Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BENIH PADI DI INDONESIA Indri Arrafi Juliannisa; Khusnul Khatimah; Sarah Ghania; Viyolanda Azrimultiya; Fadhli Suko Wiryanto
JURNAL AGRIMANSION Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Agrimansion April 2026
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v27i1.1998

Abstract

Program kemandirian benih padi merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memberdayakan petani lokal dalam memproduksi, mengelola, dan menggunakan benih padi unggul secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan benih dari luar. Melalui program ini, petani diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih sendiri, meningkatkan kualitas hasil pertanian, sekaligus mengurangi beban biaya produksi. Mendukung kemandirian benih juga berarti memperpendek rantai distribusi benih sehingga risiko keterlambatan maupun kelangkaan dapat diminimalkan. Pelaksanaan program kemandirian benih padi penting untuk dikaji dan dievaluasi secara komprehensif. Evaluasi yang dilakukan dapat mengidentifikasi kendala di lapangan, potensi inovasi, serta rekomendasi pengembangan program agar lebih efektif dan berkelanjutan yang dilakukan di tiga Provinsi, yaitu Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan model strategi dalam menciptakan kemandirian benih padi di Indonesia agar dapat mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah MULTIPOL (Multicriteria Policy) yang menggunakan prinsip integrated participatory approach dan Metode Multi Criteria Decision Making (MCDM). Hasil scenario, policy, dan action terpilih untuk mendukung Model SiPEKA BENIH adalah saat scenario penguatan supply benih padi terlaksana maka policy yang dapat mendukung yakni kerjasama offtaker, proteksi lumbung benih padi, dan menguatkan cadangan benih padi nasional, adapun action yang mensupportnya adalah pendampingan mentor lapangan, dan kolaborasi dengan dunia pendidikan, badan usaha milik negara maupun milik daerah, mitigasi bencana, memperkuat perjanjian dengan offtaker, dan pengembangan varietas (termasuk dalam difersivikasi varietas).
Analisis Determinasi Tingkat Pengangguran Terbuka Di Provinsi Banten Mita Adinda; Sarah Ghania
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 2 (2026): JDED, August 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i2.13748

Abstract

Abstrak   Fenomena pengangguran terbuka masih menjadi isu strategis di Provinsi Banten meskipun pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan perkembangan yang positif. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kebijakan ketenagakerjaan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten pada periode 2010–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, sehingga peningkatan upah minimum terbukti mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka. Variabel RLS berpengaruh negatif namun tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pendidikan belum sepenuhnya memberikan dampak optimal terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, PDRB berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap TPT, yang menunjukkan adanya fenomena jobless growth, di mana pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja. Secara umum, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan pendidikan, ketenagakerjaan, dan pembangunan ekonomi daerah agar mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja secara berkelanjutan. Kata Kunci: UMK, RLS, PDRB, Tingkat Pengangguran Terbuka, Panel Data, Banten.   Abstract Open unemployment remains a strategic issue in Banten Province despite the region’s relatively positive economic growth. This condition indicates a possible mismatch between economic expansion, the improvement of human capital quality, and the effectiveness of employment policies implemented at the regional level. This study aims to analyze the influence of the Regency/City Minimum Wage (UMK), Average Length of Schooling (RLS), and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Open Unemployment Rate (TPT) in Banten Province during the period 2010–2024. The results show that the minimum wage has a negative and significant effect on the open unemployment rate, indicating that an increase in UMK contributes to reducing unemployment through improved welfare and labor absorption. The RLS variable has a negative but insignificant effect, suggesting that the increase in educational attainment has not yet been optimally aligned with labor market needs. Meanwhile, GRDP has a positive and insignificant effect on unemployment, reflecting the phenomenon of jobless growth, where economic growth is not fully accompanied by an expansion in employment opportunities. Overall, the findings emphasize the importance of integrating education, labor, and economic development policies to strengthen human capital quality and expand employment opportunities in a sustainable manner. Keywords: UMK, RLS, PDRB, Open Unemployment Rate, Panel Data, Banten.