Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL MARKETING UNTUK PEMASARAN PRODUK UMKM IBU PKK DESA BANDAR Lia Umbari Putri; Karyawaty Gultom; Hanafi Asnan; Laina Tussifah; Masri Wahyuni; Rolly Yesputra
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2488

Abstract

Abstract: The development of digital technology continues to open up significant opportunities for innovation and efficiency. However, its use must be managed carefully to address challenges such as security, ethics, and access equality. PKK (Family Welfare Empowerment) is a program aimed at improving family welfare, with a focus on empowering women and communities. One sector that has great potential to boost family economies is the MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) managed by PKK mothers. However, limited knowledge and skills in utilizing digital technology often become obstacles in developing product marketing. Therefore, the goal of this community service activity is to equip PKK mothers with an understanding of digital platforms, such as social media, marketplaces, and marketing applications. This program also aims to enhance their practical skills in creating engaging promotional content and provide guidance on digital marketing strategies to expand the market reach of MSME products. Keyword: Digital marketing technology, products, UMKM . Abstrak: Perkembangan teknologi digital terus membuka peluang besar untuk inovasi dan efisiensi. Namun, pemanfaatannya harus dikelola dengan hati-hati untuk mengatasi tantangan yang ada, seperti masalah keamanan, etika, dan kesetaraan akses. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian keluarga adalah UMKM yang dikelola oleh ibu-ibu PKK. Namun, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital seringkali menjadi hambatan dalam pengembangan pemasaran produk. Oleh karena itu, tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk membekali ibu-ibu PKK dengan pemahaman tentang platform digital, seperti media sosial, marketplace, dan aplikasi pemasaran. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mereka dalam membuat konten promosi yang menarik, serta memberikan panduan mengenai strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar produk UMKM. Kata kunci: teknologi digital marketing, produk, UMKM.
STACKING ENSEMBLE MODEL MACHINE LEARNING DETEKSI DINI RISIKO KESEHATAN MENTAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Lia Umbari Putri; Rolly Yesputra; Satria Yudha Prayogi; Nasrun Marpaung
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4147

Abstract

Abstract: Mental health issues such as depression are prevalent among students and significantly impact both academic performance and psychological well-being. While machine learning techniques have been widely employed to predict mental health conditions, single-model approaches often suffer from limited generalizability and interpretability. This study proposes a Stacked Ensemble Learning framework that integrates three heterogeneous base classifiers—Logistic Regression (LR), Support Vector Machine (SVM) with RBF kernel, and Random Forest (RF)—combined with a meta-learner to enhance the accuracy and robustness of depression prediction among students. Experiments were conducted on a large-scale student mental health dataset comprising 27,901 records, with preprocessing steps including feature standardization, class balancing using SMOTE, and stratified cross-validation. Performance evaluation utilized Confusion Matrix, F1-Score, Recall, Precision, and the Area Under the ROC Curve (AUC-ROC). The proposed ensemble model achieved a classification accuracy of 84%, an AUC of 0.911, and an average precision of 0.89, consistently outperforming individual baseline classifiers. These results validate that combining margin-based, non-linear, and tree-based models can yield more reliable and interpretable predictions. The proposed architecture presents a promising and explainable tool for early detection of mental health issues within educational settings. Keywords: depression detection; student mental health; ensemble learning;machine learning. Abstrak: Permasalahan kesehatan mental seperti depresi kerap dialami oleh siswa dan berdampak pada performa akademik serta kesejahteraan psikologis mereka. Meskipun pendekatan pembelajaran mesin telah banyak digunakan untuk prediksi kondisi ini, model tunggal kerap menghadapi keterbatasan dalam hal generalisasi dan interpretabilitas. Studi ini mengusulkan kerangka kerja Stacking Ensemble Learning yang mengintegrasikan tiga model dasar—Logistic Regression (LR), Support Vector Machine (SVM) dengan kernel RBF, dan Random Forest (RF)—yang dikombinasikan dengan meta-learner untuk meningkatkan akurasi dan stabilitas prediksi depresi pada siswa. Eksperimen dilakukan pada dataset berskala besar yang mencakup 27.901 entri, dengan penerapan preprocessing, standardisasi, penyeimbangan kelas menggunakan SMOTE, dan validasi silang stratifikasi. Evaluasi performa menggunakan metrik Confusion Matrix, F1-Score, Recall, Precision, serta AUC-ROC Curve. Hasil menunjukkan bahwa model ansambel yang diusulkan mencapai akurasi 84%, AUC 0,911, dan rata-rata precision 0,905, yang secara konsisten melampaui performa model individual. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara model berbasis margin, non-linear, dan pohon keputusan mampu menghasilkan prediksi yang lebih andal dan dapat dijelaskan, sehingga potensial untuk diimplementasikan dalam sistem pemantauan kesehatan mental berbasis institusi pendidikan. Kata kunci: deteksi depresi, kesehatan mental siswa, stacking ensemble, machine learning.