Mhd Aslam Fikri Lubis
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Globalisasi Terhadap Cara Pandang Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak di Kampung Bantara Tanah Merah Bagas Herawan; Juliani; Mhd Aslam Fikri Lubis
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/byxfxb17

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pandangan masyarakat terhadap pendidikan. Di Kampung Bantara Tanah Merah, kemajuan teknologi informasi telah memungkinkan orang tua mengakses wawasan global, yang berdampak langsung pada perubahan paradigma mereka terhadap pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana globalisasi memengaruhi cara pandang orang tua terhadap pendidikan anak, khususnya dalam hal persepsi, harapan, dan sikap mereka dalam menyikapi perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode naturalistik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian adalah para orang tua yang memiliki anak usia sekolah di Kampung Bantara Tanah Merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi telah mendorong orang tua untuk lebih memprioritaskan pendidikan sebagai sarana penting dalam mempersiapkan anak menghadapi persaingan masa depan. Mereka kini lebih menghargai pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan abad ke-21. Namun demikian, mereka tetap selektif dalam menerima nilai-nilai global dan berupaya mempertahankan nilai-nilai lokal dan keagamaan sebagai penyeimbang. Tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan ekonomi menjadi hambatan utama, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka dalam mendukung pendidikan anak. Dengan demikian, globalisasi telah membentuk cara pandang orang tua ke arah yang lebih progresif, namun tetap dibarengi dengan sikap kritis dan kearifan lokal dalam menyaring pengaruh luar.
Peran Akreditasi Madrasah dalam Mendorong Inovasi Kebijakan SDM Pendidikan Islam Mhd Aslam Fikri Lubis; Juliani Juliani; Bagas Herawan; Tiara Melysa Br Sembiring; Fikri Farhanul Khoir
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/55p5ph96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akreditasi madrasah dalam mendorong inovasi kebijakan sumber daya manusia (SDM) pendidikan Islam. Fokus penelitian adalah bagaimana akreditasi berfungsi sebagai instrumen strategis yang mempengaruhi perumusan kebijakan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, serta meningkatkan profesionalisme, kompetensi, etos kerja, dan akuntabilitas SDM di madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui kajian literatur dari buku referensi, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, peraturan perundang-undangan, dan publikasi resmi lembaga akreditasi yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan teknik analisis isi untuk menafsirkan dan mengidentifikasi keterkaitan antara akreditasi madrasah dan inovasi kebijakan SDM pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi madrasah memiliki peran multidimensional dalam pengelolaan SDM. Pertama, sebagai pengarah strategis kebijakan, akreditasi mendorong madrasah menyusun kebijakan SDM yang sistematis, berbasis data, dan selaras dengan visi-misi lembaga. Kedua, akreditasi meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik melalui penguatan kualifikasi akademik, pengembangan pedagogik, internalisasi nilai-nilai Islam, serta pembentukan budaya belajar sepanjang hayat dan etos kerja Islami. Ketiga, akreditasi mendorong terbentuknya sistem evaluasi, penilaian kinerja, dan akuntabilitas SDM yang objektif dan terdokumentasi. Keempat, akreditasi memacu inovasi kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk pengembangan literasi digital, kompetensi abad ke-21, dan integrasi teknologi pembelajaran tanpa mengabaikan dimensi moral dan spiritual. Kesimpulannya, akreditasi madrasah berfungsi sebagai instrumen transformasi kelembagaan yang efektif dalam menyiapkan SDM pendidikan Islam yang profesional, berintegritas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan secara berkelanjutan.