Arif Akbar
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru dalam Memfasilitasi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Berbasis Teknologi di TPQ Rabbani Arif Akbar; Juliani; Faiz Zahfa; Ahmad Fauzi; Iqbal Nur Afazi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/m3dasy54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam memfasilitasi pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) berbasis teknologi di TPQ Rabbani. Transformasi pembelajaran ke arah digital menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan media dan teknologi guna meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama adalah para guru TPQ Rabbani yang aktif menggunakan media digital dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memerankan beberapa fungsi penting, yakni sebagai fasilitator teknologi, desainer pembelajaran digital, serta motivator santri dalam penggunaan media Qur’an berbasis aplikasi. Guru memanfaatkan berbagai media seperti aplikasi Qur’an digital, video interaktif, dan platform komunikasi (WhatsApp) untuk menyampaikan materi secara fleksibel. Selain itu, guru juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Dengan memadukan teknologi pendidikan dan metode tradisional, guru mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik santri di era digital. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sarana teknologi dan variasi tingkat literasi digital guru. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari lembaga pendidikan maupun orang tua untuk menyediakan infrastruktur yang memadai. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam menjembatani nilai-nilai tradisi Islam dengan pendekatan teknologi modern. Integrasi ini memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an serta meningkatkan partisipasi santri. Implikasi dari penelitian ini mendorong perlunya pelatihan literasi digital bagi guru TPQ sebagai upaya transformasi pendidikan Islam berbasis teknologi.
Kebijakan Pendidikan Islam untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Arif Akbar; Juliani Juliani; Faiz Zahfa; Bella Charisma; Indah Sri Ratih
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q3r4kn10

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital yang semakin kompleks. Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam menjadi fondasi penting dalam membangun moralitas, integritas, dan tanggung jawab sosial generasi muda. Di tengah tantangan degradasi moral, maraknya konten digital yang tidak mendidik, serta pergeseran nilai spiritual, kebijakan pendidikan Islam hadir sebagai instrumen kebijakan publik untuk memastikan terciptanya peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan pendidikan Islam dalam penguatan karakter peserta didik dengan meninjau aspek kebijakan nasional, pelaksanaan di tingkat madrasah dan sekolah, serta integrasi nilai-nilai karakter melalui kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen kebijakan Kementerian Agama, analisis kurikulum, serta wawancara mendalam dengan guru PAI dan pengelola madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah memberikan arah yang jelas bagi penguatan karakter peserta didik melalui berbagai program strategis, seperti penguatan moderasi beragama, integrasi nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka, serta pembiasaan religius di lingkungan madrasah. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru, belum optimalnya evaluasi berbasis karakter, dan lemahnya sinergi antara keluarga, sekolah, serta masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem kebijakan pendidikan Islam yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas guru dalam pendidikan karakter berbasis nilai Islam, serta pemanfaatan teknologi digital secara kreatif untuk internalisasi nilai-nilai moral Islami.