Suliyanti Otto
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Ibu Balita tentang Gizi Seimbang di Puskesmas Dumbo Raya, Gorontalo: Studi Deskriptif Fidyatul Husna Dwi Putri Hasan; Vivien Novarina A. Kasim; Cecy Rahma Karim; Muh. Nur Syukriani Yusuf; Suliyanti Otto
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 6, No 1 (2025): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v6i1.30860

Abstract

Orang tua berperan dalam menentukan penyediaan menu gizi seimbang yang mendukung kebutuhan gizi anak, sehingga pengetahuan gizi yang baik diperlukan untuk memastikan tumbuh kembang balita berjalan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang pada balita, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya, karena termasuk dalam daerah prevalensi kategori tingkat berat di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling dan diperoleh sampel sebanyak 95 orang ibu balita. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pada google form yang telah validasi lalu di analisis dengan uji univariat. Hasil penelitian yaitu dari 95 responden, diperoleh bahwa karakteristik tingkat pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang dengan frekuensi paling banyak adalah kategori “cukup” dengan 91 responden (95,8%), diikuti dengan kategori “baik” 4 responden (4,2%), dan jumlah paling sedikit terdapat pada kategori “kurang” 0 reponden. Hal ini diikuti dengan hasil univariat data Indeks Massa Tubuh (IMT) pada balita dengan frekuensi paling banyak yaitu IMT dengan kategori normal 67 orang (70,5%) dengan rincian hasil pengetahuan ibu pada kategori “cukup” dan “baik” masing-masing 64 responden (67,3%) dan 3 responden (3,1%).  Gambaran pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang di Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo tahun 2024, mayoritas memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup, yaitu sebanyak 91 orang (95,8%).
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mahasiswa Sarjana Fakultas Kedokteran Denafa Dienia Sabrina; Sitti Rahma; Suliyanti Otto; Cecy Rahma Karim
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Mar-Apr
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i2.649

Abstract

Parameter untuk mengetahui komposisi tubuh menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), obesitas termasuk kelompok dengan IMT tertinggi. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko obesitas. Mahasiswa kedokteran mengalami stres berlebih dikarenakan jangka waktu studi yang lebih panjang dan dipenuhi kegiatan perkuliahan. Hal ini mengakibatkan mahasiswa kedokteran berisiko obesitas. Ketika obesitas, kadar reseptor merespons hormon insulin dengan menerima glukosa yang lokasinya di jaringan tubuh yang akhirnya kadar glukosa akan meningkat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan IMT terhadap kadar Glukosa Darah Puasa (GDP). Jika hasil didapatkan pengaruh, maka dilakukan intervensi untuk mengatasi kadar GDP yang tinggi, termasuk pencegahan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bersifat kuantitatif memakai metode observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan mahasiswa Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo sebagai sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan memenuhi syarat inklusi dan eksklusi, menggunakan metode total sampling. Metode analisis bivariat ini bertujuan memperoleh informasi apakah ada keterkaitan antar variabel dependen dan independen, diolahnya data memakai uji Spearman Rho. Distribusi responden berdasarkan IMT mayoritas termasuk IMT kategori normal. Selanjutnya, ditempati kategori obesitas, kurus, dan berat badan berlebih. Namun, IMT kategori obesitas ini menjadi cerminan ketidakseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran energi. Berdasarkan penelitian, sebagian besar mahasiswa kedokteran FK UNG memiliki kadar GDP dalam rentang prediabetes, pihak institusi pendidikan disarankan mengembangkan program promotif dan preventif yang terstruktur, seperti edukasi, pemantauan rutin IMT dan GDP, serta kegiatan fisik terjadwal di lingkungan kampus. Institusi perlu mempertimbangkan kebijakan kesehatan mahasiswa yang lebih komprehensif menuju diabetes dapat diminimalkan.