Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyadaran Masalah dan Perencanaan Program dalam Peningkatan Layanan Operasional Posyandu Lansia Seroja Samarinda Hazizah Tausia Abdania; Putri Fauziah Wulandari; Rangga Aditya Pratama; Yerita Adellia; Anisatia Saputri; Syifa’ul Alif Mutawakkiliin; Lies Permana; Annisa Nurrachmawati; Mohammad Fikri; Nur Rohmah; Agustin Putri Rahayu; Alma Feriyanti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3238

Abstract

Pelayanan Posyandu Lansia Seroja di Loa Bakung menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kemampuan komunikasi efektif kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada lansia. Temuan social mapping menunjukkan bahwa para lansia tinggal di lingkungan permukiman yang padat dengan tingkat pemahaman kesehatan yang masih terbatas, serta memiliki kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini menuntut penyampaian informasi kesehatan yang jelas dan menenangkan, namun kemampuan komunikasi kader yang belum optimal sering menimbulkan kekhawatiran pada lansia sehingga pemahaman mereka tidak berkembang dengan baik. Stakeholder mapping juga menggambarkan belum tersusunnya alur koordinasi yang menyeluruh antara kader, Puskesmas Loa Bakung, Klinik Bunga Bakung, Kelurahan Loa Bakung, dan Kecamatan Sungai Kunjang. Ketidakterhubungan struktur ini membuat kegiatan penyuluhan berjalan tanpa dukungan teknis yang memadai. Melalui analisis situasi, pemetaan masalah, dan penentuan prioritas menggunakan metode USG, kemampuan komunikasi kader teridentifikasi sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Perencanaan program kemudian difokuskan pada upaya pemberdayaan kader agar mampu berkomunikasi secara empatik, jelas, dan sesuai konteks sosial masyarakat. Perencanaan ini memberikan dasar strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu Lansia melalui penguatan kapasitas kader dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih efektif dan mudah dipahami.
Membangun Generasi Berencana Melalui Genre Talks Berbasis Peer Educator di Desa Loa Ulung: Building A Planned Generation Through Peer Educator-Based Genre Talks in Loa Ulung Village Hazizah Tausia Abdania; Nurfadilla; Rahmi Susanti; Arya Yuliansyah Putra; Diva Nabilah Anggraeni; Nadya Zahira Shafa; Yerita Adellia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja adalah kelompok usia yang sangat mudah terpengaruh oleh berbagai masalah sosial seperti pernikahan di usia muda, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan infeksi menular seksual. Program “Genre Talks: Aku Masa Depanku” yang diadakan oleh mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman memiliki tujuan untuk meningkatkan wawasan remaja di Desa Loa Ulung tentang pentingnya merencanakan masa depan yang terencana dan kesehatan reproduksi, meliputi pemutaran film edukasi, penyampaian materi terkait narkoba dan perancangan masa depan, serta lomba interaktif “Ranking 1” yang dirancang untuk menciptakan pendidik sebaya. Evaluasi dilaksanakan melalui pre-test dan post-test dengan menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (Z = -6.280, p < 0.001), mengindikasikan efektivitas program dalam peningkatan kesadaran remaja. Pendekatan yang interaktif dan menyenangkan menjadikan kegiatan ini efektif sebagai media edukasi kesehatan berbasis komunitas yang telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual sebagai luaran.   Abstract: Adolescents are an age group that is highly susceptible to various social issues such as early marriage, drug abuse, and sexually transmitted infections. The "Genre Talks: My Future“ program held by students from the Faculty of Public Health, Mulawarman University, aims to increase the awareness of adolescents in Loa Ulung Village about the importance of planning for the future and reproductive health, including educational film screenings, presentations on drugs and future planning, and an interactive ”Ranking 1" competition designed to create peer educators. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in participants' knowledge (Z = -6.280, p < 0.001), indicating the effectiveness of the program in raising awareness among teenagers. The interactive and fun approach made this activity effective as a community-based health education medium, which has been registered as an intellectual property output.