Purwo Prihatin
ISI Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGLOBALISASIKAN BENDAWI KRIYA DI MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN DI SUMEDANG, JAWA BARAT Purwo Prihatin; Sunarmi Sunarmi; Santosa Soewarlan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55528

Abstract

This writing explains and traces the culture of Nusantara™s bendawi kriya (crafts) that are stored in the Museum Prabu Geusan Ulun in Sumedang, West Java, which are cultural artifacts as evidence of the skills and abilities possessed by the Sundanese ethnic group in West Java. This Sumedang Museum has various kinds of bendawi kriya relics from the Sumedang Larang Kingdom that are unique and have symbols and meanings in Sundanese culture. The method used in this writing uses qualitative data obtained through several techniques, namely reading literature through library studies of written sources related,  direct observation, interviews with the management of the Pangeran Geusan Ulun Foundation and some of the community, Documentation and reviewing documents related to the Museum Prabu Geusan Ulun, visual photo documentation, collections in the Museum Prabu Geusan Ulun can be concluded that this Sumedang Museum contains various bendawi kriya relics from the Sumedang Larang Kingdom, such as keris, kudi, gamelan, traditional clothes, household appliances, weapons, and chariots that are historical evidence of Sundanese culture in the past that have ethnic cultural traditions of kenusantaran as capital to be globalized according to their times.Keywords: Globalize, Craft,MuseumAbstrakTulisan ini menjelaskan dan menelusuri budaya bendawi kriya Nusantara yang tersimpan di  Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang Jawa Barat  yang merupakan artefak budaya sebagai bukti tentang keahlian, ketrampilan yang dimiliki oleh etnis Sunda di Jawa Barat. Museum Sumedang ini memiliki berbagai macam benda peninggalan bendawi kriya dari Kerajaan Sumedang Larang yang khas dan memiliki simbol, makna dalam kebudayaan Sunda. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan data kualitatif yang diperoleh melalui beberapa teknik yaitu membaca literatur melalui studi pustaka sumber-sumber tertulis, observasi langsung, wawancara dengan pengurus Yayasan Pangeran Geusan Ulun dan sebagian masyarakat, Dokumentasi dan mengkaji dokumen-dokumen yang terkait dengan museum Prabu Geusan Ulun, dokumentasi foto visual, koleksi-koleksi yang ada di museum Prabu Geusan Ulun dapat disimpulkan bahwa  Museum Sumedang ini terdapat berbagai benda peninggalan bendawi kriya dari kerajaan Sumedang Larang, seperti keris, kudi, gamelan, pakaian adat, peralatan rumah tangga, senjata, dan kereta kencana yang merupakan bukti sejarah budaya Sunda masa lalu yang memiliki etnisitas budaya tradisi kenusantaraan sebagai modal untuk diglobalkan sesuai zamannya.Kata Kunci: Menglobalisasikan, Kriya, MuseumAuthors:Purwo Prihatin : Institut Seni Indonesia SurakartaSunarmi : Institut Seni Indonesia SurakartaSantosa Soewarlan : Institut Seni Indonesia SurakartaReferencesAsiarto, Luthfi, Ali Akbar, & Dian Sulistyowati, (2012). Museum Dan Pendidikan, Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Gina, Luthfiatin, & Aam Abdillah, (2022). œSejarah Penyebaran Islam Di Sumedang Melalui Pendekatan Budaya, Jurnal Priangan, Volume 1,  Nomor 01,  Juni, 48-59.Haryono, Joko, Myrza Rahmanita, & Gratia Wirata Laksmi, (2023). œIdentifikasi Komponen Daya Tarik Wisata dan Manajemen Pengelolaan Museum Prabu Geusan Ulun Sebagai Wisata Pusaka di Sumedang, YUME: Journal of Management, Volume 6, Issue 1, 15-27.Hutama, Krishna, (2006). œPencitraan Kriya Sebagai Produk Seni Wisata, Jurnal Dimensi Seni Rupa Dan Desain, Volume 4, Nomor 1, September, 87-95.Juju, Ai Rohaeni, Wanda Listiani, & Khairul Mustaqin, (2018). œDesain Dan Proses Produksi Cinderamata Ikon Pangeran Aria Soeria Atmadja Sumedang, Jurnal Atrat. Vol. 6, No. 2, April, 1001-108.Kurniawan, Aris, (2014). œKajian Historis dan Filosofis Kujang, Jurnal Itenas Rekarupa, No. 1, Vol. 2, JanuariJuni, 29-40.Lucky, Raden (Raja Kerajaan Sumedang Larang). (2023). œMenglobalisasikan Bendawi Kriya Di Museum Prabu Geusan Ulun Di Sumedang, Jawa Barat. Hasil Wawancara Pribadi: 19 Desember 2023. Sumedang.Meisari, Yuliani, Tita Cardiah, & M Togar Mulya Raja, (2021), œRedesain Interior Museum Prabu Geusan Ulun, e- Proceeding of Art & Design, Vol. 8, No.2 April, 667-674.Muhsin, Mumuh Z., (2012). Kujang, Pajajaran, Dan Prabu Siliwangi, Bandung: Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.Siti, Nita Mudawamah, (2021). œPengelolaan Koleksi Di Museum Musik Indonesia Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya, Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi,  Vol. 16, No.1, Januari-Juni, 1-20.Soewarlan, Santosa, (2015). Membangun Perspektif Catatan Metodologi Penelitian Seni, Surakarta: ISI Press. Sunarmi, (2023). œTradisi Dalam Kontestasi Global Dengan Kasus Interior Rumah Tradisi Dalam Kontestasi Global Orasi Ilmiah dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum, disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Institut Seni Indonesia Surakarta, tanggal 29 Agustus,  di ISI Surakarta.Sunarmi, (2013). œPeran Riset Dalam Perwujudan Desain, Jurnal Brikolase, Institut Seni Indonesia Surakarta, Volume 5, No. 1, Juli. 14-23.Tubagus, Mochamad Rilo, Neneng Yanti K.L., & Lip Sarip H, (2020). œFungsi Tradisi Ngumbah Pusaka Prabu Geusan Ulun Sumedang Larang, Jurnal Budaya Etnika, Vol. 4 No. 1, Juni, 3-22.Thresnawaty, Euis, (2011). œSejarah  Kerajaan  Sumedang  Larang,  Jurnal  Patanjala, Volume 3, Nomor 1, Maret, 154-158.https://www.museumprabugeusanulun.org/catalogYunitawati, D., & Latifah, L. (2016, Juni). AKecemasan Dan Gangguan Fungsi Tiroid Pada Wanita Usia Subur. Media Gizi Mikro Indonesia, 7(2), 107-116. 10.22435/mgmi.v7i2.6017.107-116.
Intergenerational learning and cultural transmission in pandai sikek songket weaving: a qualitative case study in west sumatra, indonesia Purwo Prihatin; Sunarmi Sunarmi; Andar Indra Sastra
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1175100

Abstract

Studies on Pandai Sikek songket as Minangkabau cultural heritage have largely remained descriptive, focusing on its aesthetic, symbolic, and economic values, while offering limited analysis of the cultural transmission mechanisms that sustain weaving skills across generations. This study aims to examine intergenerational learning and social transmission of songket weaving skills in Nagari Pandai Sikek, Tanah Datar, West Sumatra, with particular emphasis on vertical, horizontal, and oblique transmission. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving ten purposively selected informants, including weavers, academics, traditional leaders, and representatives of the nagari government. Data analysis followed an interactive analytical model, and the credibility of the findings was ensured through triangulation of sources, techniques, and time.The findings indicate that vertical transmission occurs within the family through early-age learning, horizontal transmission takes place through peer interactions and collective practices, and oblique transmission is mediated by actors and institutions beyond kinship relations. These results highlight that Pandai Sikek songket functions not only as a technical craft but also as a medium of social learning that plays a crucial role in sustaining educational, social, and religious values within Minangkabau society.