Andika Adinanda Siswoyo
Universitas Trunodjoyo Madura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI SDN DEMANGAN 1 BANGKALAN Andika Adinanda Siswoyo; Ajib Akhmad Fadhoni, Endang Sulistianingsih, Frissenda Septrianur Marinda Karno Putri
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the implementation of student management at SDN Demangan 1 Bangkalan. A qualitative descriptive method with a tendency for analysis was used. The research subjects were students and teachers of SDN Demangan 1 Bangkalan. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The research results showed that the management at SDN Demangan 1 is very good. This school is the only elementary school in East Java, especially in Bangkalan, that has an athlete class program. In addition, recently, SDN Demangan 1 has also been running a literacy program for students who are less literate
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA DIORAMA LINGKUNGAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS III SDN BANYUAJUH 4 Yudha Aldetya Fanda Febriarta; Andika Adinanda Siswoyo; Eva Nur Rohmah; Zulfia Mega Kalista; Fahriz Anam Wijaya
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11440

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of third-grade students at SDN Banyuajuh 4 in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS), particularly on the topic of life cycles of living organisms. The problem was identified as stemming from the predominance of conventional teaching methods in classroom instruction and the limited availability of learning media capable of adequately representing scientific concepts. Although numerous studies have examined the Problem-Based Learning (PBL) model and diorama media, these two aspects have generally been investigated separately. Their integration within the context of IPAS instruction at the elementary school level has received relatively limited attention in the existing literature. Therefore, this study seeks to address this research gap by combining both approaches in a single instructional framework. The objective of this study was to improve students’ learning outcomes through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with natural environment diorama media. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted over two action cycles. The research participants consisted of nine third-grade students. Data were collected through learning achievement tests, observation sheets, and documentation of learning activities. The findings revealed a consistent improvement in students’ learning outcomes across each cycle of implementation. The percentage of classical learning mastery in the pre-cycle stage was only 22.2%, which subsequently increased in Cycle I and reached 88.9% in Cycle II, exceeding the predetermined success indicator threshold of 80%. These results indicate that the integration of the PBL model with three-dimensional concrete media has the potential to serve as an effective instructional strategy for enhancing the quality of IPAS learning in elementary schools. Furthermore, the findings may provide valuable guidance for educators in designing learning experiences that are more active, meaningful, and aligned with students’ cognitive developmental characteristics. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas III SDN Banyuajuh 4 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya pada pokok bahasan siklus hidup makhluk hidup. Permasalahan tersebut diidentifikasi bersumber dari dominasi metode pembelajaran konvensional dalam kegiatan belajar mengajar serta keterbatasan ketersediaan media pembelajaran yang mampu merepresentasikan konsep secara memadai. Meskipun kajian mengenai model Problem Based Learning (PBL) maupun media diorama telah cukup banyak dilakukan, kedua aspek tersebut pada umumnya dikaji secara terpisah. Pengintegrasian keduanya dalam konteks pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar masih relatif jarang mendapat perhatian dalam literatur penelitian, sehingga penelitian ini hadir sebagai upaya untuk mengisi kesenjangan kajian yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model PBL yang diintegrasikan dengan pemanfaatan media diorama lingkungan alam. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Subjek penelitian terdiri atas 9 peserta didik kelas III, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui instrumen tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan yang konsisten pada setiap tahapan siklus yang dilaksanakan. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada tahap pra-siklus hanya berada di angka 22,2%, kemudian mengalami kenaikan pada siklus I, dan pada siklus II berhasil mencapai 88,9%, sehingga melampaui ambang batas indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 80%. Capaian ini mengindikasikan bahwa integrasi model PBL dengan media konkret tiga dimensi berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Selain itu, temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi para pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang lebih aktif, bermakna, dan selaras dengan karakteristik perkembangan kognitif peserta didik.
MODEL PJBL BERBANTUAN POP-UP BOOK INTEGRASI BUDAYA LOKAL MADURA ROKAT TASE’ UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS IPAS Andika Adinanda Siswoyo; Rifka Aidah Fatin; Ade Irma Damayanti; Sri Wilda Ningsih; Zafirah Rifatil Badri
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11631

Abstract

This classroom action research (CAR) is motivated by the critical need for conceptual media innovations to stimulate fine motor skills and socio-cultural comprehension among primary school students who tend to remain passive. This study aims to enhance the psychomotor skills and creative thinking of fourth-grade students at SDN Tanjung Jati 2 Bangkalan in Science and Social Studies (IPAS) learning through the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model assisted by Pop-up book media themed around the local wisdom of the Rokat Tase’ tradition. The research methodology follows the Kemmis & McTaggart spiral model conducted across two action cycles, comprising planning, acting, observing, and reflecting stages with 15 students as research subjects. Data collection was comprehensively carried out using activity observation sheets, a product assessment rubric based on four core aspects of creativity, student worksheets (LKPD), and student response questionnaires. The findings revealed a notable improvement in the quality of students’ products from Cycle I to Cycle II across various dimensions of creativity. The most substantial progress was observed in originality and elaboration, while fluency and flexibility consistently demonstrated high levels of achievement. Improvements in product quality were also accompanied by enhanced sociocultural literacy skills, higher cognitive learning outcomes, and highly positive student responses to the learning process. These findings suggest that instructional practices supported by individualized scaffolding can effectively foster students’ creativity and optimize their learning outcomes. In conclusion, the integration of the geographical context of the Pantai Batu Poron area into the PjBL model is proven reliable in boosting individual creative capacity and academic comprehension meaningfully, allowing the classroom action to be successfully concluded. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi media konseptual untuk menstimulus kreativitas motorik halus dan pemahaman sosiokultural siswa sekolah dasar yang cenderung masih pasif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan psikomotorik dan berpikir kreatif siswa kelas IV SDN Tanjung Jati 2 Bangkalan dalam pembelajaran IPAS melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media Pop-up book bertema kearifan lokal tradisi Rokat Tase’. Metode penelitian dirancang mengikuti model spiral Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi dengan subjek penelitian sebanyak 15 siswa. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif menggunakan lembar observasi aktivitas, rubrik penilaian produk berbasis empat aspek utama kreativitas, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk karya siswa dari Siklus I ke Siklus II pada berbagai aspek kreativitas. Perkembangan paling menonjol terlihat pada aspek keaslian dan perincian ide, sementara aspek kelancaran dan keluwesan tetap menunjukkan capaian yang tinggi. Peningkatan kualitas produk siswa juga diikuti oleh perkembangan kemampuan literasi sosiokultural, hasil belajar kognitif, dan respons belajar yang sangat positif. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran yang disertai bimbingan personal mampu mendukung pengembangan kreativitas dan meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Disimpulkan bahwa integrasi konteks geografis wilayah Pantai Batu Poron ke dalam model PjBL terbukti andal dalam melejitkan daya cipta individual serta pemahaman akademis siswa secara bermakna, sehingga tindakan kelas dihentikan secara tuntas.