Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kapasitas Fasilitas Sisi Darat Terminal Penumpang Bandar Udara Sultan Babullah Ternate Febrianti Ode Mane; Muhammad Taufiq Yuda Saputra; Erwinsyah Tuhuteru; Yuni Damayanti
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis kapasitas pada fasilitas sisi darat terminal penumpang bandar udara sultan bebullah ternate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hasil analisis kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang Bandar Udara Sultan Babullah Ternate pada 10 tahun yang akan datang dengan menggunakan data lalu lintas angkutan udara penumpang bandar udara Sultan Babullah Ternate tahun 2011 – 2020. Sebelum melakukan analisis kapasitas, penelitian ini menganalisis kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang di tahun 2020 untuk mengetahui kondisi eksisting. Kemudian perencanaan kapasitas dimulai dengan meramalakan jumlah permintaan penumpang di tahun 2021 sampai dengan 2030 dengan metode yang digunakan yaitu metode regresi linier, metode aritmatika dan metode geometrik. Melalui penumpang pada jam sibuk, hasil peramalan yang diperoleh digunakan sebagai input untuk memprediksi kebutuhan kapasitas di tahun 2021 sampai tahun 2030 berdasarkan SKEP/77/VI/2005. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang yang harus di berikan oleh Bandar Udara Sultan Babullah Ternate di 10 tahun mendatang berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP//77/VI/2005, menunjukkan bahwa  kebutuhan kapasitas pada luas ruang tunggu, luas check-in area, check-in counter dan tempat duduk di tahun 2020 telah memenuhi kapasitas di 10 tahun mendatang. Begitu pula dengan pengembangan yang dibutuhkan pada 10 tahun mendatang yaitu luas hall keberangkatan, baggage claim area, dan luas hall kedatangan memerlukan penambahan kapasitas.
Studi Tingkat Pelayanan Dan Fasilitas Terminal Tipe C (Studi Kasus: Terminal Weda, Kabupaten Halmahera Tengah) Divinika Pusung; Muhammad Taufiq Yuda Saputra; Nurmaiyasa Marsaoly; Yuni Damayanti
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal berfungsi sebagai penunjang kelancaran mobilitas orang dan arus barang serta tempat perpaduan intra dan antar moda secara lancar dan tertib. Pada hakekatnya terminal merupakan simpul dari sistem jaringan angkutan jalan yang fungsi utamanya sebagai tempat pelayanan umum untuk naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang, tempat pengendalian lalu lintas dan angkutan kendaraan umum, serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda angkutan. Terminal Weda diresmikan pada November 2017 dengan luas kurang lebih 1 Hektare. Namun pengoperasian Terminal ini baru dijalankan pada  Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas yang ada dalam Terminal Weda dan memberikan penilaian terhadap pelayanan terminal sesuai dengan Standar Pelayanan Penyelenggara Terminal Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2015. Studi tingkat pelayanan dilakukan dengan mengetahui kesesuaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap tingkat pelayanan Terminal Tipe C berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2015 dan menyebarkan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan metode Customer Satisfication Index (CSI), sedangkan untuk menghitung tingkat ketersediaan fasilitas menggunakan Metode Evaluasi. Hasil analisa menggunakan metode evalusi menunjukan kondisi fasilitas yang ada dalam Terminal Weda  Kabupaten Halmahera Tengah  masuk dalam kategori “kurang baik” dengan persentase sebesar 58,51%. Berdasarkan analisis menggunakan metode CSI, hasil persepsi pengguna jasa terhadap tingkat pelayanan masuk dalam skala penilaian “kurang puas” dengan persentase sebesar 49,51%.