Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELESTARIAN NILAI BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Najwa Sabila; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek terhadap nilai-nilai budaya lokal, mengakibatkan erosi identitas kultural, penurunan penggunaan bahasa daerah, dan pergeseran preferensi generasi muda terhadap budaya asing. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendidikan, baik formal maupun nonformal, dalam menjaga eksistensi nilai-nilai budaya lokal di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi mengancam keberlangsungan budaya lokal melalui homogenisasi nilai, komersialisasi budaya, dan marginalisasi tradisi. Pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi solusi efektif untuk melestarikan jati diri bangsa. Dengan pendekatan pendidikan berbasis budaya yang adaptif terhadap teknologi dapat menjadi solusi strategis dalam menjaga identitas kultural di tengah arus globalisasi serta pelestarian budaya dapat dijadikan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang cinta terhadap tanah air dan budayanya.
CYBER SEXISM DI MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Alifiana Alifiana; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyber sexism merupakan bentuk pelecehan berbasis gender yang sering terjadi di media sosial, termasuk TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan dan persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta terhadap fenomena cyber sexism di TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 50 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah melihat maupun mengalami komentar seksis dan pelecehan berbasis gender di TikTok. Mahasiswa memandang cyber sexism sebagai permasalahan serius yang dapat mengganggu rasa aman dan kenyamanan dalam bermedia sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan literasi digital dan kesadaran gender untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan beretika.