Mhd Wahyu
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital di Jalan MT. Haryono Lingkungan III Kelurahan Damai Binjai Utara Dwi Khairunisapril; Juliani; Mhd Wahyu; Nova Indrianti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zfdepf74

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar dalam bidang pendidikan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara komprehensif berbagai tantangan yang dihadapi orang tua dalam mengasuh anak di era digital, khususnya di Jln MT Haryono, Lingkungan III, Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan menggunakan metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan keluarga yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi orang tua meliputi literasi digital yang tidak memadai, pengawasan yang tidak memadai terhadap penggunaan gawai, kecenderungan pola asuh yang lebih permisif, kurangnya penanaman nilai-nilai moral dan agama dalam keterlibatan digital anak, dan keterbatasan waktu yang timbul akibat tekanan sosial ekonomi. Sebagian besar orang tua hanya memiliki pemahaman yang dangkal tentang teknologi, yang mengakibatkan kurangnya kapasitas untuk mengelola konten atau mengatur waktu layar anak-anak mereka secara efektif. Situasi ini diperparah oleh kurangnya pendidikan dan pelatihan digital di wilayah tersebut. Pendekatan pengasuhan yang permisif dan berkurangnya interaksi orang tua-anak dapat mengakibatkan anak-anak lebih banyak menyerap nilai-nilai dari media sosial daripada dari konteks keluarga atau agama. Penelitian ini menegaskan bahwa inisiatif pendidikan yang terpadu dan kolaboratif sangat penting dari sekolah, badan pemerintah, dan pemimpin masyarakat untuk meningkatkan literasi digital orang tua dan memperkuat teknik pengasuhan adaptif di era digital. Strategi yang berorientasi pada masyarakat dan penggabungan nilai-nilai lokal sangat penting untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya cakap secara teknologi tetapi juga mewujudkan karakter dan pengaturan diri yang kuat.
Evaluasi Kebijakan SDM Madrasah dalam Mendukung Standar Akreditasi Pendidikan Islam Dwi Khairunisapril; Juliani Juliani; Mhd Wahyu; Muhammad Alif Fiqri; Nova Indrianti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/dxqn6t41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan sumber daya manusia (SDM) madrasah dalam mendukung standar akreditasi pendidikan Islam. Fokus penelitian mencakup analisis peran kebijakan pemerintah, strategi pengembangan kompetensi guru, evaluasi kinerja SDM, serta identifikasi tantangan dan kendala implementasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui identifikasi, telaah, dan sintesis literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan artikel terkait. Analisis dilakukan untuk menilai kesesuaian kebijakan SDM madrasah dengan standar akreditasi, khususnya terkait kompetensi guru, manajemen personalia, dan program pengembangan profesional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki peranan strategis melalui penetapan standar kompetensi guru, program pelatihan, sertifikasi, dan pembinaan profesional berkelanjutan, yang meningkatkan kualitas pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial guru. Strategi pengembangan kompetensi melalui pelatihan rutin, workshop, mentoring, serta evaluasi internal terbukti efektif mendorong guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, sehingga program pengembangan dapat lebih tepat sasaran. Evaluasi kinerja SDM madrasah yang berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk mendukung pencapaian standar akreditasi, sekaligus meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran, distribusi guru yang tidak merata, dan beban kerja yang tinggi, kolaborasi antar madrasah, strategi pelatihan adaptif, dan pemanfaatan sumber daya lokal memungkinkan pengembangan SDM tetap optimal. Kesimpulannya, pengelolaan kebijakan SDM, pengembangan kompetensi guru, dan evaluasi kinerja yang efektif merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian standar akreditasi pendidikan Islam secara konsisten.