Juliani
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Belajar Anak Usia Sekolah di Sekitar Binjai dan Langkat Dwi Andini; Juliani; Ade Lylyana; Sindy Cahyani; Isnda Yaa Dilla
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ryrsfh16

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh media sosial terhadap perilaku belajar anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik sampling jenuh dengan semua responden dijadikan sampel data sebanyak 10 orang. Responden yang merupakan anak usia sekolah secara acak yang berada di Binjai dan Langkat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan teknik kuesioner atau angket, yang diberikan langsung untuk diisi dan dianalisis regresi linier sederhana dan penggunaan persentase nilai terhadap kemungkinan pengaruh yang merupakan nilai maksimum. Hasil data setelah dianalisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media sosial (X) terhadap perilaku belajar anak (Y) dengan koefisien determinasi sebesar 62,1,%. Hal ini menunjukkan penggunaan media sosial dapat berpengaruh terhadap perilaku belajar anak di usia sekolah.
Peran Menghafal Al-Qur’an Usia Dini dalam Kehidupan Sehari-hari di Rumah Qur’an Bukhari Muslim Andini; Juliani; Dinda Anggraini; Indah Sri Ratih; Rana Sinta
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/kqqvpc47

Abstract

Menghafal Al-Qur'an sejak usia dini bukan hanya sekadar kegiatan spiritual, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian anak secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak konkret dari hafalan Al-Qur'an terhadap kehidupan sehari-hari anak, khususnya dari sisi akhlak, kedisiplinan, dan pengaruhnya terhadap pembelajaran lainnya. Data diperoleh dari wawancara dengan beberapa anak laki-laki dan perempuan penghafal Al-Qur’an serta orang tua mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menghafal Al-Qur'an menunjukkan peningkatan dalam sikap sopan, rajin, lebih menjaga kebersihan dan ketertiban, serta lebih mudah diarahkan oleh orang tua maupun guru. Selain itu, mereka juga lebih siap secara mental untuk menerima pelajaran, terutama pelajaran berbasis agama seperti Fikih dan Bahasa Arab. Penelitian ini menunjukkan bahwa hafalan Al-Qur’an sejak dini sangat penting dalam pembentukan karakter Islami dan mendukung perkembangan akademik anak secara umum.
Menggali Potensi Generasi Z Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai: Strategi Pendidikan yang Efektif Farraz Aulia Ihsan; Juliani; Heriyanto; Iqbal Ayyoby; Dani Kurniawan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/55jpqw04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi generasi Z mahasiswa pendidikan agama Islam serta merumuskan strategi pendidikan yang efektif dan kontekstual di lingkungan Institut Syekh H Abdul Halim Hasan Binjai. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang memiliki keterampilan teknologi tinggi, kemampuan kolaborasi yang kuat, serta kecenderungan spiritualitas yang lebih personal dan reflektif. Dalam konteks pendidikan Islam, karakteristik tersebut menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang berbeda dari metode konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran yang mereka jalani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa generasi Z memiliki potensi besar dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran, kecakapan bekerja dalam tim, serta kreativitas dalam menyampaikan nilai-nilai Islam. Selain itu, mereka cenderung mengembangkan spiritualitas secara lebih mandiri dan kritis. Strategi pendidikan Islam yang terbukti efektif meliputi integrasi teknologi dalam proses belajar, pendidikan nilai berbasis proyek, serta sistem mentoring yang membina karakter melalui relasi personal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Islam di era generasi Z bergantung pada kemampuan lembaga pendidikan dalam menyesuaikan strategi pengajarannya agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik masa kini.
Pengaruh Teman Sebaya yang Religius Terhadap Perilaku Ibadah Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Nurul Afifah; Juliani; Bella Charisma; Amanda Rezeki Padila; Bintang Zahrani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/33txa173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya yang religius terhadap perilaku ibadah mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner Google Form yang disebarkan secara daring kepada 52 responden dari berbagai perguruan tinggi. Hasil analisis deskriptif dan inferensial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara religiusitas teman sebaya terhadap perilaku ibadah mahasiswa. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), nilai F hitung sebesar 20,984, dan nilai R² sebesar 0,266. Artinya, teman sebaya yang religius memberikan kontribusi sebesar 26,6% terhadap peningkatan perilaku ibadah mahasiswa. Penelitian ini memperkuat teori sosial dan ajaran Islam yang menekankan pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang baik.
Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital di Jalan MT. Haryono Lingkungan III Kelurahan Damai Binjai Utara Dwi Khairunisapril; Juliani; Mhd Wahyu; Nova Indrianti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zfdepf74

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar dalam bidang pendidikan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara komprehensif berbagai tantangan yang dihadapi orang tua dalam mengasuh anak di era digital, khususnya di Jln MT Haryono, Lingkungan III, Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan menggunakan metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan keluarga yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi orang tua meliputi literasi digital yang tidak memadai, pengawasan yang tidak memadai terhadap penggunaan gawai, kecenderungan pola asuh yang lebih permisif, kurangnya penanaman nilai-nilai moral dan agama dalam keterlibatan digital anak, dan keterbatasan waktu yang timbul akibat tekanan sosial ekonomi. Sebagian besar orang tua hanya memiliki pemahaman yang dangkal tentang teknologi, yang mengakibatkan kurangnya kapasitas untuk mengelola konten atau mengatur waktu layar anak-anak mereka secara efektif. Situasi ini diperparah oleh kurangnya pendidikan dan pelatihan digital di wilayah tersebut. Pendekatan pengasuhan yang permisif dan berkurangnya interaksi orang tua-anak dapat mengakibatkan anak-anak lebih banyak menyerap nilai-nilai dari media sosial daripada dari konteks keluarga atau agama. Penelitian ini menegaskan bahwa inisiatif pendidikan yang terpadu dan kolaboratif sangat penting dari sekolah, badan pemerintah, dan pemimpin masyarakat untuk meningkatkan literasi digital orang tua dan memperkuat teknik pengasuhan adaptif di era digital. Strategi yang berorientasi pada masyarakat dan penggabungan nilai-nilai lokal sangat penting untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya cakap secara teknologi tetapi juga mewujudkan karakter dan pengaturan diri yang kuat.
Peran Sanggar Tari Sebagai Ruang Tumbuh Kreativitas dan Semangat Belajar Kesenian Anak-anak di Sanggar Melati Suci Binjai Sulistia Safitri; Juliani; Nur Hikmah; Kliven Brema Ginting; Muhammad Ikhsan Prabudi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/te8tbz20

Abstract

Seni, khususnya tari, berperan penting dalam membentuk kreativitas, kepercayaan diri, dan karakter anak. Di tengah menurunnya minat terhadap kesenian tradisional akibat perkembangan teknologi, sanggar tari menjadi wadah alternatif yang efektif untuk pendidikan seni. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran sanggar tersebut dalam menumbuhkan kreativitas dan semangat belajar anak. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, hasilnya diharapkan memberi masukan bagi pengembangan pendidikan seni di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami peran Sanggar Tari Melati Suci Binjai dalam menumbuhkan kreativitas dan semangat belajar anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif untuk mengungkap pengalaman dan makna pembelajaran seni tari bagi anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sanggar Tari Melati Suci Binjai efektif menumbuhkan kreativitas dan semangat belajar anak melalui pendekatan yang eksploratif dan partisipatif. Anak didorong untuk berekspresi, bekerja sama, dan tampil percaya diri. Keberhasilan didukung oleh pelatih, orang tua, dan lingkungan, meski terkendala dana dan jadwal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sanggar Melati Suci Binjai berperan sebagai ruang alternatif pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan kreativitas dan semangat belajar anak, khususnya di bidang seni tari tradisional. Pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual mendorong anak aktif, mandiri, dan ekspresif dalam proses kreatif. Didukung teori-teori pendidikan modern, sanggar menjadi lingkungan yang mendukung perkembangan holistik anak. Dukungan orang tua dan masyarakat turut memperkuat peran sanggar sebagai lembaga pendidikan non-formal yang membina karakter, budaya, dan identitas anak.
Peran Rumah Ngaji dalam Membentuk Karakter Religius Anak di Lingkungan Masyarakat di Desa Tandem Hulu II Lintang Alifia Lubis; Juliani; Farlentia Era Dewi; Khairani Balqis; Khairul Hidayat
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/trjc5795

Abstract

Di era globalisasi yang sarat dengan arus informasi dan budaya luar, anak-anak menghadapi tantangan serius terhadap pembentukan karakter, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai religius yang sesuai dengan ajaran Islam. Banyak nilai asing yang tidak sejalan dengan norma agama dan budaya lokal dengan mudah memengaruhi perilaku anak-anak. Oleh karena itu, pendidikan karakter religius sejak dini menjadi kebutuhan yang mendesak dan strategis. Salah satu bentuk pendidikan nonformal berbasis masyarakat yang hadir menjawab tantangan ini adalah Rumah Ngaji. Lembaga ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat belajar Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wahana pembinaan akhlak dan pembentukan karakter religius anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran Rumah Ngaji dalam membentuk karakter religius anak-anak di Desa Tandem Hulu II. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Fokus penelitian diarahkan pada pembiasaan ibadah harian, penanaman nilai moral dan etika Islam, serta keterlibatan komunitas dan keluarga dalam proses pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Ngaji memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan religius anak, seperti melaksanakan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, dan menghafal doa. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta narasi cerita Islam yang relevan. Penanaman nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan sopan santun dilakukan secara kontekstual dan aplikatif. Selain itu, dukungan aktif dari orang tua dan masyarakat desa turut memperkuat keberhasilan proses pendidikan ini. Kesimpulannya, Rumah Ngaji terbukti menjadi pusat pembentukan karakter religius yang efektif, holistik, dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara guru, keluarga, dan masyarakat, Rumah Ngaji mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung internalisasi nilai-nilai Islam secara mendalam dan menyeluruh dalam kehidupan anak-anak.
Strategi Pola Asuh Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak pada Pengunjung di Binjai Supermall Sabariani; Juliani; Bella Nabilla; Aisyah Akhmalia Fitri; Septia Pandini
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/dyf9m754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik pengasuhan yang digunakan oleh orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar anak-anak mereka di antara pengunjung Binjai Supermall. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, memanfaatkan teknik pengumpulan data yang mencakup wawancara dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa orang tua menggunakan berbagai strategi, seperti menyediakan sumber daya pendidikan yang komprehensif, menawarkan dorongan untuk usaha anak-anak daripada hanya berfokus pada hasil, membantu anak-anak dalam menetapkan tujuan pembelajaran mingguan atau harian, dan menahan diri dari hukuman yang tidak semestinya untuk mengurangi tekanan pada anak-anak. Lebih jauh, orang tua tertentu secara konsisten terlibat dalam percakapan dengan anak-anak mereka mengenai pengalaman pendidikan mereka di sekolah sebagai sarana untuk memberikan dukungan emosional. Strategi-strategi ini dianggap efektif dalam membangun lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan harga diri, dan menginspirasi anak-anak untuk bertahan dalam upaya pendidikan mereka. Penelitian ini menawarkan contoh yang menunjukkan bahwa pengasuhan yang mengasuh, mudah beradaptasi, dan terlibat dapat meningkatkan motivasi anak-anak dalam belajar.
Peran Kegiatan Keagamaan Rutin Majelis Ta’lim Amaliyah dalam Membangun Kehidupan Sosial yang Harmonis di Masjid Amal Kel. Jati Negara, Kec. Binjai Utara Annur Muharridha; Juliani; Kanaya Maisa Mulia; Nurul Husna Hasibuan; Siti Selvira
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y2cttg51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kegiatan keagamaan rutin Majelis Ta’lim Amaliyah dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di lingkungan Masjid Amal, Kelurahan Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara. Majelis ta’lim sebagai wadah pembelajaran agama Islam secara nonformal, tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan spiritual individu, tetapi juga sebagai media interaksi sosial yang mampu mempererat tali persaudaraan antarjamaah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rutin seperti pengajian, dzikir bersama, santunan sosial, serta gotong royong dalam kegiatan masjid telah berhasil menciptakan iklim sosial yang penuh toleransi, solidaritas, dan saling menghormati di antara warga sekitar. Selain itu, nilai-nilai agama yang ditanamkan secara konsisten melalui ceramah dan diskusi keagamaan memberikan kontribusi besar dalam menumbuhkan sikap saling peduli, memperkuat kohesi sosial, dan mencegah potensi konflik antarwarga. Kegiatan Majelis Ta’lim Amaliyah juga menjadi ruang penyelesaian masalah secara musyawarah serta ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antar generasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran kegiatan keagamaan rutin majelis ta’lim tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas keimanan, tetapi juga berperan strategis dalam membentuk masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kegiatan keagamaan berbasis masyarakat di wilayah lain.
Dampak Pendidikan Sosial Keagamaan Alumni Pesantren Terhadap Hidup Pola Keagamaan Masyarakat Sekitar Kota Binjai Salsabila Balqis; Juliani; Veryna Zahra Alrandy; Meisya Fatiha Andrianti; Muhammad Alif Fiqri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/g2fy1b53

Abstract

Pendidikan keagamaan memiliki peranan penting dalam membentuk pola hidup religius masyarakat, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional telah melahirkan banyak alumni yang berperan aktif dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pendidikan sosial keagamaan alumni pesantren terhadap pola hidup keagamaan masyarakat di Kota Binjai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alumni pesantren memiliki peran sentral dalam pembinaan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pengajian, pembinaan remaja masjid, dakwah digital, dan aksi sosial. Keberadaan mereka mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan serta membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, alumni pesantren bukan hanya sebagai tokoh agama, tetapi juga agen perubahan sosial dan moral yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan religius masyarakat di lingkungan perkotaan.