Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbedaan Indeks Plak pada Pemeriksaan dengan Bahan Disclosing Solution dan Biji Kesumba (Bixa orellana) Erwin Erwin; Asmawati Asmawati; Suhikma Sofyan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v6i2.1535

Abstract

Dental health practitioners need to consider the use of alternative materials for the examination of plaque indexes derived from natural ingredients as a substitute for disclosing materials because they are not always available despite the high price. one example of this natural ingredient is the kesumba seed plant. The purpose of this study was to determine the differences in plaque index on examination by disclosing solution and kesumba material. This type of research is quasi-experiment. This study used a sample of 47 students from Lawulo Elementary School-aged 9-12 years, data collection was done by checking the PHP plaque index. The results showed that the average plaque index score on examination with a disclosing solution was 3.08, and the average plaque index score on examination with the examination was 2.17 with a difference of 0.91. Statistical test results obtained ρ-value: 0,000 <α (0.05) so that, it can be concluded there are differences in the plaque index on examination with Disclosing solution and examination with kesumba.
Status OHIS-S dan Kesehatan Gingiva terhadap Percaya Diri Pada Remaja Erwin Erwin; Suhikma Sofyan; Andi Nur Asmayanti
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2017): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.203 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v11i2.62

Abstract

OHI-S is a state of oral and dental hygiene measured by a debris score and calculus of a person's teeth. Gingiva is part of the outer periodontal tissue. Self-confidence is a positive attitude of someone who enables him to develop a positive assessment of himself and his environment. The aim of the study was to determine the relationship of OHI-S status and gingival health to self-confidence in class VII adolescents at Unaaha 2 Public High School. Type of correlative analytic research with cross sectional approach. Data collection techniques are questionnaire and examination. The sample amounted to 103 people. Analysis techniques with the SPSS program and statistical tests using chi square. The test results of the relationship of OHI-S status to confidence with the chi square analysis test. The value of ????-value = 0.00 <α = 0.05 thus H0 is rejected and H1 is accepted so that there is a relationship between the status of OHI-S and self confidence in adolescents of class VII at Unaaha Public High School 2. The test results on the relationship of gingival health to self-confidence with the chi-square analysis value ????-value = 0.00 <α = 0.05 thus H0 is rejected and H1 is accepted so that there is a relationship between gingival health status and confidence in class VII youth at Unaaha 2 Public High School.
PEMANFAATAN DAUN TAWALOHO SEBAGAI MAKANAN SEHAT DALAM SEDIAAN BISKUIT UNTUK MASYARAKAT MEKAR BARU SULAWESI TENGGARA Musdalipah Musdalipah; Eny Nurhikma; Suhikma Sofyan; Nirwati Rusli; Nursaadah Daud; Lilis Yusriani; Syamsu Alam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.787 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5132

Abstract

Abstrak: Daun tawaloho, atau daun kedondong hutan digunakan masyarakat Mekar Baru untuk menambah cita rasa pada masakan. Daun kedondong hutan tumbuh di sebagian pekarangan rumah masyarakat. Informasi terkait kandungan kimia dan farmakologi pada tumbuhan belum banyak diketahui oleh masyarakat. Daun kedondong hutan memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, antihipertensi, anticancer dan antikolesterol. Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pemanfaatan daun tawaloho sebagai biskuit makanan sehat. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan biskuit tawaloho pada 50 orang masyarakat Mekar Baru. Adanya pandemik covid 19, kegiatan dilakukan secara terbatas pada beberapa rumah warga yang cukup luas. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian kuesioner tentang cita rasa biskuit meliputi uji organoleptik dan uji kesukaan (bau dan warna), kerenyahan, dan kekerasan biskuit. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Mekar Baru sangat antusias mengikuti pembuatan biskuit tawaloho. Hasil pengujian organoleptik sediaan biskuit menunjukkan berwarna kuning kecoklatan dengan aroma bau khas susu, rasa khas biskuit dan berbentuk padat. Uji kesukaan pada biskuit menunjukkan rasa suka (90%) dan tidak suka (10%). Uji kerenyahan menunjukkan rasa renyah (94%) dan tidak renyah (6%). Pada uji kekerasan menunjukkan rasa keras pada biskuit (0%) dan lembut dikonsumsi (100%). Hasil kegiatan memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat tentang cara pengolahan daun tawaloho dalam sediaan biskuit yang dapat dijadikan makanan sehat.Abstract:  Tawaloho leaves or forest kedondong leaves are used by the Mekar Baru community to add flavor to dishes. The leaves of the forest kedondong grow partly in the yards of people's homes. Information related to chemical and pharmacology in plants is not widely known by the public. Forest kedondong leaves have antioxidant, antidiabetic, antihypertensive, anticancer and anticholesterol activities. This goal is carried out as one of the community services in the context of utilizing tawaloho leaves as healthy food biscuits. The method of activity was carried out by socializing the making of tawaloho biscuits to 50 people from the Mekar Baru community. Due to the COVID-19 pandemic, the activities carried out are limited to a number of residents' houses which are quite large. The evaluation was done by giving a questionnaire about biscuits taste including organoleptic and preference tests (smell and color), crunchiness, and hardness of biscuits. The results of the activity showed that the people of Mekar Baru were very enthusiastic in participating in the making of tawaloho biscuits. The results of organoleptic testing of biscuit preparations showed a brownish yellow color with a distinctive smell of milk, a distinctive taste of biscuits, and a solid form. The liking test on biscuits showed likes (90%) and dislikes (10%). The crispness test showed crunchy (94%) and not crunchy (6%). In the hardness test, the biscuits tasted hard (0%) and soft (100%). The results of the activity are new insights and knowledge for the community about how to process tawaloho leaves in biscuit preparations that can be used as healthy food.
Survei Kesehatan Gigi dan Mulut Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Hidup di Desa Lamotau Asmawati Asmawati; Suhikma Sofyan; Adriatman Rasak
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2023): NADIKAMI: Januari 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut masyarakat merupakan wadah yang tepat untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada saat proses belajar mengajar praktik kerja lapangan bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar dan keterampilan kepada mahasiswa agar memperoleh hasil yang efisien efektif dan optimal dalam mencari, mengolah data, menganalisis data atau informasi serta menginterpretasikan hasil pada saat intervensi kepada masyarakat. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui data kesehatan gigi dan mulut masyarakat dan memberikan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut. Metode pengabdian dilakukan dengan pemeriksaan OHI-S pada kelompok masyarakat di Desa Lamotau, Kecamatan Kolono, Konawe Selatan. Hasil pengabdian yang dilakukan ditemukan jika angka indeks OHIS dari 22 KK atau sebanyak 44 orang, yang memiliki kategori baik sebanyak 18 orang 40,1%), sedang sebanyak 24 orang (54,5%) dan kategori buruk 2 orang (4,5%).
EFEKTIFITAS PROMOSI KESEHATAN GIGI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK DENGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA KELAS1 DAN 2 DI SDN AMBOPI sofyan, suhikma
JURNAL KESEHATAN DAN KESEHATAN GIGI Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Kesehatan Gigi
Publisher : KESEHATAN GIGI POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah merupakan massa rentan terhadap suatu masalah pada kesehatan gigi dan mulut. Pada usia tersebut merupakan usia awal di mana gigi susu mulai berganti menjadi gigi permanen. Dengan adanya perubahan tersebut maka rentan gigi akan mengalami kerusakan. Pada umumnya masalah kerbersihan mulut anak lebih buruk dikarenakan anak lebih banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang biasa menyebabkan terjadinya karies. Penyakit gigi dan mulut juga merupakan tantangan yang signifikan dalam dunia kesehatan masyarakat, terutama dikalangan anak- anak. Salah satu upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak didunia dilakukan dengan cara promosi kesehatan gigi dan mulut berbasis sekolah, yaitu seperti yang dikemukakan oleh World Health Organization (WHO). Tujuan: Untuk mengetahui suatu pengaruh promosi kesehatan dengan metode bermain (ulartangga) terhadap peningkatan pengetahuan Kesehatan gigi pada anak sekolah kelas 1 dan 2 di SDN Ambopi, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahpenelitiankuantitatif. Metode Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Hasil: peneliti melakukan uji t analisi spaired sample t-test dengan bantuan aplikasi SPSS. Dari tabel uji paired t-test, memperoleh nilai signifikansi 0,000. Nilai 0,000 (p<0,05) berarti H1 diterima sedangkan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat perubahan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diadakan penyuluhan dengan metode bermain ular tangga, pada siswa siswi kelas 1 dan 2 di SDN Ambopi, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe.
Hubungan Indeks Ohi-S Dengan Indeks Dmf-T Siswi Kelas X Dan Xi Madrasah Aliyah Darul Mukhlisin Kota Kendari Tahun 2021 sofyan, suhikma
JURNAL KESEHATAN DAN KESEHATAN GIGI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Kesehatan Gigi
Publisher : KESEHATAN GIGI POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks OHI-S adalah indeks kebersihan gigi dan mulut yang di tentukan dengan menjumlahkan debris indeks dan kalkulus indeks. Indeks DMF-T adalah Indeks yang di ukur untuk melihat dan menjumlahkan seluruh pengalaman karies gigi permanen seseorang, baik yang telah dirawat atau ditambal, telah di cabut karna karies maupun yang belum di lakukan perawatan atau penambalan. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang dan populasi sebanyak 74 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Indeks OHI-S Dengan Indeks DMF-T Siswi Kelas X Dan XI Madrasah Aliya Darul Mukhlisin Kota Kendari. Hasil dan kesimpulan: Pemeriksaan Indeks OHI-S menunjukan bahwa dari jumlah 74 responden yang di periksa, yang banyak ditemui status OHI-S dengan kategori sedang sebanyak 41 orang (55%). Pemeriksaan Indeks DMF-T menunjukan bahwa dari jumlah 74 orang yang diperiksa rata - rata status indeks DMF-T adalah 3,38 dengan kategori DMF-T Kelompok termasuk sedang. Didapatkan hasil Uji korelasi Spearman Rank diketahui Correlation Coefficient (koefisien Korelasi) adalah sebesar 0.658 dan nilai sig.(2-tailed) 0,000, maka nilai ini menandakan ada hubungan yang tinggi antara nilai OHI-S dan nilai DMF-T. karena Nilai Signifikansinya lebih kecil dari pada Nilai Alfa (0,05), maka H₀ ditolak H₁ diterima berarti ada korelasi yang kuat dan positif antara Indeks OHI-S dengan Indeks DMF-T.
GAMBARAN KEBIASAAN MENYIRIH TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT PERIODONTAL sofyan, suhikma
JURNAL KESEHATAN DAN KESEHATAN GIGI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Kesehatan Gigi
Publisher : KESEHATAN GIGI POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyirih merupakan proses meramu yakni suatu campuran dari komponen pinang, sirih, kapur, dan tembakau yang kemudian dikunyah secara bersamaan dalam beberapa menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan menyirih terhadap kejadian penyakit periodontal berdasarkan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review yang dilakukan pada google scholar. Kata kunci yang digunakan adalah kebiasaan menyirih dan kejadian penyakit periodontal. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal tahun 2010-2020, berbahasa Indonesia, full teks. Hasil penelusuran jurnal pada google scholar teridentifikasi 464 artikel dan diperoleh 7 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Adapun hasil penelusuran jurnal diketahui bahwa gambaran kejadian penyakit periodontal sebagian besar pada kategori buruk. Pengaruh frekuensi, waktu dan komposisi makan sirih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit periodontal, yakni semakin lama dan banyak komposisi yang digunakan maka semakin berat penyakit periodontal yang dialami.
Efektifitas Berkumur Jus Apel dan Jus Pir terhadap Penurunan Tingkat Halitosis pada Siswa Kelas XI SMKN 1 Kendari Sofyan, Suhikma; Erfiani, Mery; Apriyanto, Apriyanto
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.811

Abstract

Halitosis atau bau mulut dapat menjadi sumber ketidaknyamanan dan dapat memiliki dampak negatif pada kehidupan sehari-hari seseorang. Halitosis sering kali dianggap sebagai masalah kecil, namun dampaknya bisa sangat besar. Selain mempengaruhi kepercayaan diri pribadi, bau mulut juga berdampak buruk pada kehidupan sosial. Buah apel mengandung senyawa katekin yang bisa mencegah plak gigi. Karena kandungan serat dan airnya, buah pir secara alami membantu membersihkan plak makanan dari gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat halitosis sebelum dan sesudah berkumur jus apel dan pir karena senyawa katekin di dalamnya membantu mengurangi perlengketan bakteri streptococcus mutans, mencegah pembentukan plak gigi, dan mendenaturasi protein sel bakteri, yang menyebabkan kematian bakteri. Studi ini menggunakan rancangan pre-test dan post-test. Penelitian ini melibatkan 36 siswa dari kelas XI SMKN 1 Kendari, yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus apel dan jus pir tidak berbeda dalam hal halitosis.
PENGARUH PERILAKU SISWA TERHADAP STATUS GINGIVA PADA SISWA YANG MENGUNYAH SATU SISI DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH PUTRI KENDARI Nia Afdilla; Suhikma Sofyan; Wina Restu Tiawati; Adriatman Rasak
JURNAL KESEHATAN DAN KESEHATAN GIGI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Kesehatan Gigi
Publisher : KESEHATAN GIGI POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku adalah tindakan yang diamati maupun tidak dapat diamati olehinteraksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap,dan tindakan, Mengunyah satu sisi salah satu kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhistatus kebersihan gigi dan mulut, Biasanya gigi disisi lawan yang tidak pernah dipakaimengunyah akan lebih kotor dan banyak karang gigi. sehingga gigi menjadi kasar dan tebal.Akibatnya adalah gusi mudah berdarah, gusi berwarna merah, dimana tahap tersebut akanmengarah pada gingivitis. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh perilaku siswaterhadap status gingiva pada siswa yang mengunyah satu sisi di Pondok PesantrenHidayatullah Putri Kendari. Metode Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan Desaintipe one-grup pretest posttest, Intervensi yang diberikan menggunakan media leaflet. Hasilpenelitian terdapat pengaruh signifikan perilaku yang mencakup pengetahuan, sikap, dantindakan uji wilcoxon menunjukan nilai p-value 0,000, 0,020, dan 0,000 dimana (p<0,05)yang berarti terdapat peningkatan perilaku dari sebelum dan sesudah diadakan penyulahandengan menggunakan media leaflet, pada siswi SMP di pondok pesantren Hidayatullah PutriKendari.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Melakukan Penyuluhan Serta Pemeriksaan Karies Gigi Dan Ohi-S Pada Masyarakat Desa Rambu-Rambu Jaya: The Importance of Maintaining Dental and Oral Health by Counseling and Examining Dental Caries and OHI-S in the Rambu-Rambu Jaya Village Community Afdilla, Nia; Sofyan, Suhikma; Nuraisya, Nuraisya; Erfiani, Merry; Setiawan, Muh. Asman; Zainal, Nur Awalia Putri; Welliam, Desih; Rasak, Adriatman; Asmawati, Asmawati; Faizal, Prayoga Ridha
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): NADIKAMI: Januari 2025
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memiliki Kesehatan yang optimal adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap individu atau kelompok agar memiliki kualitas hidup dan masa usia yang panjang. Untuk mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya perlu adanya upaya kesehatan, baik upaya individu maupun masyarakat. Kesehatan yang perlu diperhatikan selain kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut karena kesehatan gigi dan mulut mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk mengetahui jumlah skor OHIS, DMF-T dan def-t pada masyarakat di Desa Telaga Biru. Hasil pemeriksaan yang dilakukan pada masyarakat di Desa Desa Rambu-Rambu Jaya, Kecamatan ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan nilai DMF-T yang dialami masyarakat termasuk dalam kategori sedang, def-t masuk dalam kategori sedang, dan skor OHI-S masyarakat mayoritas sedang.