Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kaji Eksperimen Manik Las Hasil Proses Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) menggunakan Kawat Las ER 5356 untuk Manufaktur Aditif Agus Sentana Agus; Dedi Lazuardi; Muhammad Jodi Maulidio; Muhammad Reza Hermawan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 3 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i3.5835

Abstract

Pembuatan produk dengan bahan logam umumnya masih menggunakan proses pengecoran, dimana produk akhir masih memerlukan banyak pengerjaan. Hal ini tentunya membutuhkan tenaga yang lebih besar, biaya produksi yang mahal, dan waktu produksi yang lama. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi proses produksi bahan logam meskipun telah banyak penelitian yang salah satunya adalah teknologi manufaktur aditif. Proses pengelasan dapat digunakan dalam pembuatan produk material logam dengan teknologi las busur standar seperti Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), Gas Metal Arc Welding (GMAW), dan Plasma Arc Welding (PAW). Dan pembuatan produk seperti itu yang dikenal sebagai Wire Arc Additive Manufacturing (WAAM). Wire Arc Additive Manufacturing (WAAM) memiliki keunggulan efisiensi tinggi dan biaya produksi rendah dalam industri skala besar. Pada penelitian ini dikemukakan eksperimen pada proses pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) berbasis WAAM dengan menggunakan kawat las atau filler ER 5356 dan analisis geometri, bentuk, dan makrostruktur logam las atau manik las (bead) sehingga dapat mengetahui kemampuan dalam menyimpan material (kawat las) lapis demi lapis dengan teknologi aditif manufaktur. Dari penelitian ini diperoleh tinggi manik las (bead) rata-rata mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya arus (current), sedangkan lebar manik las rata-rata mengalami kenaikan seiring dengan arus (current) yang digunakan. Untuk struktur mikro manik las (bead) hasil eksperimen pada setiap layer dan arus 100A, 110A, dan 120A masih terdapat cacat porositas, ini terjadi karena sifat material fedstock nya yang rentan terhadap porositas.
Eksplorasi kinerja sepeda listrik hibrida dengan menggunakan kontroler speed control 60A: Studi Eksperimental Syahbardia; Sentana, Agus; Lazuardi, Dedi; Herdiyanto, Ghian
KOLECER Scientific Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/ksjme1120252315229-36

Abstract

Sepeda listrik hibrida yang dibuat melalui modifikasi sepeda konvensional memerlukan speed controller pada motor listrik agar putaran roda dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna. Modifikasi ini terdiri dari beberapa tahap, dan penelitian ini berfokus pada tahap akhir, yaitu pemasangan sistem pengatur putaran motor listrik. Salah satu metode yang digunakan untuk mengatur tegangan terminal (Vt) adalah Pulse Width Modulation (PWM). Pada penelitian ini, sistem PWM menggunakan MOSFET P75NF75 yang mampu mengontrol kecepatan motor listrik DC dengan arus hingga 80 Ampere. Rangkaian kontroler ini dirancang dengan menggunakan penguat operasional (Op-Amp) sebagai pembangkit sinyal PWM, yang memungkinkan penyesuaian tegangan kerja sesuai dengan spesifikasi motor listrik yang digunakan. Pengujian kinerja sistem dilakukan dengan menggunakan amperemeter, voltmeter, tachometer, dan stopwatch untuk mengukur berbagai parameter performa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontroler PWM 60A dapat dipasang dan berfungsi dengan baik pada sepeda listrik hibrida yang telah dimodifikasi. Sistem ini mampu mengatur percepatan dan deselerasi dengan potensiometer sebagai pengendali utama. Dari pengujian, sepeda listrik ini mampu mencapai kecepatan maksimum 30,29 km/jam dengan daya keluaran sebesar 570,87 watt. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem kontrol PWM pada sepeda listrik hibrida dapat meningkatkan efisiensi pengendalian kecepatan serta memberikan kenyamanan dan fleksibilitas dalam penggunaannya.
Synthesis of Silica Gel From Rice Husk Ash for Sustainable Air Conditioning Requirements Syahbardia; Berkah Fajar Tamtomo Kiono; Sonny Handojo Winoto; Mohamad Said Kartono Tony Suryo; Dedi Lazuardi
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.1944

Abstract

An increase in air conditioning demand, driven by global warming and the need for comfort, highlights the importance of energy-efficient systems like desiccant cooling. This research explores using rice husk ash (RHA), an agricultural waste product from Indonesia, to synthesize silica gel for these systems. The study involved synthesizing silica gel from RHA through chemical processes and comparing its sorption capacity to commercial silica gel. Two synthesis methods were tested: a direct reaction of water glass with acid compounds and an impregnation process on honeycomb walls. The results indicate that the direct reaction method produces a silica gel with better pore performance. Ultimately, the study found that RHA from West Java, Indonesia, is a viable raw material for desiccant air conditioning, although its sorption capacity is slightly lower than that of commercial silica gel. This offers a valuable use for agricultural waste.
ANALISIS HASIL PENGUJIAN ALAT DESTILASI MINYAK SEREH DENGAN KAPASITAS 10 KG Putrawan, Pajar; Yudisworo, W. Djoko; Lazuardi, Dedi
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v8i0.1197

Abstract

Lemongrass is one type of essential oil plant, which is considered to have developed. From the distillation of its leaves, lemongrass oil is obtained which is known in the world of trade as Citronella Oil. Currently, the development of essential oils is a major concern for the Indonesian government. Of the various raw materials for making Essential Oils, one of the essential oil raw materials in Indonesia that is good to be developed is Lemongrass. The purpose of this study was to obtain essential oils through the Extraction and Distillation process, obtaining Yield percentage and Water Content. Based on the results of the test and observation, the essential oil produced has physical and chemical characteristics that are in accordance with the requirements. The characteristics of lemongrass essential oil produce essential oils with a specific gravity of 0.86 mg/L.
Pengembangan proses manufaktur tempa dingin untuk  paku ladam kuda Bagdja, Ade; Santoso, Gatot; Hartono, Rachmad; Lazuardi, Dedi; Nurfajar, Farid Budi; Muhammad, Adi; Wijaya, Ahmad; Fadillah, Muhammad Andre; Radiansyah, Arnold Muhammad; Alfriagi, Sandi; Hidayatullah, Rahmat; Ariffalah, Fajar
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 21 No 1 (2026): April
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/jtmi2112026107

Abstract

Peminat Cabang olahraga Pacuan Kuda semakin meningkat di Indonesia. Perlengkapan yang digunakan oleh kuda salah satunya adalah Paku Ladam Kuda. Paku Ladam Kuda digunakan untuk menempelkan ladam pada kuku kuda seperti sepatu pada manusia. Paku Kuda ini masih diimpor. Permasalahan utama adalah teknologi yang dikuasai para Pandai Besi tradisionil, sehingga kualitas produk paku ladam kuda nya kurang konsisten. Untuk menjawab kebutuhan ini, dirancang rangkaian penelitian untuk mengembangkan proses manufaktur tempa dingin paku ladan kuda  yang dapat diimplementasikan oleh para Pandai Besi di Indonesia. Pada Penelitian ini dikembangkan satu set peralatan produksi untuk membuat paku ladam kuda yang terdiri dari satu (1) Drop Hammer serta enam (6) set pasangan cetakannya. Dari enam (6) set cetakan, terdiri dari satu (1) cetakan upsetting, dua (2) cetakan trimming dan empat (4) cetakan tempa dingin. Material cetakan menggunakan Baja S45C serta untuk paku ladam kuda menggunakan kawat timah Pb. Pengujian dilakukan pada 200 spes.imen awal untuk proses tempa I, tempa II, dan tempa III menghasilkan keberhasilan proses tempa sebesar 90%.