Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sebagai Upaya Meningkatkan Potensi Sumber Daya dan Kemandirian Masyarakat Desa Tompotanah dalam Mewujudkan Desa Maritim Unggul Dian Pramana Putra; Sabriani Sabriani; Roslinda Roslinda; Wawan Anggara; Mirwan Mirwan; Muh. Anwar
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1146

Abstract

Desa Tompotanah merupakan wilayah pesisir yang memiliki banyak potensi. Namun, potensi yang dimiliki masih belum dikelola dengan baik oleh masyarakat, seperti belum adanya pengolahan ikan yang variatif dari masyarakat pulau Tanakeke utamanya di Desa Tompotanah yang dapat meningkatkan harga jual ikan dan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan melalui pengolahan ikan, selain itu penebangan hutan mangrove secara terus menerus juga dilakukan untuk dijadikan kayu bakar atau arang yang membuat mangrove perlahan berkurang, kurangnya kesadaran anak-anak desa Tompotanah akan pentingnya sekolah, serta layanan kesehatan yang belum memadai. Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat beberapa potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Desa Tompotanah. Dalam aspek ekonomi, hasil tangkapan ikan nelayan dan keberadaan rumput laut jenis Sargassum sp. yang melimpah dapat berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat dengan penciptaan nilai tambah dari potensi dasar (mentah) tersebut menjadi produk jadi yang lebih menguntungkan. Adapun sistem pemberdayaan yang diterapkan adalah menggunakan metode Asset Based Communities Development (ABCD). Metode ini sesuai dengan pertimbangan kondisi masyarakat Desa Tompotanah dimana model pemberdayaan ABCD menekankan pada pemanfaatan potensi atau aset yang dimiliki dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Aset yang dimaksud dalam metode ini, meliputi aset sumber daya manusia, aset sumber daya laut, aset fisik atau infrastruktur serta aset sosial formal informal, seperti kelompok nelayan dan kelompok PKK. Hasil yang diperoleh dalam program pemberdayaan ini, yakni: 1) Peningkatan pendapatan masyarakat nelayan desa Tompotanah melalui pengembangan produk wirausaha sambal juku; 2) Akses informasi beasiswa dan informasi pendidikan di perguruan tinggi yang tersedia dan dapat dijangkau dengan mudah; 3) Peningkatan pengetahuan literasi digital masyarakat desa Tompotanah; 4) Berkurangnya sampah plastik di lingkungan rumah masyarakat dengan adanya pengolahan sampah dengan metode ecobrick; dan 5) Kemudahan dalam memperoleh tanaman sayuran dengan adanya penanaman dengan metode hydroponic wick system.
Factors Affecting Income Seaweed Farmers in Tompotana Village Tanakeke Islands District Takalar Regency Mirwan Mirwan; Akhmad Akhmad; Andi Jam’an
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.632

Abstract

Seaweed is one of the leading commodities that plays a vital role in improving the coastal community's economy and supporting sustainable development goals (SDGs). However, the income of seaweed farmers in Tompotana Village, Tanakeke Islands District, Takalar Regency remains unstable and is influenced by various factors that have not been thoroughly identified through scientific research. This study aims to analyze the factors that affect the income of seaweed farmers, particularly focusing on capital, production, and selling price. A quantitative research approach was applied using a survey method. The sample was purposively selected from seaweed farmers residing in Tompotana Village. Data collection techniques included structured interviews, questionnaires, and documentation. The study utilized primary data, which was analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 24, employing multiple linear regression analysis. The results show that: (1) capital does not have a significant effect on seaweed farmers’ income, either partially or simultaneously; (2) production has a significant effect on income; and (3) selling price also has a significant effect on income. These findings indicate that income improvement is more strongly influenced by production levels and market price dynamics rather than the amount of capital invested. Therefore, strategies to enhance seaweed farmers’ income should focus on increasing productivity and improving market access rather than merely increasing capital input. This study is expected to serve as a foundation for policymakers in designing more effective and sustainable coastal community economic empowerment programs.