Rizki Restu Afandi
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metodologi Al-Jarh wa Ta'dil: Sejarah dan Signifikansinya di Era Kontemporer Rizki Restu Afandi; Sahrul; Aziz Arifin
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu al-Jar ḥ wa Ta'dīl semakin penting untuk menjaga keutuhan dan kebenaran sunnah Nabi Muhammad SAW, terlebih dengan maraknya beredarnya hadis-hadis yang dhaif atau palsu melalui berbagai media. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi al-Jar ḥ wa Ta'dīl dalam konteks modern dan menganalisis metodologinya secara sederhana sebagai alat untuk menilai perawi hadis berdasarkan kelemahan (jar ḥ) dan keutamaan (ta'dīl). Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang membahas tentang teknik, metode, dan kriteria yang diterapkan para ulama dalam menilai perawi hadis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa ilmu al-Jar ḥ wa Ta'dīl telah berkembang sejak masa para sahabat dan merupakan suatu seni dalam menentukan diterima atau ditolaknya suatu periwayatan. Meskipun para ulama terdahulu telah melakukan kajian yang luas, namun penyebaran hadis-hadis palsu masih terus terjadi hingga saat ini, termasuk yang belum diteliti. Oleh karena itu, penelitian terhadap al-Jar ḥ wa Ta'dīl tetap relevan dan diperlukan untuk menjamin keautentikan hadis-hadis yang beredar. Kesimpulannya, kajian alJar ḥ wa Ta'dīl akan terus dilakukan sebagai upaya melestarikan kebenaran Sunnah Nabi SAW, mengingat pentingnya evaluasi para perawi hadis di era modern.
TRADISI IKHTIFALAN DI KAMPUNG PANGGANG DESA SELAPAJANG KECAMATAN CISOKA KABUPATEN TANGERANG BANTEN(STUDY LIVING HADIS) Ahmad Haikal; Rizki Restu Afandi; Muhammad Alif
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 4 No. 1 (2024): MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ikhtifalan tradition in Kampung Panggang, Selapajang Village, Cisoka District, Tangerang Regency, Banten, is one of the cultural activities still preserved by the local community. Ikhtifalan, held annually, primarily serves as a form of gratitude and respect for the teachings of Islam, particularly in terms of Quranic education. This event involves various segments of the community, from children to adults, featuring a variety of activities such as Quran recitation, collective prayers, and cultural celebrations. In addition to being a form of religious practice, this tradition also serves as a means of strengthening social ties among residents and maintaining community solidarity. During the event, the community gathers to share happiness and blessings, while also reminiscing about the long-standing traditions. The Ikhtifalan tradition also provides an opportunity for the younger generation to become more familiar with religious teachings through the recitation of Quranic verses. This study aims to analyze the implementation, meaning, and social impact of the Ikhtifalan tradition in Kampung Panggang, highlighting the importance of this event in strengthening social bonds, preserving cultural diversity, and maintaining local traditions amidst the rapid modernization. This activity has become an integral part of community life, reflecting the richness of culture and strong religiosity.