Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesesuaian dimensi kursi terhadap data antropometri anak sekolah dasar di Jakarta Utara Hiromi Hiromi; Yunisa Astiarani; Robi Irawan; Mariani Santosa
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.12-18

Abstract

BACKGROUND In Indonesia, primary school begins at 6 years old and continues until 12, where most of their growth is experienced at that age. Non-ergonomic school furniture can harm the musculoskeletal system. This study evaluates the suitability of chair dimensions to elementary school student’s anthropometry in North Jakarta. METHODSA cross-sectional study of 98 students in North Jakarta. Chair dimension data and student anthropometry were measured using a tape measure, which was then analyzed using the Chi-Square Goodness of Fit Test to evaluate their suitability. RESULTSThe ages of the students ranged from 5 to 11 years. Anthropometric measurements of students show that the mean Sitting Shoulder Height is 41.81±4.36 cm, Popliteal Height 36.83±3.77 cm, Hip Breadth 25.88±3.47 cm, and Buttock-Popliteal Length 36.56±4.33 cm. While the average size assessed from the seat dimensions is Seat Height 41.71±0.22 cm, Seat Width 37.2±1.26 cm, Seat Depth 37.2±1.42 cm, and Backrest Height Above Seat 35.54±3.19 cm. The results of Goodness of Fit with Kendall's Tau-b critical value for the suitability of chair dimensions to student anthropometry were 0.37, and vice versa 0.672, which stated a discrepancy. CONCLUSIONThere is a mismatch between chair dimension and anthropometry of elementary school students in North Jakarta. Adjustment of chair dimensions needs to be done using a student's average size approach to prevent musculoskeletal disorders.
Pengaruh Konsumsi Makanan dan Minuman Manis terhadap Massa Lemak dan Lemak Visceral Jovianne Amabel Lamidja; Rita Dewi; Mariani Santosa; Jojor Lamsihar Manalu; Ferbian Milas Siswanto
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.7547

Abstract

Pendahuluan: Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018 dan 2023 menunjukkan peningkatan kebiasaan konsumsi makanan manis sebesar 8,4%, dan minuman manis sebesar 12,8%. Data tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan prevalensi obesitas dan status gizi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk membandingkan  massa lemak dan lemak viseral pada kelompok konsumsi tinggi makanan dan minuman manis dengan kelompok konsumsi normal. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Atma Jaya, Pluit, Jakarta Utara dengan menggunakan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified random sampling. Pengukuran tingkat konsumsi makanan dan minuman manis menggunakan Food Frequency Questionaire (FFQ). Pengukuran massa lemak dan lemak viseral menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data menggunakan independent t-test dan uji Mann-Whitney. Hasil: Jumlah responden yang digunakan pada penelitian ini adalah 110 orang. Hasil penelitian menunjukkan massa lemak yang lebih tinggi pada responden perempuan (p=0,0001) dan laki-laki (p=0,0006), serta lemak viseral yang lebih tinggi pada responden perempuan (p=0,0010) dan laki-laki (p=0,0056) yang mengonsumsi makanan manis lebih tinggi. Selain itu juga, massa lemak lebih tinggi pada perempuan (p=0,0018) dan laki-laki (p=0,0016), serta dengan lemak viseral lebih tinggi pada perempuan (p=0,0001) dan laki-laki (p=0,0044) yang mengonsumsi minuman manis lebih tinggi. Simpulan: Konsumsi makanan dan minuman manis memiliki efek signifikan terhadap massa lemak dan lemak viseral.