Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dampak Beban Latihan Terhadap Kinerja dan Resiko Cedera pada Atlet Bola Voli Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu; Janrico Simalango; Crisvo Novebrianto Sembiring; Nurul Arofah; Andre Pandapotan Girsang; Roderick Jonathan Napitupulu
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5719

Abstract

Beban latihan merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangan performa atlet bola voli. Latihan yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kelincahan atlet, tetapi jika tidak terkontrol dapat menyebabkan kelelahan serta meningkatkan risiko cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak beban latihan terhadap kinerja dan risiko cedera pada atlet bola voli dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban latihan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan overtraining, kelelahan kronis, serta meningkatkan risiko cedera muskuloskeletal, seperti tendinitis bahu dan cedera pergelangan kaki. Selain itu, strategi pemulihan yang tidak optimal juga dapat memperburuk dampak negatif beban latihan yang berlebihan. Beberapa strategi yang direkomendasikan dalam penelitian ini meliputi pemantauan beban latihan, penerapan teknik biomekanik yang benar, serta penggunaan metode pemulihan yang efektif, seperti cryotherapy dan neuromuskular training. Dengan pendekatan yang seimbang dan berbasis bukti, atlet dapat mencapai performa optimal tanpa meningkatkan risiko cedera.
Evaluasi Efektivitas Program Rehabilitasi Cedera Olahraga pada Atlet Hockey Outdoor Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu; Luthsyah Pranayuda; Bonarta Sinaga; Nisa Aprianti Sitepu; Egy Ali Prajabatan Lubis; Tony Blair Simbolon
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5717

Abstract

Cedera olahraga merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh atlet, termasuk dalam cabang olahraga hockey outdoor. Cedera dapat berdampak pada performa atlet dan menghambat partisipasi dalam kompetisi. Oleh karena itu, program rehabilitasi yang efektif menjadi faktor kunci dalam pemulihan optimal dan pencegahan cedera ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai program rehabilitasi cedera olahraga bagi atlet hockey outdoor melalui pendekatan studi literatur.Metode rehabilitasi yang umum digunakan meliputi terapi fisik, elektroterapi, terapi manual, rehabilitasi berbasis proprioseptif, serta terapi dengan teknologi modern seperti virtual reality. Hasil studi menunjukkan bahwa program rehabilitasi yang melibatkan pendekatan multidisiplin, termasuk dukungan fisioterapis, dokter olahraga, dan pelatih, memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mempercepat pemulihan atlet. Selain itu, rehabilitasi yang mengintegrasikan latihan proprioseptif dan stabilisasi inti terbukti mengurangi risiko cedera ulang secara signifikan. Evaluasi efektivitas program rehabilitasi didasarkan pada kecepatan pemulihan, pencegahan cedera ulang, serta peningkatan performa atlet pasca rehabilitasi. Faktor psikologis juga berperan penting dalam keberhasilan pemulihan, di mana atlet yang mendapatkan dukungan mental cenderung memiliki tingkat kepatuhan rehabilitasi yang lebih baik. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam program rehabilitasi atlet hockey outdoor, yang mencakup aspek fisik, mental, dan teknologi rehabilitasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi olahraga dalam mengembangkan strategi rehabilitasi yang lebih efektif dan berbasis bukti.
Strategi Pencegahan dan Penanganan Sports Injuries (Cedera Olahraga) pada Pergelangan Tangan Pemain Bola Voli Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5673

Abstract

Cedera olahraga (sports injuries) merupakan tantangan utama dalam dunia olahraga, termasuk dalam cabang bola voli. Salah satu cedera yang sering dialami pemain bola voli adalah cedera pergelangan tangan, yang dapat disebabkan oleh gerakan berulang, benturan saat memblokir atau spiking, serta teknik bermain yang kurang tepat. Penelitian ini, dibimbing oleh  bapak Andes Martua Harahap, S.Pd., M.Pd., dan Nimrot Manalu, M.Kes., bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cedera tangan serta mengidentifikasi strategi pencegahan dan penanganan yang paling efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, artikel medis, serta laporan dari organisasi olahraga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan cedera dapat dilakukan melalui pemanasan yang optimal, penerapan teknik bermain yang benar, serta latihan penguatan otot pergelangan tangan. Sementara itu, penanganan cedera dapat dilakukan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), terapi fisik, serta dalam beberapa kasus, intervensi medis lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi atlet, pelatih, serta tenaga medis dalam mencegah dan menangani cedera tangan agar pemain dapat mempertahankan performa optimalnya dalam panjang dan tetap berpartisipasi dalam pertandingan tanpa mengalami gangguan akibat cedera yang berulang.
Efek Fisiologis Doping Terhadap Kesehatan Atlet: Sebuah Tinjauan Sistematis Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu; Sheren Natahsya; Agrha Affandi Lubis; Ananda Aprilovia Syaharani; Yoel Saputra Rumahorbo
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5718

Abstract

Doping dalam olahraga telah menjadi isu yang kompleks dan kontroversial selama beberapa dekade. Meskipun berbagai regulasi anti-doping telah diterapkan, penggunaan zat peningkat performa masih sering ditemukan di kalangan atlet. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efek fisiologis doping terhadap kesehatan atlet dengan menganalisis berbagai penelitian yang telah dilakukan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan doping dapat berdampak negatif pada sistem kardiovaskular, hormonal, saraf, metabolisme, imun, dan psikologis. Eritropoietin (EPO) dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan jantung, sementara steroid anabolik berkontribusi terhadap gangguan hormon dan infertilitas. Penggunaan stimulan seperti amfetamin dikaitkan dengan peningkatan kecemasan dan insomnia, sedangkan hormon pertumbuhan manusia (HGH) berisiko menyebabkan resistensi insulin dan gangguan metabolisme. Selain itu, penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang dapat menekan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi. Dampak negatif doping ini dapat bersifat jangka panjang dan bahkan permanen, sehingga diperlukan upaya pengawasan, edukasi, serta penguatan kebijakan anti-doping untuk melindungi kesehatan atlet dan menjaga integritas olahraga.
Doping di Kalangan Atlet Muda: Tren, Faktor Risiko, dan Upaya Pencegahan Andes Martua Harahap; Nimrot Manalu; Alifian Dwi Putra Situmorang; Dear Kevin Saragih; Ivan Reano Panjaitan; Muhammad Farhan Tumanggor; Rosima Simbolon; Dinan Xaverio Deodatus
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5648

Abstract

Doping merupakan salah satu permasalahan utama dalam dunia olahraga, terutama di kalangan atlet muda yang tengah berada dalam puncak perkembangan fisik dan mental. Studi ini bertujuan untuk mengkaji tren doping, faktor risiko, serta upaya pencegahan yang telah diterapkan di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik, kebijakan anti-doping, serta studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan doping di kalangan atlet muda terus meningkat akibat tekanan kompetitif, kurangnya edukasi, serta pengaruh dari lingkungan sosial. Dampak dari penggunaan doping sangat serius, mencakup gangguan kesehatan fisik, mental, serta potensi kerusakan karier atlet. Beberapa strategi pencegahan telah diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini, seperti edukasi anti-doping sejak dini, regulasi yang lebih ketat, serta pengawasan menggunakan teknologi canggih. Studi menunjukkan bahwa pendekatan multidimensional yang menggabungkan pendidikan, regulasi, serta dukungan psikologis dapat mengurangi angka penggunaan doping secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara lembaga olahraga, pemerintah, serta komunitas untuk menciptakan lingkungan olahraga yang bersih dan bebas dari doping. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan generasi atlet muda dapat berkembang dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kesehatan.