Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Epistaksis Berulang: Literature Review Naila Fathiya Isnanto; Zalfa Aditya Putra; Giska Tri Putri; Maya Ganda Ratna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epistaksis berulang meningkatkan beban UGD akibat faktor lokal dan sistemik kompleks; kajian ini bertujuan merangkum pemicu dari studi 2021-2025 melalui literatur naratif kualitatif deskriptif dengan pencarian "Factor AND Recurrent Epistaxis", menyaring 203 artikel menjadi 7 studi (3 case report, 2 retrospektif, 1 kohort, 1 observasional) meliputi 2.192 kasus menggunakan form ekstraksi data terstruktur dan analisis tematik PRISMA; hasil menunjukkan faktor lokal (massa intranasal, trauma swab/kauterisasi silver nitrate HR 2,45, kekeringan musiman) dan sistemik (gagal jantung p=0,001, hipertensi, hemofilia A, HHT, antikoagulan prevalensi 18,1%); kesimpulan merekomendasikan intervensi endoskopik lokal dan pengendalian komorbiditas sistemik untuk kurangi rekurensi plus systematic review/RCT masa depan.
PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP PENINGKATAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Naila Fathiya Isnanto; Sutarto Sutarto; Anisa Nuraisa Jausal; Dian Isti Angraini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8088

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg) menjadi krisis kesehatan global dengan 1,13 miliar kasus, sementara di Indonesia prevalensinya 29,2-30,8%. Tren konsumsi kopi meningkat di tengah perdebatan perannya sebagai faktor risiko hipertensi melalui vasokonstriksi akibat kafein. Tujuan: Tinjauan ini menganalisis pengaruh konsumsi kopi terhadap risiko hipertensi. Metode: Tinjauan pustaka kualitatif dari Google Scholar dan PubMed (2020-2025) dengan kata kunci "hipertensi," "tekanan darah," "konsumsi kopi." Populasi seluruh studi relevan nasional/internasional; sampel 10 artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen tabel analisis literatur; analisis deskriptif-komparatif dengan model Emzir. Hasil: Enam studi tunjukkan hubungan signifikan positif (p<0,05), terutama ≥3 cangkir/hari pada lansia (kenaikan SBP/DBP 5-15 mmHg); empat studi tidak temukan hubungan akibat toleransi kafein. Kesimpulan: Konsumsi kopi sedang-tinggi tingkatkan risiko hipertensi pada kelompok rentan, meski bervariasi berdasarkan dosis dan demografi.