Rulia Rulia
Universitas Sangga Buana YPKP Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan Dan Sikap Pengguna Terhadap Penggunaan Aktual SIMRS Di Rumah Sakit Medika Utama Permata Balikpapan Ruth Haryanti; Kosasih Kosasih; Rulia Rulia; Vip Paramarta; Farida Yuliaty
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50054

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia kesehatan semakin krusial seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan layanan yang cepat, tepat, dan terintegrasi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang bertujuan untuk mendukung operasional dan pelayanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan sikap pengguna terhadap penggunaan aktual SIMRS di Rumah Sakit Medika Utama Permata Balikpapan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penerimaan teknologi informasi dalam mendukung efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 85 responden yang merupakan karyawan pengguna SIMRS. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan sikap pengguna berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aktual SIMRS. Temuan ini mendukung penerapan model Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka teoritik dalam menilai penerimaan system informasi di sektor pelayanan kesehatan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan SIMRS, serta pembentukan sikap positif dari pengguna, dapat mendorong penggunaan system secara optimal di lingkungan rumah sakit. Kata kunci: SIMRS, Technology Acceptance Model, persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, sikap pengguna, penggunaan aktual.
Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) dan Budaya Organisasi Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan di RSI AMINAH Sidoarjo Aprilia Citra Dewi; Farida Yuliaty; Rulia Rulia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57641

Abstract

Percepatan transformasi digital di sektor kesehatan menuntut rumah sakit untuk mengelola layanan dan data secara efektif melalui pemanfaatan teknologi informasi, salah satunya dengan penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS). Akan tetapi keberhasilan implementasi SIM-RS tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga oleh budaya organisasi dan kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan SIM-RS dan budaya organisasi terhadap peningkatan kinerja karyawan di RSI Aminah Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 70 karyawan sebagai sampel, yang ditentukan menggunakan analisis deskriptif serta analisis verifikatif berupa regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif penerapan SIM-RS, budaya organisasi, dan kinerja karyawan berada pada kategori baik. Secara parsial, penerapan SIM-RS tidak signifikan akan tetapi berpengaruh positif. Secara simultan, penerapan SIM-RS dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kinerja karyawan, sementara SIM-RS berperan sebagai faktor pendukung yang efektivitasnya bergantung pada budaya organisasi dan kesiapan sumber daya manusia. Kata Kunci: SIM-RS, Budaya Organisasi, Kinerja Karyawan
Unit Cost Analysis of Central Sterile Supply Department (CSSD) Services Using the Activity-Based Costing Method Achmad Fauzi; Taufik Zulfikar; Rulia Rulia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.507

Abstract

The Central Sterile Supply Department (CSSD) is a vital hospital support unit that ensures the availability of sterile medical instruments to support clinical services and prevent nosocomial infections. However, many hospitals in Indonesia, including Dr. Abdul Aziz General Hospital, Singkawang, have not established cost-based tariffs for CSSD services. This study aimed to calculate the unit cost of CSSD services at Dr. Abdul Aziz General Hospital, Singkawang, using the Activity-Based Costing (ABC) method. A descriptive qualitative study was conducted. Data were collected through observation, interviews with CSSD staff and management, and document review of financial and operational reports for the CSSD in 2024, specifically focusing on cost components, resource consumption, and activity volumes. Data Analysis used the Activity-Based Costing (ABC) method to meticulously trace overhead costs to services. This analysis followed six systematic steps: (1) identifying all cost components, (2) defining main CSSD activities, (3) determining appropriate cost drivers for each activity, (4) allocating total costs to each activity center, (5) calculating the unit cost per activity, and finally (6) determining the total cost for each instrument set sterilized. The total CSSD operational cost in 2024 was IDR 2,335,001,386, with a unit cost per sterilization cycle of IDR 2,470,901. Costs per instrument set were: major surgery set IDR 1,235,450; medium surgery set IDR 412,640; minor surgery set IDR 247,090; and single instrument IDR 123,545. Activity costs were dominated by sterilization (30%) and packing (25%). The ABC method produces more accurate cost calculations compared to traditional methods and can be used as a basis for tariff setting, cost control, and hospital financial planning. Future studies are recommended to expand the analysis to other hospital support units to benchmark efficiency and strengthen tariff policies.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keikutsertaan Ibu dalam Pemberian Imunisasi Measles Rubella pada Bayi Usia 9-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Panjang Habibah Habibah; Vip Paramarta; Rulia Rulia
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.1030

Abstract

Mothers play a crucial role in achieving child immunization coverage. This study aims to analyze the factors influencing maternal participation in the administration of the Measles-Rubella (MR) vaccine for infants aged 9–12 months in the working area of Rantau Panjang Public Health Center. This is a quantitative study with a cross-sectional design, employing descriptive and verification methods. The population consisted of 283 mothers with children under two years old (BADUTA), and a sample of 74 respondents was selected using accidental sampling and the Slovin formula. The results show that maternal knowledge significantly influences participation in MR immunization (72.7%), as well as maternal behavior (59.8%) and support from healthcare workers (67.1%). Maternal education also has an effect (26.8%). However, family support and maternal age do not significantly influence participation. Simultaneously, knowledge, behavior, family support, healthcare support, age, and education contribute to a 71.3% influence on maternal participation in MR immunization. It is recommended that the Rantau Panjang Public Health Center enhance education for mothers regarding the importance of MR immunization through regular counseling sessions, visual media, and direct, easy-to-understand approaches. Effective education is expected to improve MR immunization coverage and support the national immunization program