Muhamad Yudistira Nugraha
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Self-Efficacy Santri Tahfiz dalam Proses Menghafal Al-Qur’an (Studi Kasus di Ma'had Miftahul Jannah) Faiz Dzulkhairi; Elisa Zahra; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efikasi diri santri tahfiz dalam proses menghafal Al-Qur’an di Ma’had Miftahul Jannah, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi konsistensi mereka dalam menghafal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat efikasi diri di antara santri, yang terbentuk tidak hanya oleh motivasi individu, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti dukungan orang tua dan budaya kelembagaan ma’had. Dorongan dari orang tua cenderung memperkuat kepercayaan diri santri ketika dipersepsikan sebagai bentuk kepercayaan dan kasih sayang; namun, jika dipahami sebagai tekanan atau kewajiban, hal tersebut justru dapat melemahkan keyakinan terhadap kemampuan diri mereka sendiri. Selain itu, budaya dan peraturan ma’had berperan sebagai faktor mediasi yang membentuk kedisiplinan dan ketekunan santri dalam menghafal. Rutinitas yang terstruktur, sistem setoran harian, serta semangat kebersamaan yang dibangun di lingkungan ma’had turut mengembangkan konsistensi akademik sekaligus karakter religius santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri dalam konteks pembelajaran tahfiz bukan sekadar konstruk psikologis, melainkan bagian integral dari pendidikan Islam yang bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual, kedisiplinan, dan integritas moral. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan tahfiz perlu menekankan tidak hanya pada pencapaian kognitif, tetapi juga pada internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan pembentukan karakter.
Strategi Pengajaran Ustadz Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Pada Santri Di Pondok Pesantren Al-Furqon Prabumulih Salman Al Farisi; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengajaran yang diterapkan oleh ustadz di Pondok Pesantren Al-Furqon Prabumulih dalam mengatasi kesulitan siswa dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an (Baca Tulis Al-Qur’an atau BTA). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang proses pembelajaran dan praktik pengajaran yang diterapkan di Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an (LTTQ). Temuan menunjukkan bahwa ustadz menerapkan beberapa strategi, termasuk pendekatan individual dan personal, pengelompokan santri berdasarkan kemampuan mereka, serta penerapan metode talaqqi dan musyafahah yang menekankan interaksi langsung antara custadz dan santri. Metode-metode ini memungkinkan ustadz memberikan bimbingan intensif, koreksi langsung, dan umpan balik yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing santri. Selain itu, sistem pembelajaran LTTQ mengadopsi pendekatan yang fleksibel dan berpusat pada santri, yang mendorong partisipasi aktif dan memberikan kesempatan bagi santri untuk mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an dengan kegiatan keagamaan dan akademik lainnya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis santri dalam membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan disiplin, kesabaran, dan cinta terhadap Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter. Kesimpulannya, strategi pengajaran yang diterapkan oleh ustadz di LTTQ telah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an santri sambil menciptakan lingkungan pendidikan holistik yang menggabungkan pertumbuhan intelektual, spiritual, dan moral