Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Efisiensi Pelayanan dan Sarana Prasarana Berbasis Green Operations terhadap Public Satisfaction (Indeks Kepuasan Masyarakat) Evelin Watumlawar; Hadinda Hadinda; Hulawa Theresia Waileruny
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.17258

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan salah satu agenda strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menjadi instrumen penting untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi pelayanan dan sarana prasarana berbasis green operations terhadap Indeks Kepuasan Masyarakat pada Pemerintah Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Kota Ambon Tahun 2025 yang telah dihimpun oleh perangkat daerah penyelenggara pelayanan publik. Variabel efisiensi pelayanan dan sarana prasarana berbasis green operations dibangun berdasarkan pengelompokan sembilan unsur SKM sesuai dengan fokus penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan kebijakan peningkatan kualitas pelayanan publik yang efisien dan berkelanjutan di Pemerintah Kota Ambon.
Penguatan Kapasitas Remaja Masjid melalui Manajemen Operasional Dasar Hulawa Theresia Waileruny; Hadinda
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2641

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kapasitas manajerial remaja masjid dalam mengelola kegiatan yang masih bersifat spontan dan belum terstruktur. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja masjid dalam menerapkan manajemen operasional dasar yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan capacity building melalui pelatihan partisipatif dan simulasi, yang dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Waiheru dengan melibatkan 18 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep manajemen operasional, kemampuan menyusun perencanaan kegiatan secara sistematis, serta peningkatan koordinasi dan kerja sama tim. Luaran kegiatan berupa mini proposal kegiatan yang dapat dijadikan panduan dalam pelaksanaan program remaja masjid. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen operasional dasar efektif dalam meningkatkan kapasitas organisasi berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan organisasi remaja masjid serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
SOSIALISASI USAHA MANDIRI: BEKAL KEMANDIRIAN BAGI IBU RUMAH TANGGA Hadinda Hadinda; Hulawa Theresia Waileruny
Empowerment: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Empowerment
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/empowerment.v5i2.1282

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Air Ali, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan motivasi Ibu Rumah Tangga (IRT) mengenai pentingnya usaha mandiri dalam memperkuat ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar IRT masih terfokus pada kegiatan rumah tangga dan belum memanfaatkan waktu senggang untuk aktivitas produktif. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui metode sosialisasi dan diskusi interaktif yang menekankan pada partisipasi peserta aktif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta antusias dalam mengikuti kegiatan, memahami konsep dasar usaha mandiri, serta mulai menunjukkan minat untuk mengembangkan usaha kecil sesuai potensi lokal. Pengamatan melalui kuesioner pascakegiatan juga menampilkan peningkatan pemahaman dan motivasi peserta terhadap wirausaha. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam proses pemberdayaan ekonomi perempuan dan berakhir pada pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha yang lebih berkelanjutan.