat ini idealnya telah terintegrasi dengan teknologi informasi dan digital. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatan kualitas layanan bimbingan klasikal yang diberikan oleh para guru bimbingan dan konseling kepada siswa disekolah. Pelaksanaan workshop dilaksanakan secara blended learning, selanjutnya dilakukan group assignments dan mentoring kepada para peserta yang terdiri dari para guru bimbingan dan konseling SMP Kabupaten Karanganyar sejumlah 30 orang. Instrumen angket yang digunakan pada kegiatan ini terdiri dari 10 butir pertanyaan dan berdsarkan hasil analisis capaian terhadap peningkatan kemampuan dan pemahaman guru bimbingan dan konseling SMP Kabupaten karanganyar dalam layanan bimbingan klasikal sebesar 73,33 %, Sedangkan kontribusi yang diberikan oleh kegiatan workshop terhadap arah perubahan dan perkembangan para peserta adalah 45,45%. Hal tersebut berdasarkan analisis hasil perhitungan nilai N Gain Score sebesar 0,4545.Abstract: This service program is based on the lack of understanding and ability of guidance and counseling teachers towards methods and techniques in classical guidance services which are now ideally integrated with information and digital technology. The purpose of this service program is to improve the quality of classical guidance services provided by guidance and counseling teachers to students at school. The implementation of the workshop was carried out by blended learning, then group assignments and mentoring were carried out to the participants consisting of 30 junior high school guidance and counseling teachers in Karanganyar Regency. The questionnaire instrument used in this activity consisted of 10 questions and based on the results of the analysis of the achievement of increasing the ability and understanding of junior high school guidance and counseling teachers in classical guidance services amounted to 73.33%, while the contribution made by workshop activities to the direction of change and development of the participants was 45.45%. This is based on the analysis of the results of the calculation of the N Gain Score value of 0.4545.
RE-ORIENTASI KODE ETIK ABKIN UNTUK MENINGKATKAN IMPLEMENTASI KODE ETIK DINAMIKA PELAYANAN BK Sugiyanto Sugiyanto; Ulvina Rachmawati; Diana Septi Purnama; Mualwi Widiatmoko; Moh Farozin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30992

Abstract

Abstrak: Pengabdian berupa kegiatan re-orientasi ini dilatarbelakangi rendahnya tingkat pemahaman dan penerapan kode etik dinamika pelayanan BK. Banyak guru BK yang tidak memberikan penjelasan atas hak konseli, pengabaian batasan hubungan, dan rendahnya kerahasian masalah konseli. Kegiatan re-orientasi yang dilakukan secara blended ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi kode etik dinamika pelayanan BK. Adapun partisipan yang dilibatkan adalah 30 guru BK yang menjadi anggota MGBK DIY dan untuk mengukur tingkat pemahaman dan implementasi, partisipan diberikan angket dengan 18 butir pernyataan yang berkaitan dengan kode etik dinamika pelayanan BK (kesepakatan konseling, sikap menghormati keputusan konseli, batasan hubungan, dan kerahasiaan dan dokumentasi). Hasil posttest menunjukkan adanya 83% partisipan berada di tingkat pemahaman yang sangat tinggi (pretest = 93% di tingkat sangat rendah). Selain itu hasil posttest atas penerapan setiap sub kode etik dinamika pelayanan juga menunjukkan peningkatan pada kesepakatan layanan (83% dari 32,5%), kerahasiaan dan dokumentasi (77% dari 34,9%), sikap menghormati keputusan konseli (63% dari 36,3%), dan batasan hubungan profesional (53% dari 38,1%). Hal ini menujukkan melalui metode ceramah, diskusi, dan reflektif yang dilakukan pada kegiatan re-orientasi, guru BK mampu meningkatkan pemahaman dan penerapan kode etik dinamika pelayanan secara signifikan.Abstract: This community services activity, re-orientation of ethics codes, was initiated due to the low level of understanding and implementation of ethical code related to service dynamics in guidance and counseling. Many schools’ counselor poorly in explain the rights of counselees, ignored professional boundaries, and poorly maintained the confidentiality of counselee issues. Re-orientation activity, conducted in a blended format, aimed to enhance both the understanding and implementation of service dynamics ethics codes. The participants were 30 school’s counselor who are members of MGBK Yogyakarta. To measure the level of understanding and implementation, participants were given a questionnaire consist 19 items related to ethics code, including inform consent, respect for counselee’s decisions, professional boundaries, and confidentiality and documentation. Posttest results showed that 83% of participants reached a very high level in understanding (compared to 93% at very low level in pretest). In addition, posttest results for each sub ethics codes of service dynamics showed the significantly increasing in inform consent (83% from 32,5%), confidentiality and documentation (77% form 34,9%), respect for counselee’s decisions (63% from 36,3%), and professional boundaries (53% form 38,1%). These findings indicate that through the combination of discussions and reflective activities in the re-orientation, participants were able to improve their understanding and implementation of service dynamic’s ethic code significantly.