Muhammad Faqih Choiruddin
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Pemahaman Masyarakat Dusun Pasir Malang tentang Hadis Etika Memilih Pemimpin Akhsa Alpar Mubarok; Muhammad Faqih Choiruddin; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemahaman masyarakat Dusun Pasir Malang terhadap etika memilih pemimpin dalam perspektif hadis. Etika memilih pemimpin merupakan hal yang krusial karena berpengaruh besar terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat. Namun, realitanya, masih banyak sekali masyarakat yang memilih pemimpin berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok tanpa memperhatikan nilai-nilai etis yang diajarkan oleh Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan mengimdikasikan bahwa masyarakat Dusun Pasir Malang memiliki tingkat kesadaran yang rendah terhadap penerapan hadis dalam memilih pemimpin. Pemahaman hadis mengenai kriteria pemimpin, seperti sifat amanah, kejujuran, dan tanggung jawab, masih belum diaplikasikan secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin berdasarkan nilai-nilai etika Islam.
Studi Pemahaman Masyarakat Dusun Pasir Malang tentang Hadis Etika Memilih Pemimpin Akhsa Alpar Mubarok; Muhammad Faqih Choiruddin; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2024.v4i2/2104/5

Abstract

This study examines the understanding of the people of Dusun Pasir Malang regarding the ethics of selecting a leader from the perspective of Hadith. The ethics of choosing a leader is crucial because it significantly impacts the sustainability of community life. However, in reality, many people still choose leaders based on personal or group interests without considering the ethical values taught by Islam. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation study. The findings show that the people of Dusun Pasir Malang have a low level of awareness regarding the application of Hadith in selecting leaders. The understanding of Hadith concerning leader criteria, such as trustworthiness, honesty, and responsibility, has not yet been optimally implemented. This study is expected to serve as a reference to raise public awareness about the importance of selecting leaders based on Islamic ethical values.
Visualisasi Alam Ghaib: Mekanisme Istiarah dan Kontribusi Imajinasi Eskatologi dalam Shahih Bukhari dan Muslim Aang Saeful Milah; Muhammad Faqih Choiruddin; Clarisa Aulia Dewi; Anisa Fitriyani; Ilhamiyatul Hidayah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7164

Abstract

Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.